Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Rabu, Juli 15, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Tak Mau Singkong Murah Terus, Pringsewu Bangun Ekosistem Mocaf Terpadu

Melda by Melda
Januari 27, 2026
in Daerah, Pringsewu
Tak Mau Singkong Murah Terus, Pringsewu Bangun Ekosistem Mocaf Terpadu

BACA JUGA

TLIFF 2026 Resmi Digelar di ITERA, Film-Film dari Spanyol, Jepang, dan Singapura Turut Meriahkan Festival

LSM PRO RAKYAT Minta Gubernur Lampung Copot Eks Kadis DKP dari Jabatan Staf Ahli, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik ASN

INSIDE POLITIK- Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mengakselerasi pengembangan mocaf sebagai strategi hilirisasi singkong untuk memperkuat ekonomi daerah. Melalui Workshop Implementasi Mocaf Berbasis Klaster Berkelanjutan, Pemkab menegaskan komitmen menjadikan singkong tak lagi sekadar komoditas mentah, melainkan produk bernilai tambah yang mampu menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Workshop implementasi mocaf yang digelar Pemkab Pringsewu menjadi langkah awal membangun ekosistem industri singkong dari hulu ke hilir. Program ini diarahkan untuk menjawab persoalan klasik anjloknya harga singkong di Lampung sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pangan lokal.

Kegiatan berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu, Senin (26/1/2026), dengan menghadirkan Profesor Dr. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, sebagai narasumber utama. Workshop dibuka langsung oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas.

 Singkong Melimpah, Harga Jadi Masalah

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi singkong yang sangat besar. Namun, tanpa inovasi dan pengolahan lanjutan, petani kerap menjadi korban fluktuasi harga pasar.

“Lampung punya sekitar 9,7 juta ton singkong. Persoalannya bukan di produksi, tapi di harga yang sering jatuh. Mocaf menjadi salah satu jawaban agar singkong punya nilai tambah dan petani tidak terus dirugikan,” ujar Riyanto.

Menurutnya, pengembangan mocaf berbasis klaster memungkinkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari petani, koperasi, UMKM, hingga industri pengolahan, sehingga rantai ekonomi menjadi lebih kuat.

Didukung Akademisi dan Pemerintah Pusat

Riyanto menyebut, pengembangan mocaf di Pringsewu tidak berjalan sendiri. Gagasan ini telah dikomunikasikan kepada Gubernur Lampung dan mendapatkan dukungan agar segera direalisasikan. Selain itu, program tersebut juga disampaikan kepada Menteri Pertanian karena dinilai sejalan dengan agenda nasional penguatan sektor pertanian.

“Apa yang kita lakukan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pertanian harus naik kelas, tidak hanya menjual bahan mentah,” katanya.

Profesor Achmad Subagio dalam paparannya menjelaskan bahwa mocaf memiliki peluang pasar yang luas sebagai substitusi tepung terigu. Dengan teknologi tepat dan manajemen klaster yang baik, mocaf dapat menjadi produk unggulan daerah.

 Klaster Berkelanjutan, Ekonomi Lokal Menguat

Workshop ini diikuti Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, para asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Pringsewu. Peserta dibekali pemahaman tentang konsep klaster berkelanjutan agar pengembangan mocaf tidak bersifat sporadis, melainkan terintegrasi dan berjangka panjang.

Pemkab Pringsewu berharap, melalui program ini, singkong lokal mampu diolah menjadi mocaf berkualitas, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.***

INSIDE POLITIK- Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mengakselerasi pengembangan mocaf sebagai strategi hilirisasi singkong untuk memperkuat ekonomi daerah. Melalui Workshop Implementasi Mocaf Berbasis Klaster Berkelanjutan, Pemkab menegaskan komitmen menjadikan singkong tak lagi sekadar komoditas mentah, melainkan produk bernilai tambah yang mampu menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Workshop implementasi mocaf yang digelar Pemkab Pringsewu menjadi langkah awal membangun ekosistem industri singkong dari hulu ke hilir. Program ini diarahkan untuk menjawab persoalan klasik anjloknya harga singkong di Lampung sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pangan lokal.

