NGAKAK POLITIK
INSIDE POLITIK – Drama penggantian Menteri Keuangan baru saja terjadi: Sri Mulyani Indrawati, sosok dihormati karena kebijakan fiskal super disiplin, tiba-tiba diganti. Yang menggantikannya? Purbaya Yudhi Sadewa—ekonom-insinyur dengan gaya blunt, yang langsung menargetkan pertumbuhan super ambisius sebesar 8%, tepuk tangan usai debat serius atau debat komedi?
Langkah Cepat, Reaksi Cepat Panik Pasar
Pengumuman reshuffle datang kilat, pasar langsung bereaksi: IHSG turun sekitar 1–1,8%, rupiah sedikit menurun. Publik gusar: “Sri Mulyani pamitan dengan sopan, ini yang datang kayak artis tanpa skrip!”.
Purbaya dikenal tajam dan lugas, bahkan pernah kontra opini IMF. Ia berjanji: “8% pertumbuhan itu not impossible,” katanya. Publik bergoyang: “Kalau janji pertumbuhan suaranya kayak stand-up, ekonomi bisa tertawa sendiri!”
Netizen Tidak Merelakan Drama Ini
* “Sri Mulyani dignified, Purbaya kayak tukang kurir ide kilat: datang, cepat, tapi belum ditinjau.”
* “8%? Ini pertumbuhan atau sinetron harapan?”
* “Pasar panik karena ganti menteri, tapi warga lebih panik karena menu bantu sosial bingung, nanti gimana?”
Meme bertebaran: gambar Purbaya pegang kalkulator sambil bilang “8%? Nanti kalau nggak bisa, diganti, ya?”
Demokrasi atau Stand-up Theater?
Sri Mulyani turun—publik sedih.
Purbaya masuk—publik penasaran: sains, humas, atau humoresque?
Kalau kabinet ini memang panggung demokrasi, maka episode keuangan kali ini terasa seperti set komedi improvisasi—tentu dengan penonton: pasar, investor, dan rakyat yang menilai serius tapi ngakak.***




















