Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Senin, Oktober 26, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Penemuan Keramik dan Koin Kuno di Keratuan Balau, Budayawan Soroti Jejak Perdagangan Masa Lalu

adminpolitik by adminpolitik
September 8, 2026
in Daerah, Lampung

INSIDEPOLITIK— Penemuan sejumlah artefak yang diduga berasal dari masa Dinasti Tang hingga Dinasti Ming di wilayah yang secara historis berkaitan dengan Keratuan Balau membuka dugaan baru mengenai jejak perdagangan dan aktivitas peradaban masa lalu di Lampung.

Artefak tersebut ditemukan oleh Rudi Santoso pada 2 September 2026. Sejumlah benda yang ditemukan disebut berupa keramik dan koin yang diduga berasal dari China.

BACA JUGA

IKA FH Unila 2008 Satukan Dukungan, Budiyono Didorong Pimpin Universitas Lampung

Harga Singkong Naik Jadi Rp3.000 per Kg, Mentan Amran Tegaskan Dukungan untuk Petani

Namun, temuan tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai bukti keberadaan pusat perdagangan atau aktivitas masyarakat tertentu pada masa lalu. Budayawan Arie Sai Bumi menilai penelitian lebih mendalam diperlukan untuk memastikan usia, fungsi, asal-usul, hingga konteks keberadaan benda-benda tersebut.

“Bahwa ada seorang manusia menemukan beberapa artefak yang diduga dari masa Dinasti Tang, berupa keramik, dan Dinasti Ming,” kata Arie Sai Bumi dalam wawancara, Senin, 7 September 2026.

Menurut Arie, lokasi penemuan artefak berada di kawasan yang memiliki keterkaitan historis dengan Keratuan Balau. Meski demikian, penyebutan wilayah tersebut harus dipahami berdasarkan kondisi geografis dan sejarah pada periode ketika artefak diduga digunakan.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menggunakan kondisi geografis masa kini untuk menjelaskan situasi wilayah pada masa lampau.

“Tarik geografis pada masa, abad, di mana kita bicara situs,” ujarnya.

Arie juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah menemukan benda serupa ketika berada di kawasan ladang tebu di sekitar Putar Balau. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan narasi sejarah Keratuan Balau, meskipun periode dan konteks sejarahnya masih membutuhkan penelitian yang lebih komprehensif.

Ia menilai literasi mengenai sejarah Keratuan Balau perlu terus dikembangkan, mulai dari periode awal hingga akhir, agar setiap penemuan benda bersejarah dapat ditempatkan dalam konteks sejarah yang utuh.

Dugaan Jejak Perdagangan Masa Lalu

Keberadaan koin yang diduga berasal dari China menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Arie menduga benda tersebut dapat memiliki keterkaitan dengan aktivitas perdagangan dan pertukaran barang yang pernah berlangsung di wilayah tersebut.

Jika dugaan itu dapat dibuktikan melalui penelitian arkeologis, temuan tersebut berpotensi memberikan petunjuk mengenai hubungan ekonomi masyarakat lokal dengan jaringan perdagangan yang lebih luas.

“Di situ juga adanya semacam pasar, sehingga terjadi jual-beli, transaksi, tukar barang,” kata Arie.

Menurutnya, masyarakat pada masa lalu kemungkinan telah mengenal berbagai bentuk pertukaran barang. Namun, ia belum dapat memastikan apakah koin yang ditemukan benar-benar digunakan sebagai alat pembayaran dalam aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

Arie juga membuka kemungkinan adanya hubungan antara wilayah Lampung dengan jaringan perdagangan antarkawasan Asia. Para pedagang dari berbagai wilayah, termasuk jaringan perdagangan Gujarat maupun kawasan yang terhubung dengan Jalur Sutra, diduga pernah melakukan perjalanan melalui wilayah pesisir dan kawasan lainnya.

Meski demikian, seluruh dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui penelitian geografis, sejarah, dan arkeologi.

“Pada masa kapan, periode kapan, sudah terjadi, punya kebutuhan, punya kepentingan untuk menukar barang. Berarti sudah ada pasaran di situ,” ujarnya.