Kegiatan berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu, Senin (26/1/2026), dengan menghadirkan Profesor Dr. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, sebagai narasumber utama. Workshop dibuka langsung oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas.

 Singkong Melimpah, Harga Jadi Masalah

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi singkong yang sangat besar. Namun, tanpa inovasi dan pengolahan lanjutan, petani kerap menjadi korban fluktuasi harga pasar.

“Lampung punya sekitar 9,7 juta ton singkong. Persoalannya bukan di produksi, tapi di harga yang sering jatuh. Mocaf menjadi salah satu jawaban agar singkong punya nilai tambah dan petani tidak terus dirugikan,” ujar Riyanto.

Menurutnya, pengembangan mocaf berbasis klaster memungkinkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari petani, koperasi, UMKM, hingga industri pengolahan, sehingga rantai ekonomi menjadi lebih kuat.

Didukung Akademisi dan Pemerintah Pusat

Riyanto menyebut, pengembangan mocaf di Pringsewu tidak berjalan sendiri. Gagasan ini telah dikomunikasikan kepada Gubernur Lampung dan mendapatkan dukungan agar segera direalisasikan. Selain itu, program tersebut juga disampaikan kepada Menteri Pertanian karena dinilai sejalan dengan agenda nasional penguatan sektor pertanian.

“Apa yang kita lakukan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pertanian harus naik kelas, tidak hanya menjual bahan mentah,” katanya.

Profesor Achmad Subagio dalam paparannya menjelaskan bahwa mocaf memiliki peluang pasar yang luas sebagai substitusi tepung terigu. Dengan teknologi tepat dan manajemen klaster yang baik, mocaf dapat menjadi produk unggulan daerah.

 Klaster Berkelanjutan, Ekonomi Lokal Menguat

Workshop ini diikuti Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, para asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Pringsewu. Peserta dibekali pemahaman tentang konsep klaster berkelanjutan agar pengembangan mocaf tidak bersifat sporadis, melainkan terintegrasi dan berjangka panjang.

Pemkab Pringsewu berharap, melalui program ini, singkong lokal mampu diolah menjadi mocaf berkualitas, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.***

INSIDE POLITIK- Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mengakselerasi pengembangan mocaf sebagai strategi hilirisasi singkong untuk memperkuat ekonomi daerah. Melalui Workshop Implementasi Mocaf Berbasis Klaster Berkelanjutan, Pemkab menegaskan komitmen menjadikan singkong tak lagi sekadar komoditas mentah, melainkan produk bernilai tambah yang mampu menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Workshop implementasi mocaf yang digelar Pemkab Pringsewu menjadi langkah awal membangun ekosistem industri singkong dari hulu ke hilir. Program ini diarahkan untuk menjawab persoalan klasik anjloknya harga singkong di Lampung sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pangan lokal.

Kegiatan berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu, Senin (26/1/2026), dengan menghadirkan Profesor Dr. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, sebagai narasumber utama. Workshop dibuka langsung oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas.

 Singkong Melimpah, Harga Jadi Masalah

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi singkong yang sangat besar. Namun, tanpa inovasi dan pengolahan lanjutan, petani kerap menjadi korban fluktuasi harga pasar.

“Lampung punya sekitar 9,7 juta ton singkong. Persoalannya bukan di produksi, tapi di harga yang sering jatuh. Mocaf menjadi salah satu jawaban agar singkong punya nilai tambah dan petani tidak terus dirugikan,” ujar Riyanto.

Menurutnya, pengembangan mocaf berbasis klaster memungkinkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari petani, koperasi, UMKM, hingga industri pengolahan, sehingga rantai ekonomi menjadi lebih kuat.

Didukung Akademisi dan Pemerintah Pusat

Riyanto menyebut, pengembangan mocaf di Pringsewu tidak berjalan sendiri. Gagasan ini telah dikomunikasikan kepada Gubernur Lampung dan mendapatkan dukungan agar segera direalisasikan. Selain itu, program tersebut juga disampaikan kepada Menteri Pertanian karena dinilai sejalan dengan agenda nasional penguatan sektor pertanian.

