Rabu, Oktober 7, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Rabu, Oktober 7, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

Membaca Perjalanan Puisi Muhammad Alfariezie: Dari Romantisme hingga Kesadaran Alam

Melda by Melda
Agustus 23, 2026
in Bandar Lampung, Daerah
Membaca Perjalanan Puisi Muhammad Alfariezie: Dari Romantisme hingga Kesadaran Alam

INSIDE POLITIK- Puisi-puisi Muhammad Alfariezie yang lahir dalam rentang 2020–2026 memperlihatkan perjalanan kepenyairan yang menarik: dari ungkapan cinta yang romantik menuju kesadaran yang lebih luas tentang alam, kehidupan sosial, bahkan kekuasaan.

Perubahan tersebut menjadikan Alfariezie bukan sekadar penyair yang menggunakan alam sebagai latar keindahan, melainkan penyair yang mulai menjadikan alam sebagai bahasa untuk membaca kehidupan manusia. Berikut ini puisi:

BACA JUGA

Keringanan Pajak Berakhir 31 Oktober, Samsat Pringsewu Imbau Warga Segera Manfaatkan

Pesta Ultah Bermusik DJ Berujung Penggerebekan, 13 Orang Diamankan Ditresnarkoba

Intipan Penghujung Senja

Masih sempat dia mengintip
dari rimbun bukit padahal
waktu dan ruangnya tampak
sudah kian menyempit

Matahari, apakah belum
yakin bulan amanah dengan
cahayanya sehingga kita
dan mereka tetap layaknya
ladang sebagai rezeki orang
maupun binatang?

Dan masih sempat diintipnya
perlahan dari bebatuan
cadas

Matahari, mungkin enggak
tega pemakaian bulan bikin
gerah bagi yang kurang
sejahtera

2026

PUJI

1
Suaramu nuri membuat embun tertidur
Engkau nyanyian membuatku memotong
ranting menjulur
Jernih bola matamu mengusir gelombang
Seperti hujan di tanah gersang
Beningmu menyuburkan leladang
Teratai melatiku tumbuh
Stellaku mengisi kota dari pagi hingga subuh
Putiknya lentik
Serupa kolam kedatangan rerintik
Tapi di tengah lelampu jika tanpamu
Pasti kuhanya termangu, kekasihku
Jika aku sendiri
Hidup ini umpama selalu memakan teri
Selain itu, sayangku, pelukmu ke tubuhku
Adalah kehangatanku

2020

2
Tak perduli kemarau atau penghujan
Hari datang dan pergi
Begitu pun pangeran
Harus selalu merawat negeri
Tapi umpama aku dewa
Takan sepi tanpa kekasih
Sayang aku pewaris tahta
Bila sendiri pastilah sedih
Cintaku
Pemaluku
Awan di langit adalah putihmu
Awan di langit ialah wajahmu
Awan di langit keindahanmu
Suci dan jernih ialah kamu
Pagi, siang dan malam pasti
doaku untukmu
Kaki, jari, hingga tubuhku pasti bergerak sesuai inginmu

2020

SUARA BATIN KITA

Bila mendengar bisik bunga-bunga
Tahulah ingin mekar tanpa luka menganga
Seperti kulit mulus pevita
Begitu pun suara batin kita
Berbisik-bisik ingin menikmati alam kuta
Melihat ombak dan keindahan pagi serta senja
Bahagia, adalah kata-kata puitis penyair
Seperti daun-daun yang mendesir
Sejuk dan kadang menyihir

2021

SEMOGA BERJUMPA DI SURGA

Pernah terdengar
            Ada yang merindu di sungai itu
Nyanyinya merdu. Namun
Wajahnya dini hari

Pernah terdengar
            Yang merindu itu seorang putri
Sayang,
Hanya selendang putihnya terapung
Saat ini,
Sekadar wajah cantik di dalam lukisan
Konon, dia tenggelam
Bersama jernihnya cinta
            Di manakah yang berkinanti itu berada?
Semoga saja
            Kami berjumpa di surga

2020

BERMIL-MIL KAMI MENCARI PELANGI

Hujan yang menyegarkan tanaman
Ribuan orang berkumpul
Bernyanyi di tanah lapang
Keinginannya hanya satu, yaitu
Segera turun, duhai
Penyempurna bunga-bunga
            Anak-anak rindu taman nan rimbun
            Bapak dan ibu
Ingin sekali sumur yang basah, wahai
Penyubur ladang-ladang
Bermil-mil kami mencari pelangi
Tapi, hingga puncak paling tinggi
Hanya mendung
Dan begitu jelas

2020

BAGAIMANA MENANAM CANTIK ITU

Bunga jingga di sisi jalan
Bagai senja pembuat senang,
            meski diri tak berteman
Entah siapa
Bagaimana menanam cantik itu
Yang jelas
Laksana danau diri ini
Sungguh
Memandang jingga di dalam taman
Sayang, tak boleh dibawa pulang
Andai…
Pasti menghias pagi dan malam
Seperti mentari
Yang terangnya untuk bulan
Kemiling, Bandarlampung 22 Desember 2020