Mengapa Artefak Bisa Terkubur?

Arie menawarkan sejumlah kemungkinan mengenai keberadaan artefak yang kini ditemukan dalam kondisi terpendam.

Pertama, benda-benda tersebut kemungkinan sengaja dikubur oleh pemiliknya untuk menyembunyikan barang berharga dari ancaman perampokan atau konflik.

Kedua, benda-benda tersebut mungkin berkaitan dengan tradisi masyarakat pada masa tertentu, termasuk kemungkinan penguburan benda bersama jenazah.

Ketiga, perubahan bentang alam dan bencana alam juga dapat menjadi salah satu penyebab benda-benda peninggalan masa lalu tertimbun di dalam tanah.

Arie mengaitkan kemungkinan tersebut dengan sejumlah peristiwa besar dalam sejarah Lampung, termasuk letusan Krakatau pada 1883. Menurutnya, bencana besar dapat mengubah kondisi geografis sekaligus menyebabkan benda-benda peninggalan peradaban tertimbun atau tercecer.

“Kalau memang dia disimpan atau apa, mungkin itu yang tercecer ketika terjadi bencana,” katanya.

Selain itu, artefak juga mungkin berasal dari kawasan permukiman atau bangunan yang kemudian ditinggalkan oleh penghuninya. Ketika masyarakat berpindah dari suatu wilayah, sebagian benda dapat tertinggal atau tercecer.

Kemungkinan lain, seseorang sengaja mengubur barang berharga ketika terjadi ancaman keamanan atau penjarahan.

Perlu Penelitian dan Verifikasi Ahli

Arie menegaskan penemuan artefak oleh Rudi Santoso seharusnya menjadi pintu masuk bagi penelitian yang lebih sistematis.

Menurutnya, sejumlah aspek harus dikaji secara ilmiah, mulai dari lokasi penemuan, lapisan tanah, jenis material, bentuk benda, karakteristik keramik, hingga identifikasi terhadap koin yang ditemukan.

Dokumentasi terhadap setiap temuan juga dinilai penting agar informasi mengenai lokasi dan konteks penemuan tidak hilang.

Arie mendorong pengembangan narasi sejarah Keratuan Balau berdasarkan sumber sejarah, kajian arkeologi, serta literatur yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Yang kita mau itu misi kita,” katanya.

Penemuan artefak tersebut, menurutnya, belum dapat menjadi bukti final mengenai keberadaan pusat perdagangan China di wilayah Keratuan Balau.

Namun, keberadaan keramik dan koin yang diduga berasal dari berbagai periode di China dapat menjadi petunjuk awal untuk meneliti kemungkinan adanya kontak perdagangan, pertukaran barang, maupun pergerakan manusia di wilayah Lampung pada masa lalu.

Karena itu, verifikasi oleh ahli arkeologi menjadi tahapan penting sebelum artefak tersebut ditempatkan dalam narasi sejarah Lampung.

Jika penelitian nantinya mampu mengonfirmasi usia dan asal-usul benda-benda tersebut, penemuan ini berpotensi memperkaya pemahaman mengenai posisi Lampung dalam jaringan perdagangan dan interaksi antarkawasan pada masa lalu.

Penemuan artefak di wilayah Keratuan Balau pun kini tidak hanya menjadi sebuah cerita tentang benda yang terkubur di dalam tanah, tetapi juga membuka peluang untuk menelusuri kembali jejak peradaban Lampung yang mungkin selama ini belum sepenuhnya terungkap.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Arie Sai Bumiarkeologi LampungArtefak Bandar LampungArtefak Dinasti MingArtefak Dinasti Tangbudaya lampungKeramik ChinaKeratuan BalauKoin Kuno ChinaPenemuan ArtefakPerdagangan Masa LaluRudi SantosoSejarah Keratuan Balausejarah LampungSitus Bersejarah Lampung
Previous Post

Riset Jangan Cuma Jadi Jurnal! Budiyono Ingin Unila Jadi Problem Solver untuk Lampung