“Apa yang kita lakukan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pertanian harus naik kelas, tidak hanya menjual bahan mentah,” katanya.

Profesor Achmad Subagio dalam paparannya menjelaskan bahwa mocaf memiliki peluang pasar yang luas sebagai substitusi tepung terigu. Dengan teknologi tepat dan manajemen klaster yang baik, mocaf dapat menjadi produk unggulan daerah.

 Klaster Berkelanjutan, Ekonomi Lokal Menguat

Workshop ini diikuti Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, para asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Pringsewu. Peserta dibekali pemahaman tentang konsep klaster berkelanjutan agar pengembangan mocaf tidak bersifat sporadis, melainkan terintegrasi dan berjangka panjang.

Pemkab Pringsewu berharap, melalui program ini, singkong lokal mampu diolah menjadi mocaf berkualitas, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.***

INSIDE POLITIK- Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mengakselerasi pengembangan mocaf sebagai strategi hilirisasi singkong untuk memperkuat ekonomi daerah. Melalui Workshop Implementasi Mocaf Berbasis Klaster Berkelanjutan, Pemkab menegaskan komitmen menjadikan singkong tak lagi sekadar komoditas mentah, melainkan produk bernilai tambah yang mampu menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Workshop implementasi mocaf yang digelar Pemkab Pringsewu menjadi langkah awal membangun ekosistem industri singkong dari hulu ke hilir. Program ini diarahkan untuk menjawab persoalan klasik anjloknya harga singkong di Lampung sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pangan lokal.

Kegiatan berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu, Senin (26/1/2026), dengan menghadirkan Profesor Dr. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, sebagai narasumber utama. Workshop dibuka langsung oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas.

 Singkong Melimpah, Harga Jadi Masalah

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi singkong yang sangat besar. Namun, tanpa inovasi dan pengolahan lanjutan, petani kerap menjadi korban fluktuasi harga pasar.

“Lampung punya sekitar 9,7 juta ton singkong. Persoalannya bukan di produksi, tapi di harga yang sering jatuh. Mocaf menjadi salah satu jawaban agar singkong punya nilai tambah dan petani tidak terus dirugikan,” ujar Riyanto.

Menurutnya, pengembangan mocaf berbasis klaster memungkinkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari petani, koperasi, UMKM, hingga industri pengolahan, sehingga rantai ekonomi menjadi lebih kuat.

Didukung Akademisi dan Pemerintah Pusat

Riyanto menyebut, pengembangan mocaf di Pringsewu tidak berjalan sendiri. Gagasan ini telah dikomunikasikan kepada Gubernur Lampung dan mendapatkan dukungan agar segera direalisasikan. Selain itu, program tersebut juga disampaikan kepada Menteri Pertanian karena dinilai sejalan dengan agenda nasional penguatan sektor pertanian.

“Apa yang kita lakukan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pertanian harus naik kelas, tidak hanya menjual bahan mentah,” katanya.

Profesor Achmad Subagio dalam paparannya menjelaskan bahwa mocaf memiliki peluang pasar yang luas sebagai substitusi tepung terigu. Dengan teknologi tepat dan manajemen klaster yang baik, mocaf dapat menjadi produk unggulan daerah.

 Klaster Berkelanjutan, Ekonomi Lokal Menguat

Workshop ini diikuti Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, para asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Pringsewu. Peserta dibekali pemahaman tentang konsep klaster berkelanjutan agar pengembangan mocaf tidak bersifat sporadis, melainkan terintegrasi dan berjangka panjang.