RINDANG

Jika lagu dan adzan masih berkumandang 
Bila ilalang masih bisa ditebang
Lalu bayam, ikan dan nasi mudah kita makan 
Kenapa musti menuduhnya tiran?
Biar saja tentaranya berbaris di jalan-jalan
Biar saja polisinya bagai macan
Selagi rumah kebun tumbuh bunga dan mangga
Lebih asyik berolahraga dengan keluarga
Lagi pula gunung hijau menjulang 
Di sana belukar tapi rindang
Ada kijang dan harimau
Air mengalir hingga ke surau
2020

Dalam puisi “Puji”, misalnya, alam masih hadir sebagai metafora cinta.

Alfariezie memyandingkan Mata kekasih dengan kejernihan air, hujan dengan kesuburan, dan tubuh dengan kehangatan.

Pola ini memang masih dekat dengan romantisme konvensional.

Namun, menariknya, Alfariezie sesekali memasukkan benda-benda konkret seperti teri, ladang, hujan, dan makanan.

Di titik ini, cinta tidak lagi melayang sebagai perasaan abstrak, tetapi bersentuhan dengan materialitas kehidupan sehari-hari.

Perkembangan lebih jauh tampak dalam “Bermil-Mil Kami Mencari Pelangi”.

Hujan tidak lagi sekadar simbol kerinduan, melainkan kebutuhan masyarakat.

Anak-anak merindukan taman, sementara orang tua mengharapkan sumur yang basah dan ladang yang subur.

Pelangi kemudian menjadi metafora harapan kolektif, tetapi pencarian itu justru berakhir pada “mendung”.

Alam dalam puisi tersebut telah berubah menjadi persoalan kesejahteraan.

Kecenderungan sosial itu semakin jelas dalam “Rindang”. Bayam, ikan, nasi, kebun, gunung, air, bahkan keberadaan polisi dan tentara menjadi bagian dari perenungan politik penyair.

Puisi ini menarik karena tidak membicarakan kekuasaan melalui bahasa politik yang berat, tetapi melalui pertanyaan sederhana: apakah manusia masih dapat makan, beribadah, bekerja, dan hidup bersama keluarga?

Meski demikian, pandangan politiknya masih menyisakan penyederhanaan.

Kehidupan material yang tenteram belum tentu identik dengan kebebasan politik.

Di sinilah puisi tersebut justru menarik untuk diperdebatkan.

Puncak perkembangan terlihat dalam “Intipan Penghujung Senja” (2026). Penyair Generasi Bsru ini memposisikan Matahari dan bulan seperti subjek yang memiliki hubungan moral, sementara ia membayangkan ladang sebagai sumber rezeki bagi “orang maupun binatang”.

Alam tidak lagi sekadar objek yang dikagumi manusia. Ia mulai tampil sebagai bagian dari kehidupan yang memiliki kepentingan sendiri.

Dari perspektif kritik sastra kontemporer, kecenderungan tersebut dapat dibaca sebagai ekopoetika: puisi yang tidak hanya menggambarkan alam, tetapi mempertanyakan hubungan manusia dengan lingkungan dan dunia nonmanusia.

Di sinilah kekhasan Alfariezie mulai terbentuk.

Namun, kekuatan gagasan tersebut belum selalu diikuti kematangan bahasa.

Beberapa metafora masih konvensional—hujan sebagai cinta, bunga sebagai kecantikan, matahari sebagai harapan. Sejumlah diksi juga terasa terlalu langsung.

Dengan kata lain, imajinasi Alfariezie kadang lebih maju daripada teknik puitiknya.

Justru karena itu, tantangan kepenyairannya kini bukan mencari lebih banyak tema, melainkan menemukan bahasa yang benar-benar personal.

Benda-benda sederhana seperti teri, bayam, ikan, nasi, sumur, ilalang, ladang, dan bebatuan cadas berpotensi menjadi kekuatan khasnya.

Dari benda-benda itulah Alfariezie dapat membangun puisi yang tidak sekadar indah, tetapi memiliki identitas.

Jika dibaca secara kronologis, perjalanan Alfariezie dapat diringkas sebagai perubahan dari “aku dan kekasih” menuju “kita dan mereka”, lalu menuju “orang maupun binatang”.

Perubahan kecil dalam cara memandang tersebut menunjukkan perkembangan besar dalam kesadaran puitiknya.

Muhammad Alfariezie belum menjadi penyair yang selesai—dan mungkin justru itu daya tarik terbesarnya.

Ia sedang menemukan bentuk bagi kegelisahan tentang cinta, alam, kemiskinan, kekuasaan, kehilangan, dan kehidupan.

Apabila ia mampu menundukkan bahasa sebagaimana ia telah menemukan kegelisahannya, bukan tidak mungkin ekopoetika yang tumbuh dari pengalaman lokal dan keseharian itu kelak menjadi salah satu ciri penting kepenyairannya.

