Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Minggu, Oktober 18, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Way Kambas Ubah Cara Hadapi Gajah: Lebah Jadi Penjaga, Mahot Belajar ke Thailand

Melda by Melda
September 1, 2026
in Daerah, Lampung Timur
Way Kambas Ubah Cara Hadapi Gajah: Lebah Jadi Penjaga, Mahot Belajar ke Thailand

INSIDE POLITIK- Bagaimana jika salah satu cara menghadapi gajah justru bukan dengan mengusirnya, melainkan membuat lahan warga menjadi kurang menarik untuk didatangi?

Pertanyaan itu kini menjadi bagian dari upaya mencari jalan keluar konflik manusia dan gajah di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.

BACA JUGA

Truk Antre BBM hingga Makan Badan Jalan, Bandar Lampung Butuh Solusi

Bakal Calon Rektor Unila Dr. Budiono Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Lampung Barat

Lebah dan tanaman serai mulai dikembangkan sebagai bagian dari pendekatan tersebut. Di saat yang sama, cara manusia berhadapan dengan gajah juga ikut diubah, termasuk dengan mengirim mahot untuk belajar ke Thailand.

Lebah Jadi “Penjaga” Alami

Lebah memiliki alasan khusus untuk ditempatkan dalam skema mitigasi konflik gajah.

Sejumlah penelitian menunjukkan gajah memiliki respons menghindar terhadap lebah yang terganggu. Dengungan lebah dapat memicu respons waspada dan membuat gajah menjauh.

Pendekatan menggunakan sarang lebah bahkan telah digunakan untuk melindungi lahan pertanian dari serbuan gajah di sejumlah negara.

Menariknya, cara tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghalau alami. Masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi dari madu yang dihasilkan.

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Brigjen Sriyanto, mengatakan sekitar 900 kotak lebah yang sebelumnya diberikan kepada masyarakat telah menghasilkan panen.

“Sekarang sudah mulai pemecahan koloni. Kalau kemarin kita lihat semua boks yang kita serahkan, minggu depan mungkin sudah menjadi 1.500 boks lebah,” kata Sriyanto di TNWK, Selasa (1/9/2026).

Menurut dia, budidaya tersebut nantinya dikelola masyarakat melalui BUMDes sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung.

Serai Dicoba, Warga Mendapat Alternatif

Selain lebah, tanaman serai juga mulai dibudidayakan.

Sriyanto mengatakan sebagian tanaman memang terkendala kondisi cuaca. Namun, tanaman yang masih memungkinkan akan terus dikembangkan dan penanaman berikutnya menunggu kondisi yang lebih mendukung.

“Serai pun sangat bermanfaat. Kita sudah memesan mesin untuk penyulingan serai,” ujar Sriyanto.

Hasil penyulingan nantinya berupa minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk, seperti sabun, pengharum hingga aromaterapi.

Pengelolaannya dipusatkan melalui BUMDes di Desa Braja Asri.

Dengan pola ini, upaya meredam konflik tidak berhenti pada bagaimana menjauhkan gajah dari lahan warga. Masyarakat juga diberi pilihan usaha yang bisa menghasilkan tanpa harus berhadapan langsung dengan gajah.

Mahot Belajar Cara Baru Memperlakukan Gajah

Perubahan berikutnya justru menyasar manusia yang sehari-hari berhadapan dengan gajah.

Balai TNWK kini mengirim mahot untuk mengikuti pelatihan di Elephant Nature Park (ENP), Thailand.

Kepala Balai TNWK MHD Zaidi mengatakan pelatihan itu merupakan bagian dari perubahan pendekatan dalam menangani gajah.

“Ke depan kita akan berusaha bahwa tidak ada lagi gajah yang dirantai. Jadi model pendekatan antara pawang dengan gajah nanti akan berubah,” kata Zaidi.

Menurut dia, hubungan antara mahot dan gajah tidak seharusnya dibangun atas rasa takut.

“Kalau dulu mungkin pendekatan antara mahot dengan gajah itu dengan unsur bahwa gajahnya takut dengan mahot. Ke depan enggak, bukan begitu. Hubungannya adalah hubungan harmonis,” ujarnya.

Pelatihan itu akan dilakukan bertahap. Setelah mahot yang saat ini mengikuti pelatihan kembali, TNWK berencana mengirim peserta berikutnya.

Bahkan, pelatih dari Thailand nantinya diharapkan datang langsung ke Way Kambas untuk memberikan pelatihan kepada mahot di lapangan.

Tanggul Jadi Lapis Perlindungan

Jika lebah dan serai merupakan pendekatan berbasis masyarakat, serta pelatihan mahot menyasar perubahan perilaku manusia, TNWK juga menyiapkan perlindungan fisik.

Tanggul pembatas dibangun di area yang dinilai rawan menjadi jalur keluar-masuk gajah.

Sriyanto menyebut pembangunan tanggul menjadi salah satu pekerjaan kritis karena sebagian wilayah memiliki tanah labil dan berbatasan dengan sungai serta daerah aliran sungai.

“Tanggul ini merupakan faktor kritis yang jadi perhatian. Karena kalau dilihat di bagian utara, itu tanahnya labil, berbatasan dengan sungai dan kawasan DAS. Itu tantangan bagi kita,” katanya.

Pembangunan tanggul ditargetkan selesai pada minggu kedua September dan akan mendapat pemeliharaan selama 12 bulan.

Revitalisasi Bukan Sekadar Membuat Tempat Wisata

Di tengah berbagai upaya tersebut, revitalisasi TNWK tetap berjalan.