Pemkab Pringsewu berharap, melalui program ini, singkong lokal mampu diolah menjadi mocaf berkualitas, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.***

INSIDE POLITIK- Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mengakselerasi pengembangan mocaf sebagai strategi hilirisasi singkong untuk memperkuat ekonomi daerah. Melalui Workshop Implementasi Mocaf Berbasis Klaster Berkelanjutan, Pemkab menegaskan komitmen menjadikan singkong tak lagi sekadar komoditas mentah, melainkan produk bernilai tambah yang mampu menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Workshop implementasi mocaf yang digelar Pemkab Pringsewu menjadi langkah awal membangun ekosistem industri singkong dari hulu ke hilir. Program ini diarahkan untuk menjawab persoalan klasik anjloknya harga singkong di Lampung sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pangan lokal.

Kegiatan berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu, Senin (26/1/2026), dengan menghadirkan Profesor Dr. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, sebagai narasumber utama. Workshop dibuka langsung oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas.

 Singkong Melimpah, Harga Jadi Masalah

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi singkong yang sangat besar. Namun, tanpa inovasi dan pengolahan lanjutan, petani kerap menjadi korban fluktuasi harga pasar.

“Lampung punya sekitar 9,7 juta ton singkong. Persoalannya bukan di produksi, tapi di harga yang sering jatuh. Mocaf menjadi salah satu jawaban agar singkong punya nilai tambah dan petani tidak terus dirugikan,” ujar Riyanto.

Menurutnya, pengembangan mocaf berbasis klaster memungkinkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari petani, koperasi, UMKM, hingga industri pengolahan, sehingga rantai ekonomi menjadi lebih kuat.

Didukung Akademisi dan Pemerintah Pusat

Riyanto menyebut, pengembangan mocaf di Pringsewu tidak berjalan sendiri. Gagasan ini telah dikomunikasikan kepada Gubernur Lampung dan mendapatkan dukungan agar segera direalisasikan. Selain itu, program tersebut juga disampaikan kepada Menteri Pertanian karena dinilai sejalan dengan agenda nasional penguatan sektor pertanian.

“Apa yang kita lakukan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pertanian harus naik kelas, tidak hanya menjual bahan mentah,” katanya.

Profesor Achmad Subagio dalam paparannya menjelaskan bahwa mocaf memiliki peluang pasar yang luas sebagai substitusi tepung terigu. Dengan teknologi tepat dan manajemen klaster yang baik, mocaf dapat menjadi produk unggulan daerah.

 Klaster Berkelanjutan, Ekonomi Lokal Menguat

Workshop ini diikuti Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, para asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Pringsewu. Peserta dibekali pemahaman tentang konsep klaster berkelanjutan agar pengembangan mocaf tidak bersifat sporadis, melainkan terintegrasi dan berjangka panjang.

Pemkab Pringsewu berharap, melalui program ini, singkong lokal mampu diolah menjadi mocaf berkualitas, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.***

INSIDE POLITIK- Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mengakselerasi pengembangan mocaf sebagai strategi hilirisasi singkong untuk memperkuat ekonomi daerah. Melalui Workshop Implementasi Mocaf Berbasis Klaster Berkelanjutan, Pemkab menegaskan komitmen menjadikan singkong tak lagi sekadar komoditas mentah, melainkan produk bernilai tambah yang mampu menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Workshop implementasi mocaf yang digelar Pemkab Pringsewu menjadi langkah awal membangun ekosistem industri singkong dari hulu ke hilir. Program ini diarahkan untuk menjawab persoalan klasik anjloknya harga singkong di Lampung sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pangan lokal.

Kegiatan berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu, Senin (26/1/2026), dengan menghadirkan Profesor Dr. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, sebagai narasumber utama. Workshop dibuka langsung oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas.

 Singkong Melimpah, Harga Jadi Masalah

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi singkong yang sangat besar. Namun, tanpa inovasi dan pengolahan lanjutan, petani kerap menjadi korban fluktuasi harga pasar.

“Lampung punya sekitar 9,7 juta ton singkong. Persoalannya bukan di produksi, tapi di harga yang sering jatuh. Mocaf menjadi salah satu jawaban agar singkong punya nilai tambah dan petani tidak terus dirugikan,” ujar Riyanto.

Menurutnya, pengembangan mocaf berbasis klaster memungkinkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari petani, koperasi, UMKM, hingga industri pengolahan, sehingga rantai ekonomi menjadi lebih kuat.

