INSIDE POLITIK- Komisi 3 DPR RI terindikasi menyimpan kekhawatiran terkait penyitaan aset dan penetapan tersangka eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.
Indikasi itu terlihat dari klip Inews yang tampak pada Minggu,10 Juli 2026 di beranda Youtube.
Ketua Komisi 3 Habiburokhman mengajak kedua belah pihak untuk tetap kompak dalam konferensi persnya.
“Polisi Jaksa kompak. Kita ini deh, kita salaman, nunjukin Polisi, Jaksa kompak,” katanya seraya berupaya meraih tangan kedua belah pihak yang berdiri di sisinya.
Pernyataan dan sikap Ketua Komisi 3 tersebut mengundang spekulasi negatif, apakah Komisi 3 khawatir dua institusi penegak hukum tersebut saling bongkar kasus korupsi yang bukan saja merugikan keuangan negara, tapi juga meresahkan masyarakat layaknya Blackout PLN dan PT Asabri serta kasus program MBG yang menyedot APBN hingga triliunan rupiah.
Spekulasi negatif terhadap sikap Komisi 3 pun berkembang lantaran mantan Ketua MK sekaligus eks Ketua Tim Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie mendukung isu saling bongkar korupsi di lingkaran Polri dan Kejaksaan.
Melalui akun X miliknya, @JimlyAs pada Sabtu, 11 Juli 2026– menyerukan agar proses pengungkapan dugaan korupsi tidak berhenti pada satu kasus, tetapi terus berlanjut demi memperkuat integritas penegakan hukum di Indonesia.
“Akhirnya, Febri Adriansyah resmi mengundurkan diri. Lanjutkan saling bongkar utk membersihkan praktik korupsi di lingk aparat penegak hukum, mulai dari polisi, kejaksaan, advokat sampai ke hakim,” tulis Jimly.
Lantas mengapa Habiburokhman meminta dua pihak yang akan saling bongkar untuk kompak, dan kompak dalam rangka apakah itu?***



















