Selasa, September 1, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Selasa, September 1, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Way Kambas Ubah Cara Hadapi Gajah: Lebah Jadi Penjaga, Mahot Belajar ke Thailand

Melda by Melda
September 1, 2026
in Daerah, Lampung Timur
Way Kambas Ubah Cara Hadapi Gajah: Lebah Jadi Penjaga, Mahot Belajar ke Thailand

INSIDE POLITIK- Bagaimana jika salah satu cara menghadapi gajah justru bukan dengan mengusirnya, melainkan membuat lahan warga menjadi kurang menarik untuk didatangi?

Pertanyaan itu kini menjadi bagian dari upaya mencari jalan keluar konflik manusia dan gajah di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur.

BACA JUGA

Chat Grup Wali Murid Muncul, Klarifikasi SMPN 2 Kalianda soal Buku Rp70 Ribu Dipertanyakan

Bantuan Beras Tahap II Disalurkan, 55.048 Warga Pringsewu Dapat Alokasi 30 Kg

Lebah dan tanaman serai mulai dikembangkan sebagai bagian dari pendekatan tersebut. Di saat yang sama, cara manusia berhadapan dengan gajah juga ikut diubah, termasuk dengan mengirim mahot untuk belajar ke Thailand.

Lebah Jadi “Penjaga” Alami

Lebah memiliki alasan khusus untuk ditempatkan dalam skema mitigasi konflik gajah.

Sejumlah penelitian menunjukkan gajah memiliki respons menghindar terhadap lebah yang terganggu. Dengungan lebah dapat memicu respons waspada dan membuat gajah menjauh.

Pendekatan menggunakan sarang lebah bahkan telah digunakan untuk melindungi lahan pertanian dari serbuan gajah di sejumlah negara.

Menariknya, cara tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghalau alami. Masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi dari madu yang dihasilkan.

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Brigjen Sriyanto, mengatakan sekitar 900 kotak lebah yang sebelumnya diberikan kepada masyarakat telah menghasilkan panen.

“Sekarang sudah mulai pemecahan koloni. Kalau kemarin kita lihat semua boks yang kita serahkan, minggu depan mungkin sudah menjadi 1.500 boks lebah,” kata Sriyanto di TNWK, Selasa (1/9/2026).

Menurut dia, budidaya tersebut nantinya dikelola masyarakat melalui BUMDes sehingga manfaat ekonominya bisa dirasakan langsung.

Serai Dicoba, Warga Mendapat Alternatif

Selain lebah, tanaman serai juga mulai dibudidayakan.

Sriyanto mengatakan sebagian tanaman memang terkendala kondisi cuaca. Namun, tanaman yang masih memungkinkan akan terus dikembangkan dan penanaman berikutnya menunggu kondisi yang lebih mendukung.

“Serai pun sangat bermanfaat. Kita sudah memesan mesin untuk penyulingan serai,” ujar Sriyanto.

Hasil penyulingan nantinya berupa minyak atsiri yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk, seperti sabun, pengharum hingga aromaterapi.

Pengelolaannya dipusatkan melalui BUMDes di Desa Braja Asri.

Dengan pola ini, upaya meredam konflik tidak berhenti pada bagaimana menjauhkan gajah dari lahan warga. Masyarakat juga diberi pilihan usaha yang bisa menghasilkan tanpa harus berhadapan langsung dengan gajah.

Mahot Belajar Cara Baru Memperlakukan Gajah

Perubahan berikutnya justru menyasar manusia yang sehari-hari berhadapan dengan gajah.

Balai TNWK kini mengirim mahot untuk mengikuti pelatihan di Elephant Nature Park (ENP), Thailand.

Kepala Balai TNWK MHD Zaidi mengatakan pelatihan itu merupakan bagian dari perubahan pendekatan dalam menangani gajah.

“Ke depan kita akan berusaha bahwa tidak ada lagi gajah yang dirantai. Jadi model pendekatan antara pawang dengan gajah nanti akan berubah,” kata Zaidi.

Menurut dia, hubungan antara mahot dan gajah tidak seharusnya dibangun atas rasa takut.

“Kalau dulu mungkin pendekatan antara mahot dengan gajah itu dengan unsur bahwa gajahnya takut dengan mahot. Ke depan enggak, bukan begitu. Hubungannya adalah hubungan harmonis,” ujarnya.

Pelatihan itu akan dilakukan bertahap. Setelah mahot yang saat ini mengikuti pelatihan kembali, TNWK berencana mengirim peserta berikutnya.

Bahkan, pelatih dari Thailand nantinya diharapkan datang langsung ke Way Kambas untuk memberikan pelatihan kepada mahot di lapangan.

Tanggul Jadi Lapis Perlindungan

Jika lebah dan serai merupakan pendekatan berbasis masyarakat, serta pelatihan mahot menyasar perubahan perilaku manusia, TNWK juga menyiapkan perlindungan fisik.

Tanggul pembatas dibangun di area yang dinilai rawan menjadi jalur keluar-masuk gajah.