Didukung Akademisi dan Pemerintah Pusat

Riyanto menyebut, pengembangan mocaf di Pringsewu tidak berjalan sendiri. Gagasan ini telah dikomunikasikan kepada Gubernur Lampung dan mendapatkan dukungan agar segera direalisasikan. Selain itu, program tersebut juga disampaikan kepada Menteri Pertanian karena dinilai sejalan dengan agenda nasional penguatan sektor pertanian.

“Apa yang kita lakukan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pertanian harus naik kelas, tidak hanya menjual bahan mentah,” katanya.

Profesor Achmad Subagio dalam paparannya menjelaskan bahwa mocaf memiliki peluang pasar yang luas sebagai substitusi tepung terigu. Dengan teknologi tepat dan manajemen klaster yang baik, mocaf dapat menjadi produk unggulan daerah.

 Klaster Berkelanjutan, Ekonomi Lokal Menguat

Workshop ini diikuti Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, para asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Pringsewu. Peserta dibekali pemahaman tentang konsep klaster berkelanjutan agar pengembangan mocaf tidak bersifat sporadis, melainkan terintegrasi dan berjangka panjang.

Pemkab Pringsewu berharap, melalui program ini, singkong lokal mampu diolah menjadi mocaf berkualitas, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.***

INSIDE POLITIK- Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mengakselerasi pengembangan mocaf sebagai strategi hilirisasi singkong untuk memperkuat ekonomi daerah. Melalui Workshop Implementasi Mocaf Berbasis Klaster Berkelanjutan, Pemkab menegaskan komitmen menjadikan singkong tak lagi sekadar komoditas mentah, melainkan produk bernilai tambah yang mampu menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Workshop implementasi mocaf yang digelar Pemkab Pringsewu menjadi langkah awal membangun ekosistem industri singkong dari hulu ke hilir. Program ini diarahkan untuk menjawab persoalan klasik anjloknya harga singkong di Lampung sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pangan lokal.

Kegiatan berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu, Senin (26/1/2026), dengan menghadirkan Profesor Dr. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, sebagai narasumber utama. Workshop dibuka langsung oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas.

 Singkong Melimpah, Harga Jadi Masalah

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi singkong yang sangat besar. Namun, tanpa inovasi dan pengolahan lanjutan, petani kerap menjadi korban fluktuasi harga pasar.

“Lampung punya sekitar 9,7 juta ton singkong. Persoalannya bukan di produksi, tapi di harga yang sering jatuh. Mocaf menjadi salah satu jawaban agar singkong punya nilai tambah dan petani tidak terus dirugikan,” ujar Riyanto.

Menurutnya, pengembangan mocaf berbasis klaster memungkinkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari petani, koperasi, UMKM, hingga industri pengolahan, sehingga rantai ekonomi menjadi lebih kuat.

Didukung Akademisi dan Pemerintah Pusat

Riyanto menyebut, pengembangan mocaf di Pringsewu tidak berjalan sendiri. Gagasan ini telah dikomunikasikan kepada Gubernur Lampung dan mendapatkan dukungan agar segera direalisasikan. Selain itu, program tersebut juga disampaikan kepada Menteri Pertanian karena dinilai sejalan dengan agenda nasional penguatan sektor pertanian.

“Apa yang kita lakukan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pertanian harus naik kelas, tidak hanya menjual bahan mentah,” katanya.

Profesor Achmad Subagio dalam paparannya menjelaskan bahwa mocaf memiliki peluang pasar yang luas sebagai substitusi tepung terigu. Dengan teknologi tepat dan manajemen klaster yang baik, mocaf dapat menjadi produk unggulan daerah.

 Klaster Berkelanjutan, Ekonomi Lokal Menguat

Workshop ini diikuti Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, para asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Pringsewu. Peserta dibekali pemahaman tentang konsep klaster berkelanjutan agar pengembangan mocaf tidak bersifat sporadis, melainkan terintegrasi dan berjangka panjang.

