INSIDE POLITIK– Pengangkatan 10 tokoh nasional menjadi pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 10 November 2025 mendapatkan respons positif dari berbagai kalangan, termasuk politisi Partai Golkar. Anton Subagiyo, Ketua Fraksi Golkar DPRD Pringsewu, menilai keputusan ini tepat, khususnya terkait pengangkatan mantan Presiden RI ke-2, H. Soeharto.
Anton menyampaikan bahwa Presiden Soeharto termasuk kategori pahlawan nasional di bidang perjuangan dan politik. Julukan “Presiden Pembangunan” melekat pada Soeharto karena keberhasilannya memimpin berbagai program pembangunan nasional yang berdampak luas, mulai dari ekonomi, pertanian, pendidikan, hingga kesehatan, selama masa pemerintahannya dari 1967 hingga 1998.
Menurut Anton, keberhasilan Soeharto bukan hanya dalam stabilisasi politik, tetapi juga dalam menciptakan fondasi pembangunan yang kokoh untuk Indonesia. Beberapa capaian penting yang diakui dalam pengangkatan ini antara lain:
1. Peningkatan ekonomi nasional
Melalui program Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun), pembangunan dilakukan secara bertahap dan terencana. Ekonomi Indonesia yang semula kacau pada awal Orde Baru berhasil distabilkan dan mengalami pertumbuhan signifikan.
2. Swasembada pangan
Pada tahun 1984, Indonesia mencapai swasembada beras berkat program pertanian intensif seperti BIMAS (Bimbingan Massal) dan INMAS (Intensifikasi Massal). Keberhasilan ini membawa pengakuan internasional berupa penghargaan dari FAO, badan PBB yang bergerak di bidang pangan.
3. Pembangunan infrastruktur
Masa pemerintahan Soeharto ditandai pembangunan jalan, jembatan, waduk, dan fasilitas publik lainnya secara masif. Program transmigrasi juga dijalankan untuk pemerataan penduduk dan memperkuat pembangunan daerah.
4. Pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan
Sekolah Dasar Inpres didirikan di berbagai wilayah terpencil untuk pemerataan pendidikan. Selain itu, puskesmas dan rumah sakit banyak dibangun di seluruh Indonesia untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
5. Stabilitas politik dan keamanan
Pemerintahannya menjaga stabilitas nasional, walaupun sering diiringi dengan pembatasan kebebasan politik. Stabilitas ini dianggap Anton sebagai salah satu faktor yang mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di berbagai daerah.
Selain Soeharto, pengangkatan pahlawan nasional kali ini mencakup tokoh-tokoh berpengaruh lain dari berbagai bidang perjuangan, antara lain:
1. Almarhum KH Abdurrahman Wahid – perjuangan politik dan pendidikan Islam
2. Almarhum Marsinah – perjuangan sosial dan kemanusiaan
3. Almarhum Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja – perjuangan dan politik
4. Almarhumah Hajjah Rahmah El Yunusiyyah – pendidikan Islam
5. Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – perjuangan bersenjata
6. Almarhum Sultan Muhammad Salahuddin – pendidikan dan diplomasi
7. Almarhum Syaikhona Muhammad Kholil – pendidikan Islam
8. Almarhum Tuan Rondahaim Saragih – perjuangan bersenjata
9. Almarhum Zainal Abidin Syah – perjuangan politik dan diplomasi
Anton menekankan bahwa pengangkatan tokoh-tokoh ini sebagai pahlawan nasional tidak hanya menghormati jasa mereka, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengabdi bagi bangsa. Ia berharap pengakuan ini dapat memperkuat rasa cinta tanah air dan memotivasi seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan bangsa.***




















