INSIDE POLITIK– Aksi demo mahasiswa di depan kantor gubernur Lampung kemarin mendadak jadi tontonan unik. Bukan karena isunya yang mengguncang, tapi karena suasananya yang adem ayem kayak acara reuni keluarga.
Massa mahasiswa berorasi dengan tertib, spanduk diangkat tanpa lempar-lemparan, bahkan beberapa peserta aksi sempat selfie bersama polisi. Lebih mengejutkan, Gubernur Lampung dan Kapolresta turun langsung menemui massa. Hasilnya? Aksi damai bubar dengan tepuk tangan.
Publik pun bertanya: ini demo beneran atau sekadar gladi resik demokrasi?
Demo Rasa Festival
Biasanya demo identik dengan gas air mata, dorong-dorongan, atau minimal suara toa yang bikin serak. Tapi kali ini, suasana justru seperti festival kampus.
“Demo Lampung ini kayak konser akustik. Ada panggung, ada orasi, tapi nggak ada moshpit,” komentar netizen geli.
Mahasiswa Jinak, Pejabat Jadi Bintang
Kemunculan Gubernur dan Kapolresta di tengah massa membuat situasi semakin cair. Kamera berjejer, mahasiswa tersenyum, pejabat pun tampak heroik.
Tak butuh banyak kalimat, cukup lambaian tangan gubernur dan senyum Kapolresta, demo pun bubar damai.
Publik nyinyir: “Ini demo atau launching program CSR?”
Netizen Nyindir Tajam
Beberapa komentar satir di medsos muncul:
“Mahasiswa kayaknya sudah tanda tangan MoU dulu sebelum demo.”
“Demo Lampung ini kayak sinetron: ada konflik, ada aktor utama, ending happy.”
“Biasanya demo lawan polisi, ini malah kayak kolaborasi konten.”
“Kalau semua demo damai begini, tukang bakso bisa ikutan jualan tanpa takut kena gas air mata.”
Politik Nama Baik
Tak ayal, Gubernur dan Kapolresta langsung dipuji: berhasil menjaga stabilitas, menjinakkan massa, dan “membimbing mahasiswa agar tetap santun.”
Namun, bisik-bisik muncul: benarkah ini aksi murni, atau sekadar demo yang memang sudah di-setting dari meja petinggi?
Demo damai Lampung bisa jadi inspirasi, tapi juga bahan tertawaan:
Mahasiswa jadi jinak.
Polisi jadi sahabat.
Gubernur jadi pahlawan.
Dan rakyat bertanya: “Apakah ini demo, atau latihan upacara 17 Agustus versi demokrasi?”




















