INSIDE POLITIK- Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Lingkungan I, Kelurahan Sukarame, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, melalui kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan yang dilaksanakan secara serentak pada Jumat. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh Rukun Tetangga (RT) mulai dari RT 001 hingga RT 023, dengan titik utama pembersihan berada di Jalan Pulau Karimun Jawa dan Jalan Sangiang.
Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari program rutin Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui gerakan korve serentak dan Jumat Bersih yang melibatkan unsur pemerintah, TNI, Polri, pelajar, serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Lurah Sukarame, Doni Nopria, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar terus menjaga kebersihan lingkungan demi menciptakan kawasan yang sehat, nyaman, dan bebas dari sampah.
“Gotong royong ini bertujuan membangun kesadaran bersama agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan nyaman. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Selain melakukan pembersihan lingkungan, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi drainase di Jalan Pulau Karimun. Mereka mengeluhkan saluran air yang sebagian tertutup cor beton dan urugan tanah sehingga aliran limbah rumah tangga tidak mengalir dengan baik.
Akibat kondisi tersebut, genangan air kerap terjadi, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Menanggapi keluhan tersebut, Doni Nopria menegaskan pihak Kelurahan Sukarame akan segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung agar persoalan drainase dapat segera ditangani.
“Masukan dari masyarakat akan kami tampung dan segera kami laporkan kepada Ibu Wali Kota agar dapat menjadi perhatian dalam program penanganan drainase,” katanya.
Ia menjelaskan, sebelumnya pihak kelurahan bersama Camat Sukarame telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan memberikan teguran kepada salah seorang warga yang menutup saluran drainase menggunakan cor beton.
“Baru-baru ini saya bersama Camat Sukarame mendatangi lokasi dan menegur salah seorang warga yang menutup saluran drainase di Jalan Pulau Karimun Jawa dengan cor beton. Saluran drainase harus tetap berfungsi agar aliran air tidak terhambat dan tidak menimbulkan genangan,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang warga bernama Hartono berharap Pemerintah Kota Bandar Lampung dapat memprioritaskan revitalisasi sistem drainase di Jalan Pulau Karimun. Menurutnya, jalan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat sehingga kondisi drainase yang baik sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko banjir maupun genangan air.
Harapan warga tersebut sejalan dengan komitmen Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang saat ini terus menggencarkan program peremajaan sistem drainase di sejumlah ruas jalan protokol maupun kawasan yang selama ini menjadi titik rawan genangan di Kota Bandar Lampung.
Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, warga berharap persoalan drainase di Jalan Pulau Karimun dapat segera ditangani sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.*** ( humas dprd)