Sebab penyair pada akhirnya bukan hanya orang yang memiliki sesuatu untuk dikatakan, melainkan orang yang menemukan cara yang hanya dapat dikatakan melalui bahasanya sendiri.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: EkopoetikaKritikSastraMuhammadAlfarieziePenyairMudaPuisiSastraIndonesia
Previous Post

Motor Dicuri Berhasil Ditemukan, Kapolres Lampung Selatan Serahkan Langsung ke Korban

Next Post

KBSB Kalianda Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Jalan Sehat dan Bazar UMKM

Related Posts

Keringanan Pajak Berakhir 31 Oktober, Samsat Pringsewu Imbau Warga Segera Manfaatkan
Daerah

Keringanan Pajak Berakhir 31 Oktober, Samsat Pringsewu Imbau Warga Segera Manfaatkan

Oktober 7, 2026
Pesta Ultah Bermusik DJ Berujung Penggerebekan, 13 Orang Diamankan Ditresnarkoba
Daerah

Pesta Ultah Bermusik DJ Berujung Penggerebekan, 13 Orang Diamankan Ditresnarkoba

Oktober 7, 2026
Integrasikan Penataan Aset dan Penataan Akses, Kantor Pertanahan Kabupaten Pringsewu Dukung Pelaksanaan Reforma Agraria
Daerah

Integrasikan Penataan Aset dan Penataan Akses, Kantor Pertanahan Kabupaten Pringsewu Dukung Pelaksanaan Reforma Agraria

Oktober 7, 2026
Jaga Keamanan Pelabuhan, ASDP Bakauheni Terapkan Face Recognition hingga Stiker Kendaraan
Daerah

Jaga Keamanan Pelabuhan, ASDP Bakauheni Terapkan Face Recognition hingga Stiker Kendaraan

Oktober 7, 2026
Ratusan Warga Lampung Selatan Bergemuruh Saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Daerah

Ratusan Warga Lampung Selatan Bergemuruh Saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Oktober 6, 2026
89 Kg Sabu dan Ribuan Etomidate Disita, 7 Tersangka Diamankan Polda Lampung
Bandar Lampung

89 Kg Sabu dan Ribuan Etomidate Disita, 7 Tersangka Diamankan Polda Lampung

Oktober 6, 2026
Next Post
KBSB Kalianda Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Jalan Sehat dan Bazar UMKM

KBSB Kalianda Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Jalan Sehat dan Bazar UMKM

Polisi Gerebek Rumah Kos di Pringsewu, Pria 25 Tahun dan Pelajar 16 Tahun Diamankan

Polisi Gerebek Rumah Kos di Pringsewu, Pria 25 Tahun dan Pelajar 16 Tahun Diamankan

Gubernur Mirza Terima Penghargaan HKBP atas Dedikasi Jaga Kerukunan di Lampung

Gubernur Mirza Terima Penghargaan HKBP atas Dedikasi Jaga Kerukunan di Lampung

Gubernur Mirza Dorong Perguruan Tinggi Jadi Mitra Strategis Pembangunan Lampung

Gubernur Mirza Dorong Perguruan Tinggi Jadi Mitra Strategis Pembangunan Lampung

PTS Bersatu dari Lampung, Rakernas I APTISI Usung Semangat Indonesia Emas 2045

PTS Bersatu dari Lampung, Rakernas I APTISI Usung Semangat Indonesia Emas 2045

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Menyesuaikan Kebutuhan Rakyat: DPRD Lampung Selatan Bahas Perubahan Anggaran 2025

Menyesuaikan Kebutuhan Rakyat: DPRD Lampung Selatan Bahas Perubahan Anggaran 2025

Juni 12, 2025
Perkuat Sinergi, Bupati Parosil Mabsus dan Wabup Mad Hasnurin Kunjungi Forkopimda

Perkuat Sinergi, Bupati Parosil Mabsus dan Wabup Mad Hasnurin Kunjungi Forkopimda

Maret 17, 2025
Rahmawati Herdian: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Masa Depan Anak Indonesia

Rahmawati Herdian: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Masa Depan Anak Indonesia

Maret 7, 2026
PKB Koalisi dengan Gerindra di DKI dan Jabar

PKB Siap Deklarasi Dukung Pemerintahan di Muktamar Bali

Agustus 14, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Keringanan Pajak Berakhir 31 Oktober, Samsat Pringsewu Imbau Warga Segera Manfaatkan
  • Pesta Ultah Bermusik DJ Berujung Penggerebekan, 13 Orang Diamankan Ditresnarkoba
  • Integrasikan Penataan Aset dan Penataan Akses, Kantor Pertanahan Kabupaten Pringsewu Dukung Pelaksanaan Reforma Agraria
  • Jaga Keamanan Pelabuhan, ASDP Bakauheni Terapkan Face Recognition hingga Stiker Kendaraan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In