INSIDE POLITIK – Program MBG (Makanan Bikin Gusar) yang awalnya dijual sebagai “solusi cerdas menyehatkan bangsa”, kini berubah jadi trending topik karena bikin rakyat keracunan massal. Dari warung pojok sampai grup WhatsApp RT, semua orang sepakat: yang sehat cuma pabriknya, rakyatnya malah masuk IGD.
Alih-alih bikin tubuh segar, MBG sukses bikin perut mules berjamaah. Bahkan ada yang nyeletuk: “Kayaknya lebih aman minum air got ketimbang coba MBG.”
Gelombang protes makin kencang. Dari gedung DPR sampai tongkrongan warkop, desakan muncul: ganti menteri! Ganti kepala badan! Hentikan program! Kalau perlu, ganti namanya jadi Masyarakat Bikin Geger.
Sejumlah warga yang jadi korban keracunan bahkan sudah siap-siap menggugat. Ada yang bilang: “Kalau ganti pejabat susah, ya minimal ganti resep lah, masak bikin program nasional isinya malah bumbu kocak campur racun?”
Sementara itu, pejabat terkait masih kalem. Dengan wajah penuh percaya diri, mereka bilang: “Kasus keracunan itu hanya efek samping menuju sehat.” Rakyat pun tepuk jidat sambil antre di apotek.
Program MBG kini resmi naik kelas jadi bahan lawakan nasional. Tagar #StopMBG dan #MulesBarengGratis merajai jagat medsos. Ada pula yang sarkas: “Kalau pemerintah konsisten dengan MBG, rumah sakit bakal jadi tujuan wisata baru.”
Catatan Redaksi:
Jika polemik ini berlanjut, dikhawatirkan bukan cuma rakyat yang keracunan, tapi juga demokrasi yang ikut-ikutan mules.***




