Pemkab Pringsewu berharap, melalui program ini, singkong lokal mampu diolah menjadi mocaf berkualitas, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.***

INSIDE POLITIK- Pemerintah Kabupaten Pringsewu terus mengakselerasi pengembangan mocaf sebagai strategi hilirisasi singkong untuk memperkuat ekonomi daerah. Melalui Workshop Implementasi Mocaf Berbasis Klaster Berkelanjutan, Pemkab menegaskan komitmen menjadikan singkong tak lagi sekadar komoditas mentah, melainkan produk bernilai tambah yang mampu menstabilkan harga dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Workshop implementasi mocaf yang digelar Pemkab Pringsewu menjadi langkah awal membangun ekosistem industri singkong dari hulu ke hilir. Program ini diarahkan untuk menjawab persoalan klasik anjloknya harga singkong di Lampung sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pangan lokal.

Kegiatan berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Pringsewu, Senin (26/1/2026), dengan menghadirkan Profesor Dr. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D., Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember, sebagai narasumber utama. Workshop dibuka langsung oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas.

 Singkong Melimpah, Harga Jadi Masalah

Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi singkong yang sangat besar. Namun, tanpa inovasi dan pengolahan lanjutan, petani kerap menjadi korban fluktuasi harga pasar.

“Lampung punya sekitar 9,7 juta ton singkong. Persoalannya bukan di produksi, tapi di harga yang sering jatuh. Mocaf menjadi salah satu jawaban agar singkong punya nilai tambah dan petani tidak terus dirugikan,” ujar Riyanto.

Menurutnya, pengembangan mocaf berbasis klaster memungkinkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari petani, koperasi, UMKM, hingga industri pengolahan, sehingga rantai ekonomi menjadi lebih kuat.

Didukung Akademisi dan Pemerintah Pusat

Riyanto menyebut, pengembangan mocaf di Pringsewu tidak berjalan sendiri. Gagasan ini telah dikomunikasikan kepada Gubernur Lampung dan mendapatkan dukungan agar segera direalisasikan. Selain itu, program tersebut juga disampaikan kepada Menteri Pertanian karena dinilai sejalan dengan agenda nasional penguatan sektor pertanian.

“Apa yang kita lakukan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pertanian harus naik kelas, tidak hanya menjual bahan mentah,” katanya.

Profesor Achmad Subagio dalam paparannya menjelaskan bahwa mocaf memiliki peluang pasar yang luas sebagai substitusi tepung terigu. Dengan teknologi tepat dan manajemen klaster yang baik, mocaf dapat menjadi produk unggulan daerah.

 Klaster Berkelanjutan, Ekonomi Lokal Menguat

Workshop ini diikuti Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila, para asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kabupaten Pringsewu. Peserta dibekali pemahaman tentang konsep klaster berkelanjutan agar pengembangan mocaf tidak bersifat sporadis, melainkan terintegrasi dan berjangka panjang.

Pemkab Pringsewu berharap, melalui program ini, singkong lokal mampu diolah menjadi mocaf berkualitas, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.***

Source: WAHYU WIDODO
Tags: Ekonomi DaerahHilirisasi SingkongInovasi PertanianMocaf PringsewuPemkab Pringsewu
Previous Post

Jangan Akali Regulasi, LSM PRO RAKYAT Minta Pemprov Patuhi UU soal Batas Wilayah

Next Post

Nilai Pagu–HPS Dinilai Janggal, LSM Pro Rakyat Laporkan Proyek SPAM ke Kejati

Related Posts

TLIFF 2026 Resmi Digelar di ITERA, Film-Film dari Spanyol, Jepang, dan Singapura Turut Meriahkan Festival
Daerah

TLIFF 2026 Resmi Digelar di ITERA, Film-Film dari Spanyol, Jepang, dan Singapura Turut Meriahkan Festival

Juli 15, 2026
LSM PRO RAKYAT Minta Gubernur Lampung Copot Eks Kadis DKP dari Jabatan Staf Ahli, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik ASN
Daerah