Progres keseluruhan pembangunan saat ini mencapai 75,81 persen. Namun, bagi pengelola TNWK, pembangunan fisik tersebut pada akhirnya harus mengikuti perubahan yang lebih besar dalam pengelolaan gajah.

Zaidi mengatakan pola interaksi wisatawan dengan gajah juga akan ditata kembali setelah revitalisasi.

“Mungkin nanti kita akan dengan model revitalisasi yang baru, kita akan buat skema model interaksi yang baru. Jadi mungkin tidak lagi seperti dulu,” kata Zaidi.

Dengan demikian, wajah baru Way Kambas nantinya bukan hanya soal bangunan dan fasilitas wisata.

Ada pekerjaan yang jauh lebih mendasar: mengubah cara manusia berhadapan dengan gajah, dari saling menghalau menjadi mencari ruang untuk hidup berdampingan.***

Source: Oscar Sihotang
Previous Post

Chat Grup Wali Murid Muncul, Klarifikasi SMPN 2 Kalianda soal Buku Rp70 Ribu Dipertanyakan

Next Post

Buku Rp70 Ribu Jadi Polemik di SMPN 2 Kalianda, Kadisdik: Kami Klarifikasi Ulang

Related Posts

Truk Antre BBM hingga Makan Badan Jalan, Bandar Lampung Butuh Solusi
Bandar Lampung

Truk Antre BBM hingga Makan Badan Jalan, Bandar Lampung Butuh Solusi

Oktober 17, 2026
Bakal Calon Rektor Unila Dr. Budiono Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Lampung Barat
Bandar Lampung

Bakal Calon Rektor Unila Dr. Budiono Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Lampung Barat

Oktober 17, 2026
Unila Go Beyond: Menghidupkan Kembali Cita-Cita Unila untuk Rakyat Lampung
Bandar Lampung

Unila Go Beyond: Menghidupkan Kembali Cita-Cita Unila untuk Rakyat Lampung

Oktober 17, 2026
Dr. Budiono Ingin Alumni Jadi Kekuatan Unila, Bukan Hanya Dicari Saat Dibutuhkan
Bandar Lampung

Dr. Budiono Ingin Alumni Jadi Kekuatan Unila, Bukan Hanya Dicari Saat Dibutuhkan

Oktober 16, 2026
Belajar Lebih Dekat, Siswa SDN 1 Sukaratu Kenali UMKM dan Ketahanan Pangan di Lapas Kalianda
Daerah

Belajar Lebih Dekat, Siswa SDN 1 Sukaratu Kenali UMKM dan Ketahanan Pangan di Lapas Kalianda

Oktober 16, 2026
Pro Rakyat Soroti Dugaan Jual Beli Buku di SMPN 2 Kalianda, Minta Tim Khusus Dibentuk
Daerah

Pro Rakyat Soroti Dugaan Jual Beli Buku di SMPN 2 Kalianda, Minta Tim Khusus Dibentuk

Oktober 16, 2026
Next Post

Buku Rp70 Ribu Jadi Polemik di SMPN 2 Kalianda, Kadisdik: Kami Klarifikasi Ulang

RUU Reforma Agraria Masuk Pembahasan, Wamen Ossy Dorong Aturan yang Berpihak ke Rakyat

RUU Reforma Agraria Masuk Pembahasan, Wamen Ossy Dorong Aturan yang Berpihak ke Rakyat

152 Pejabat Lampung Selatan Tancap Gas, Sekda: Keberhasilan Bukan Soal Banyak Penghargaan

152 Pejabat Lampung Selatan Tancap Gas, Sekda: Keberhasilan Bukan Soal Banyak Penghargaan

Lokasinya di Tengah Persawahan, 500 Kader Gerindra Siap Ikuti Diklat di Pringsewu

APBD Lampung Selatan 2026 Tembus Rp2,29 Triliun, DPRD dan Pemkab Sepakat Ubah Anggaran

APBD Lampung Selatan 2026 Tembus Rp2,29 Triliun, DPRD dan Pemkab Sepakat Ubah Anggaran

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Ini Daftar 72 TPS Pilkada di Lampung yang Masuk Kategori Rawan

Mantan Narapidana, Bacabup Gorontalo Utara Ridwan Yasin Gagal Maju Pilkada

September 19, 2024
DPC Gerindra Pringsewu Peringati HUT ke-17, Umi Laila: Kader Harus Terus Berjuang

DPC Gerindra Pringsewu Peringati HUT ke-17, Umi Laila: Kader Harus Terus Berjuang

Februari 9, 2025
Muscam Golkar Gadingrejo Tetapkan Dodi Herlan sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan

Muscam Golkar Gadingrejo Tetapkan Dodi Herlan sebagai Ketua Pimpinan Kecamatan

Agustus 2, 2026
Kontingen Gateball Lampung Resmi Diberangkatkan ke Kejurnas 2025: Siap Bawa Pulang Emas dari Bogor

Kontingen Gateball Lampung Resmi Diberangkatkan ke Kejurnas 2025: Siap Bawa Pulang Emas dari Bogor

Mei 13, 2025
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Truk Antre BBM hingga Makan Badan Jalan, Bandar Lampung Butuh Solusi
  • Bakal Calon Rektor Unila Dr. Budiono Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Lampung Barat
  • Unila Go Beyond: Menghidupkan Kembali Cita-Cita Unila untuk Rakyat Lampung
  • Dr. Budiono Ingin Alumni Jadi Kekuatan Unila, Bukan Hanya Dicari Saat Dibutuhkan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In