NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK– Kementerian ESDM baru saja kasih wacana unik: semua SPBU swasta diminta beli BBM dari Pertamina. Katanya biar stok lebih terkendali. Tapi rakyat langsung nyeletuk, “Loh, jadi SPBU swasta itu bukan pesaing, tapi reseller resmi Pertamina?”
Bayangkan, SPBU swasta yang biasanya gaya-gayaan dengan seragam kinclong, sekarang harus ikut antre “kulakan” BBM di gudangnya Pertamina. Dari jauh mirip pedagang warung grosir Indomaret, cuma bedanya yang dijual bukan minyak goreng, tapi Pertalite dan Solar.
Seorang warga yang sering antre di SPBU langsung berkomentar:
“Kalau SPBU swasta ambil stoknya dari Pertamina juga, berarti bedanya apa? Paling beda cuma harga kopi di minimarketnya lebih mahal.”
Pengamat satir menambahkan:
“Ini kebijakan win-win. Pertamina untung, SPBU swasta tetap hidup, rakyat? Ya tetap antre, tetap ngeluh, tetap posting foto di medsos sambil caption: #BBMLangkaLagi.”
Sementara itu, ada juga kekhawatiran kalau SPBU swasta berubah jadi kayak makelar. Bayangin, mereka beli dari Pertamina, terus jual lagi dengan margin ala-ala.
“Jangan-jangan nanti ada promo SPBU swasta: isi 10 liter gratis tisu basah,” celetuk netizen.
Catatan Redaksi:
Kalau begini, rakyat jadi bingung. SPBU swasta kok mirip reseller online shop. Pertamina jadi grosir, SPBU swasta jadi dropshipper, dan rakyat jadi konsumen yang tetap harus bayar ongkir alias pajak.***




