LSM PRO RAKYAT Minta Gubernur Lampung Copot Eks Kadis DKP dari Jabatan Staf Ahli, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik ASN

Juli 15, 2026
Menuju Birokrasi Modern, Kantor Pertanahan Tanggamus Ikuti Penyederhanaan Regulasi Layanan ATR/BPN
Daerah

Menuju Birokrasi Modern, Kantor Pertanahan Tanggamus Ikuti Penyederhanaan Regulasi Layanan ATR/BPN

Juli 15, 2026
Kantor Pertanahan Tanggamus Ikuti REBOAN ATR/BPN, Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Daerah

Kantor Pertanahan Tanggamus Ikuti REBOAN ATR/BPN, Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Juli 15, 2026
Nobar Bersama Jadi Ajang Pererat Kolaborasi, Kantor Pertanahan Tanggamus Teguhkan Sinergi dengan Pemda
Daerah

Nobar Bersama Jadi Ajang Pererat Kolaborasi, Kantor Pertanahan Tanggamus Teguhkan Sinergi dengan Pemda

Juli 15, 2026
Isbedy Stiawan ZS Luncurkan Puisi 68 di TIM Jakarta, Sastrawan Nasional Beri Testimoni
Daerah

Isbedy Stiawan ZS Luncurkan Puisi 68 di TIM Jakarta, Sastrawan Nasional Beri Testimoni

Juli 15, 2026
Next Post
Nilai Pagu–HPS Dinilai Janggal, LSM Pro Rakyat Laporkan Proyek SPAM ke Kejati

Nilai Pagu–HPS Dinilai Janggal, LSM Pro Rakyat Laporkan Proyek SPAM ke Kejati

Mengapa Relawan Lebih Kuat dari Kader

Mengapa Relawan Lebih Kuat dari Kader

Orang Tua Khawatir, KBM SD Handayani Terpaksa di Tenda Darurat

Orang Tua Khawatir, KBM SD Handayani Terpaksa di Tenda Darurat

Salat Gaib di Bandar Lampung, TNI Doakan Prajurit dan Warga Cisarua

Salat Gaib di Bandar Lampung, TNI Doakan Prajurit dan Warga Cisarua

ACC Perkuat Literasi Keuangan, Edukasi Pembiayaan Berkelanjutan di Lampung

ACC Perkuat Literasi Keuangan, Edukasi Pembiayaan Berkelanjutan di Lampung

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Lautan Sholawat di Sendangbaru, Ribuan Warga Peringati 1 Suro 1447 H dengan Penuh Khidmat

Lautan Sholawat di Sendangbaru, Ribuan Warga Peringati 1 Suro 1447 H dengan Penuh Khidmat

Juli 18, 2025
Pemprov Lampung Pastikan Seleksi Jabatan dan Pelantikan Pejabat Dilaksanakan Secara Transparan

Pemprov Lampung Pastikan Seleksi Jabatan dan Pelantikan Pejabat Dilaksanakan Secara Transparan

Agustus 23, 2025
Pemimpin Hizbullah Pastikan Akan Terus Berperang Melawan Zionis israel

Pemimpin Hizbullah Pastikan Akan Terus Berperang Melawan Zionis israel

Oktober 31, 2024
Dari Serikat Pekerja hingga Komunitas Ojol Sepakat Dukung Pasangan Ardjuno di Pilgub Lampung

Pasangan Ardjuno Fokus Garap Desa

September 28, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • TLIFF 2026 Resmi Digelar di ITERA, Film-Film dari Spanyol, Jepang, dan Singapura Turut Meriahkan Festival
  • LSM PRO RAKYAT Minta Gubernur Lampung Copot Eks Kadis DKP dari Jabatan Staf Ahli, Soroti Dugaan Pelanggaran Etik ASN
  • Menuju Birokrasi Modern, Kantor Pertanahan Tanggamus Ikuti Penyederhanaan Regulasi Layanan ATR/BPN
  • Kantor Pertanahan Tanggamus Ikuti REBOAN ATR/BPN, Perkuat Sinergi dan Tingkatkan Kualitas Pelayanan

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In