Sriyanto menyebut pembangunan tanggul menjadi salah satu pekerjaan kritis karena sebagian wilayah memiliki tanah labil dan berbatasan dengan sungai serta daerah aliran sungai.

“Tanggul ini merupakan faktor kritis yang jadi perhatian. Karena kalau dilihat di bagian utara, itu tanahnya labil, berbatasan dengan sungai dan kawasan DAS. Itu tantangan bagi kita,” katanya.

Pembangunan tanggul ditargetkan selesai pada minggu kedua September dan akan mendapat pemeliharaan selama 12 bulan.

Revitalisasi Bukan Sekadar Membuat Tempat Wisata

Di tengah berbagai upaya tersebut, revitalisasi TNWK tetap berjalan.

Progres keseluruhan pembangunan saat ini mencapai 75,81 persen. Namun, bagi pengelola TNWK, pembangunan fisik tersebut pada akhirnya harus mengikuti perubahan yang lebih besar dalam pengelolaan gajah.

Zaidi mengatakan pola interaksi wisatawan dengan gajah juga akan ditata kembali setelah revitalisasi.

“Mungkin nanti kita akan dengan model revitalisasi yang baru, kita akan buat skema model interaksi yang baru. Jadi mungkin tidak lagi seperti dulu,” kata Zaidi.

Dengan demikian, wajah baru Way Kambas nantinya bukan hanya soal bangunan dan fasilitas wisata.

Ada pekerjaan yang jauh lebih mendasar: mengubah cara manusia berhadapan dengan gajah, dari saling menghalau menjadi mencari ruang untuk hidup berdampingan.***

Source: Oscar Sihotang
Previous Post

Chat Grup Wali Murid Muncul, Klarifikasi SMPN 2 Kalianda soal Buku Rp70 Ribu Dipertanyakan

Related Posts

Chat Grup Wali Murid Muncul, Klarifikasi SMPN 2 Kalianda soal Buku Rp70 Ribu Dipertanyakan
Daerah

Chat Grup Wali Murid Muncul, Klarifikasi SMPN 2 Kalianda soal Buku Rp70 Ribu Dipertanyakan

September 1, 2026
Bantuan Beras Tahap II Disalurkan, 55.048 Warga Pringsewu Dapat Alokasi 30 Kg
Daerah

Bantuan Beras Tahap II Disalurkan, 55.048 Warga Pringsewu Dapat Alokasi 30 Kg

September 1, 2026
SMK Taruna Bumi Metro Bukan Sekadar Sekolah, 70 Persen Pembelajaran Fokus Praktik Siapkan Siswa ke Dunia Kerja
Daerah

SMK Taruna Bumi Metro Bukan Sekadar Sekolah, 70 Persen Pembelajaran Fokus Praktik Siapkan Siswa ke Dunia Kerja

September 1, 2026
Suherman Tampung Keluhan Warga Banyumas-Pagelaran Utara, Jalan Rusak hingga BPJS Jadi Sorotan
Daerah

Suherman Tampung Keluhan Warga Banyumas-Pagelaran Utara, Jalan Rusak hingga BPJS Jadi Sorotan

September 1, 2026
Gubernur dan Pangdam Cek Way Kambas Pascakarhutla, Kondisi Gajah Sumatra Bikin Lega
Daerah

Gubernur dan Pangdam Cek Way Kambas Pascakarhutla, Kondisi Gajah Sumatra Bikin Lega

September 1, 2026
Way Kambas Berbenah, Pagar Besi untuk Cegah Konflik Gajah-Masyarakat Capai 75 Persen
Daerah

Way Kambas Berbenah, Pagar Besi untuk Cegah Konflik Gajah-Masyarakat Capai 75 Persen

September 1, 2026

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Pemprov Lampung Klarifikasi Video Viral Jembatan, Wagub Jihan Disebut Tak Pernah Menelepon Warga

Pemprov Lampung Klarifikasi Video Viral Jembatan, Wagub Jihan Disebut Tak Pernah Menelepon Warga

Februari 2, 2026
Meski Pencalonannya Sudah Dibatalkan KPU Papua Barat Daya, AFU Tetap Gelar Kampanye

Buntut Kasus AFU, 5 Komisioner KPU Papua Barat Daya Diberhentikan

November 16, 2024
Bawaslu Metro Ingatkan ASN untuk Netral

Bawaslu Lampung Imbau Pjs Bupati dan Walikota Wajib Jaga Netralitas

September 25, 2024
Adu Kuat Lobi Pengusaha dan Negara

Adu Kuat Lobi Pengusaha dan Negara

Februari 15, 2026
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Way Kambas Ubah Cara Hadapi Gajah: Lebah Jadi Penjaga, Mahot Belajar ke Thailand
  • Chat Grup Wali Murid Muncul, Klarifikasi SMPN 2 Kalianda soal Buku Rp70 Ribu Dipertanyakan
  • Bantuan Beras Tahap II Disalurkan, 55.048 Warga Pringsewu Dapat Alokasi 30 Kg
  • Karhutla Mengintai Gunung Rajabasa, 128 Kebakaran Terjadi di Lamsel!

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In