INSIDE POLITIK– Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi membuka kegiatan Kursus Pengelola Dewan Kerja (KPDK) Daerah Lampung Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Abung, Balai Keratun, Rabu (29/7/2026).
KPDK merupakan jenjang pendidikan kepemimpinan tertinggi bagi para pengelola Dewan Kerja di lingkungan Gerakan Pramuka. Program ini dirancang untuk membekali kader muda dengan kemampuan kepemimpinan strategis serta manajemen organisasi guna mencetak pemimpin yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Provinsi Lampung, Rohit, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari hingga Minggu mendatang.
Sebanyak 53 peserta mengikuti KPDK 2026 yang terdiri atas perwakilan Dewan Kerja Daerah Lampung serta utusan dari 13 Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka se-Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi agen perubahan di daerah masing-masing.
“Saya ingin melihat lahirnya kader-kader yang memiliki kompetensi, keunggulan, dan berdaya saing di segala sektor yang memang kita cita-citakan bersama,” ujar Jihan.
Pembukaan KPDK 2026 ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Wakil Gubernur kepada perwakilan peserta sebagai tanda dimulainya rangkaian pendidikan kepemimpinan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Dewan Kerja Daerah Lampung juga meluncurkan inovasi gerakan bertajuk Program Garis Depan.
Program tersebut dirancang sebagai rumah ideologi sekaligus wadah konsolidasi bagi Pramuka Penegak dan Pandega se-Provinsi Lampung.
Program Garis Depan hadir untuk menghimpun potensi lebih dari 120 ribu anggota aktif Gerakan Pramuka yang tercatat dalam aplikasi Ayo Pramuka, sehingga mampu menjadi ruang pengembangan kapasitas, penyampaian aspirasi, serta penguatan kolaborasi generasi muda dalam mendukung pembangunan daerah.
Menanggapi peluncuran program tersebut, Jihan Nurlela menegaskan bahwa makna berada di garis depan bukan sekadar mengejar jabatan formal, melainkan memiliki kesiapan untuk memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat.
Menurutnya, kepemimpinan sejati lahir dari semangat melayani, berinovasi, serta menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitar.
Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur berpesan agar seluruh kader Gerakan Pramuka, khususnya anggota Dewan Kerja di Provinsi Lampung, terus menjaga integritas, memperkuat karakter, serta menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam setiap pengabdian.
“Tetaplah menjadi kader Pramuka yang rendah hati, santun dalam bertindak, cerdas dalam berpikir, dan berani dalam mengeksekusi kebaikan-kebaikan,” pesannya.
Melalui penyelenggaraan KPDK 2026, Pemerintah Provinsi Lampung berharap lahir generasi muda yang memiliki kompetensi kepemimpinan, integritas, serta semangat pengabdian untuk menjadi motor penggerak pembangunan daerah dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.
(Sumber: Pemerintah Provinsi Lampung)




















