Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Selasa, Oktober 27, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Pemerintahan

Cara Elite Mengemas Citra di Era Algoritma

Melda by Melda
Januari 13, 2026
in Pemerintahan
Cara Elite Mengemas Citra di Era Algoritma

BACA JUGA

Dulu Tajam Mengkritik Pemerintah, Kini Rocky Gerung Dihadapkan pada Ujian Konsistensi

Pemilu Ulang 2027 Mengemuka, Ridwan Gema Puan Minta Dialog Nasional Dibuka

INSIDE POLITIK-Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara elite politik, ekonomi, dan sosial membangun citra di ruang publik. Jika dahulu pencitraan bergantung pada media arus utama dan kegiatan tatap muka, kini algoritma platform digital menjadi medan baru yang menentukan siapa terlihat, apa yang viral, dan narasi mana yang dipercaya. Fenomena ini bukan sekadar soal komunikasi, tetapi juga menyentuh aspek etika, hukum, dan kualitas demokrasi.

Siapa yang dimaksud elite dalam konteks ini? Mereka adalah aktor dengan sumber daya kekuasaan, modal, dan akses—mulai dari pejabat publik, politisi, pengusaha besar, hingga tokoh berpengaruh. Apa yang mereka lakukan adalah mengemas citra diri melalui strategi digital yang disesuaikan dengan logika algoritma media sosial. Di mana praktik ini berlangsung? Terutama di platform seperti Instagram, TikTok, X, YouTube, dan Facebook, yang menjadi sumber informasi utama publik. Kapan tren ini menguat? Seiring meningkatnya konsumsi informasi digital dalam satu dekade terakhir, terutama pascapandemi dan menjelang momentum politik seperti pemilu. Mengapa algoritma menjadi kunci? Karena algoritma menentukan distribusi konten, jangkauan audiens, dan intensitas interaksi. Bagaimana caranya? Dengan kombinasi konten visual, narasi emosional, data perilaku pengguna, dan kadang melibatkan buzzer atau influencer.

Strategi yang paling umum adalah personalisasi citra. Elite tidak lagi tampil sebagai figur formal semata, melainkan “manusia biasa” yang dekat dengan keseharian publik. Video singkat, potongan momen keluarga, atau respons cepat terhadap isu viral dirancang agar selaras dengan preferensi algoritma yang mengutamakan engagement. Konten semacam ini sering kali lebih efektif daripada pernyataan resmi panjang yang kaku.

Namun, di balik kesan autentik, terdapat perencanaan yang matang. Tim komunikasi memanfaatkan data analitik untuk membaca jam tayang terbaik, jenis konten yang disukai, hingga kata kunci yang berpotensi menaikkan visibilitas. Algoritma bekerja sebagai kurator tak terlihat, dan elite yang memahami logikanya akan lebih sering muncul di linimasa publik. Di titik ini, pencitraan tidak lagi netral, melainkan kompetisi narasi.

Masalah muncul ketika batas antara informasi, opini, dan manipulasi menjadi kabur. Pengemasan citra bisa bergeser menjadi disinformasi atau propaganda terselubung. Dalam konteks hukum Indonesia, praktik ini bersinggungan dengan sejumlah aturan. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 mendefinisikan informasi elektronik sebagai satu atau sekumpulan data elektronik yang memiliki arti atau dapat dipahami. Pasal 28 ayat (1) UU ITE melarang penyebaran berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen, sementara ayat (2) melarang informasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA.

Dalam ranah politik elektoral, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum mengatur kampanye melalui media sosial. Pasal 275 dan Pasal 276 menegaskan bahwa kampanye harus dilakukan secara jujur, terbuka, dan tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan. Artinya, pengemasan citra berbasis algoritma tetap berada dalam koridor hukum, meski pengawasannya tidak selalu mudah.

Tantangan utama terletak pada kecepatan dan skala. Algoritma mampu menyebarkan satu pesan ke jutaan pengguna dalam waktu singkat, sementara klarifikasi atau penegakan hukum sering tertinggal. Di sisi lain, platform digital memiliki kebijakan internal yang tidak selalu sejalan dengan kepentingan publik nasional. Ketergantungan pada mekanisme swasta global ini membuat negara berada pada posisi negosiasi yang rumit.

Dari sudut pandang kritis, praktik pencitraan berbasis algoritma berpotensi mempersempit ruang diskursus substantif. Isu kompleks kerap disederhanakan menjadi slogan atau potongan visual yang mudah dibagikan. Publik disuguhi persona, bukan gagasan. Risiko lainnya adalah polarisasi, karena algoritma cenderung memperkuat konten yang memicu emosi dan konflik.