Next Post

Peduli Warga Terdampak Abu Vulkanik, Demokrat Pringsewu Sebar 1.500 Masker

Related Posts

IKA FH Unila 2008 Satukan Dukungan, Budiyono Didorong Pimpin Universitas Lampung
Bandar Lampung

IKA FH Unila 2008 Satukan Dukungan, Budiyono Didorong Pimpin Universitas Lampung

Oktober 25, 2026
Harga Singkong Naik Jadi Rp3.000 per Kg, Mentan Amran Tegaskan Dukungan untuk Petani
Daerah

Harga Singkong Naik Jadi Rp3.000 per Kg, Mentan Amran Tegaskan Dukungan untuk Petani

Oktober 25, 2026
Gubernur Mirza dan Ahmad Muzani Hadiri Bandar Lampung Berselawat, Serukan Persaudaraan
Bandar Lampung

Gubernur Mirza dan Ahmad Muzani Hadiri Bandar Lampung Berselawat, Serukan Persaudaraan

Oktober 25, 2026
Beraksi Dini Hari, Empat Pria Diduga Curi Ban Bekas di Natar, Kerugian Rp13 Juta
Daerah

Beraksi Dini Hari, Empat Pria Diduga Curi Ban Bekas di Natar, Kerugian Rp13 Juta

Oktober 25, 2026
Kadri Hartono Ajak Jajaran Kantah Tanggamus Baca Newsletter ATR/BPN
Daerah

Kadri Hartono Ajak Jajaran Kantah Tanggamus Baca Newsletter ATR/BPN

Oktober 24, 2026
Kantah Tanggamus Susun Strategi Reforma Agraria untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Daerah

Kantah Tanggamus Susun Strategi Reforma Agraria untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Oktober 24, 2026
Next Post
Peduli Warga Terdampak Abu Vulkanik, Demokrat Pringsewu Sebar 1.500 Masker

Peduli Warga Terdampak Abu Vulkanik, Demokrat Pringsewu Sebar 1.500 Masker

APBD Pringsewu 2026 Berubah, Belanja Daerah Naik Rp41,49 Miliar

APBD Pringsewu 2026 Berubah, Belanja Daerah Naik Rp41,49 Miliar

Debu Anak Krakatau Mulai Terasa, Kodam XXI/Radin Inten Bergerak Lindungi Masyarakat

Debu Anak Krakatau Mulai Terasa, Kodam XXI/Radin Inten Bergerak Lindungi Masyarakat

Calon Rektor Unila Budiyono dorong kampus jadi pusat solusi persoalan masyarakat

Calon Rektor Unila Budiyono dorong kampus jadi pusat solusi persoalan masyarakat

Dari Lahan Lapas Jadi Ladang Skill, WBP Kalianda Belajar Tanam Cabai

Dari Lahan Lapas Jadi Ladang Skill, WBP Kalianda Belajar Tanam Cabai

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Dampingi Menko AHY, Kapolda Lampung Helmy Santika Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah

Dampingi Menko AHY, Kapolda Lampung Helmy Santika Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan Infrastruktur dan Konektivitas Wilayah

Oktober 15, 2025
Bupati Tanggamus Tekankan Akuntabilitas dalam Laporan Pertanggungjawaban Tahun 2024

Bupati Tanggamus Tekankan Akuntabilitas dalam Laporan Pertanggungjawaban Tahun 2024

April 25, 2025
israel Kecele, Pabrik Rudal Iran Tetap Luput dari Serangan zionis

Iran Pastikan Akan Bumi Hanguskan Israel

November 2, 2024

Duit Kesehatan Jumbo, Tapi Banyak Nyangkut di Birokrasi

Januari 21, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • IKA FH Unila 2008 Satukan Dukungan, Budiyono Didorong Pimpin Universitas Lampung
  • Harga Singkong Naik Jadi Rp3.000 per Kg, Mentan Amran Tegaskan Dukungan untuk Petani
  • Gubernur Mirza dan Ahmad Muzani Hadiri Bandar Lampung Berselawat, Serukan Persaudaraan
  • Mengapa Kriminalisasi: Ketika Hukum Dipersepsikan Menekan Suara Publik
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In