Meski demikian, tidak adil jika teknologi hanya diposisikan sebagai ancaman. Algoritma juga dapat dimanfaatkan untuk transparansi dan partisipasi, jika elite memilih pendekatan komunikasi yang jujur dan bertanggung jawab. Kuncinya terletak pada literasi digital publik, etika komunikasi elite, serta penegakan hukum yang adaptif.

Pada akhirnya, era algoritma menuntut redefinisi hubungan antara kekuasaan, informasi, dan masyarakat. Citra bukan lagi sekadar hasil kerja humas, melainkan produk interaksi kompleks antara manusia dan mesin. Pertanyaannya bukan apakah elite akan terus mengemas citra, tetapi sejauh mana praktik itu tetap menghormati akal sehat publik dan prinsip hukum.***

Source: tendri
Tags: algoritma media sosialdemokrasi digitalkomunikasi politik digitalpencitraan eliteUU ITE
Previous Post

Mengapa Kritik 

Next Post

“Mengapa PUPR

Related Posts

Dulu Tajam Mengkritik Pemerintah, Kini Rocky Gerung Dihadapkan pada Ujian Konsistensi
Pemerintahan

Dulu Tajam Mengkritik Pemerintah, Kini Rocky Gerung Dihadapkan pada Ujian Konsistensi

Oktober 19, 2026
Pemilu Ulang 2027 Mengemuka, Ridwan Gema Puan Minta Dialog Nasional Dibuka
Pemerintahan

Pemilu Ulang 2027 Mengemuka, Ridwan Gema Puan Minta Dialog Nasional Dibuka

Oktober 9, 2026
Narasi Indonesia Ambruk vs Data Investasi: Mana yang Harus Dipercaya?
Pemerintahan

Narasi Indonesia Ambruk vs Data Investasi: Mana yang Harus Dipercaya?

September 23, 2026
152 Pejabat Lampung Selatan Tancap Gas, Sekda: Keberhasilan Bukan Soal Banyak Penghargaan
Daerah

152 Pejabat Lampung Selatan Tancap Gas, Sekda: Keberhasilan Bukan Soal Banyak Penghargaan

September 2, 2026
RUU Reforma Agraria Masuk Pembahasan, Wamen Ossy Dorong Aturan yang Berpihak ke Rakyat
Nasional

RUU Reforma Agraria Masuk Pembahasan, Wamen Ossy Dorong Aturan yang Berpihak ke Rakyat

September 2, 2026
Jika Presiden dan Wapres Kosong Bersamaan, Siapa yang Memimpin Indonesia? Ini Jawaban UUD 1945
Pemerintahan

Jika Presiden dan Wapres Kosong Bersamaan, Siapa yang Memimpin Indonesia? Ini Jawaban UUD 1945

Agustus 20, 2026
Next Post
“Mengapa PUPR

“Mengapa PUPR

Politik Jakarta Setelah IKN dalam Perspektif Hukum Tata Negara

Politik Jakarta Setelah IKN dalam Perspektif Hukum Tata Negara

Mengapa DPR Takut Hak Angket

Mengapa DPR Takut Hak Angket

HUT Ke-75 Nusa Wungu, Bupati Pringsewu Dorong Gotong Royong Bangun Pekon

HUT Ke-75 Nusa Wungu, Bupati Pringsewu Dorong Gotong Royong Bangun Pekon

Kasus Honor Puskesmas BLUD Segala Mider Berujung Pengawasan 31 Puskesmas se-Bandar Lampung

Kasus Honor Puskesmas BLUD Segala Mider Berujung Pengawasan 31 Puskesmas se-Bandar Lampung

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

MANTAP!Dua Granat Dilemparkan ke Rumah netanyahu

124 Negara Siap Tangkap Netanyahu

November 23, 2024
Bantuan Beras Tahap II Disalurkan, 55.048 Warga Pringsewu Dapat Alokasi 30 Kg

Bantuan Beras Tahap II Disalurkan, 55.048 Warga Pringsewu Dapat Alokasi 30 Kg

September 1, 2026
Ikaspanda 92 Kukuhkan Pengurus Baru, Syahriza Pimpin Periode 2025–2027

Ikaspanda 92 Kukuhkan Pengurus Baru, Syahriza Pimpin Periode 2025–2027

Agustus 17, 2025
Disdikbud Lampung Rotasi 51 Kepala Sekolah, Dorong Mutu Pendidikan

Disdikbud Lampung Rotasi 51 Kepala Sekolah, Dorong Mutu Pendidikan

April 17, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • KMP Portlink III Resmi Layani Merak–Bakauheni, Ini Fokus ASDP
  • Kebebasan Pers: Mengapa Terancam di Tengah Demokrasi?
  • Dari Lampung hingga Kalimantan Barat, Saburai Budaya Nusantara Raih Dukungan Pelestari Budaya
  • Saburai Budaya Nusantara Dorong Penetapan Situs Cagar Budaya, Siapkan Presentasi untuk Menteri
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In