Senin, September 28, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Senin, September 28, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Tiga Tahun Disekap di Kosan, Mengapa Tak Ada yang Curiga?

Melda by Melda
Juni 25, 2026
in Daerah
Tiga Tahun Disekap di Kosan, Mengapa Tak Ada yang Curiga?

INSIDE POLITIK- Keluarga dan pemilik kosan serta warga sekitar akan menjadi pihak yang juga menanggung moral sosial dalam kasus penyekapan perempuan berinisial YTR berusia 29 tahun oleh kekasihnya Taufik Hidayat 30 tahun.

Dari jejak digital yang viral menjelang akhir Juni 2026 ini, peristiwa penyekapan berlangsung di wilayah Cielunyi, Kabupaten Bandung Barat.

BACA JUGA

K3S SD Lampung Tengah Disorot, Kejari Dalami Dugaan Pungli hingga Monopoli Blanko Ijazah

Pendaftaran Ditutup, Sejumlah Pekon di Pringsewu Hanya Miliki Satu Calon

Tak main-main, penyekapan diduga berlangsung selama 3 tahun hingga korban luka berat di bagian mata dan terpaksa harus merelakan sebagian bibirnya yang hilang karena pelaku.

Sejak 2023 Hilang Kontak, Keluarga Baru Lapor di Tahun 2026 Pasca-viral

Korban hilang sudah sejak tahun 2023, berdasar keterangan Syahrul Ulum berusia 26 yang merupakan adiknya.

Tragedi ini terindikasi terjadi saat korban mengenal Taufik Hidayat pada konser musik di tahun 2023.

Hubungan asmara yang terjalin sempat terlihat normal, bahkan Tufik pernah berkunjung ke rumah orang tua korban di Rancaekek.

Namun, petaka dimulai setelah kunjungan tersebut. YTR mendadak tidak bisa dihubungi oleh keluarga.

“Iya, langsung semenjak saat itu langsung lost contact aja sama Teteh. Padahal sebelum pacaran, biasanya seminggu sekali itu pulang ke sini, soalnya Teteh kerja di Nabati Pasteur dan ngekos di daerah sana,” ungkap Syahrul kepada wartawan, dikutip dari detikJabar, Selasa (23/6/2026).

“Jadi selama tiga tahun kita nggak dapat kabar. Pernah sekali dapat kabar, katanya ada di Jakarta,” tambahnya.

Pertanyaannya, mengapa keluarga tidak berupaya mencari informasi keberadaan korban di tempatnya bekerja selama waktu bertahun-tahun itu?

Fakta digital berpendapat, Polda Jabar menerima laporan pihak korban pada 12 Juni 2026 setelah menerima Whatss App dari nomor tidak dikenal pada 10 Juni, menginformasikan YTR dalam kondisi darurat di RS Hasan Sadikin Bandung.

Kosan Berdempetan Tapi Tetangga dan Pemilik Tidak Curiga hingga Korban Darurat

Polda Jabar telah mengamankan tersangka Taufik Hidayat pada 23 Juni 2026 setelah melacak transaksi digitalnya yang sempat berpindah-pindah tempat.

Pada Selasa itu juga, tim kepolisian olah TKP di kosan Cileunyi, tempat tragedi yang menyimpan trauma mendalam bagi YTR itu terjadi.

Tempatnya sebagaimana kosan biasa, berdempatan dan hanya satu kamar yang tidak begitu lebar atau luas.

Bagaimana mungkin tetangga kosan atau pemilik tidak merasa curiga ada yang aneh dengan kamar tragedi tersebut? Apalagi saat olah TKP, tercium bau menyengat di sekitar sana.

Lebih lanjut, apa yang menyebabkan YTR tidak berusaha kabur karena jarak jalan raya dari lokasi kosan berkisar 50 meter.

Apa pula yang menyebabkannya tidak berusaha memberontak dengan memecahkan kaca atau berteriak sehingga menciptakan kegaduhan untuk menarik kecurigaan orang-orang?

Istri pemilik kosan, Mulyati— melansir Tribunnews mengatakan, Taufik membayar 600 ribu perbulan karena tinggal berdua dengan korban.

Pengakuannya, Taufik tidak dapat memberikan surat nikah karena berdalih ketinggalan di rumahnya, di bilangan Nagrek.

“Ya iya atuh diperiksa, kalau KTP mah ngasih. Surat nikah nanti katanya mau ke Nagrek dulu, nanti dipotoin, katanya gitu. Istrinya enggak dipeduliin sama keluarga, katanya kasihan,” ungkap Mulyati.

Taufik pun mengaku YTR memiliki kelainan pada mata yang cukup berat.

“Cuma ngomong matanya sakit, mau dibawa berobat ke rumah sakit, harus ada BPJS, harus ada uang sepuluh juta katanya teh, sudah minus 17, sudah enggak ngelihat, bilangnya orang tuanya juga di Jawa gitu,” katanya.

Mulyati pun mengaku sempat mendengar hantaman keras ke tembok dan sempat menggedor kamar penyekapan namun pelaku berdalih tidak terjadi apapun.

Ia juga mengaku, pintu kosan selalu Taufik Hidayat kunci setiap kali meninggalkan korban sendiri di dalamnya.

“Selalu dikunci kalau pergi ke mana-mana, enggak tahu lah takut ada orang atau apa sudah filling, apa gimana-gimana,” ujarnya.

Mulyati pun mengaku penjaga kosan mengetahui Taufik Hidayat suka mabuk dan sering meminta diantar untuk mengambil uang dan membeli makanan.

“Kalau tiap abis mabuk tuh, kalau itu teh suka minta pingin dianter ngambil uang lah ke BCA, beli bakso tahu. Kalau sih Resa (penjaga kos) kan iya-iya aja, namanya orang mabuk kan gimana gitu kalau dikerasin,” ungkapnya.

Apakah Mulyati dan Resa atau tetangga kosan tidak curiga atas rentetan temuan itu?
1. Taufik tidak dapat menyerahkan surat nikah yang seharusnya ini menjadi perhatian serius aparatur tingkat RT RW sehingga secara tak langsung mengasumsikan tinggal berdua tanpa ikatan pernikahan merupakan praktik yang biasa di suatu kosan

2. Mendengar suara hantaman keras tapi tidak berupaya mengecek ke dalam kamar dan kondisi korban

3. Mengetahui korban mengalami sakit namun tidak berupaya berbincang dengan korban

4. Mengetahui pelaku sering mengunci YTR dari dalam, tapi tidak merasa curiga atau ini mencerminkan sikap anti sosial yang biasa terjadi bagi penghuni kosan dan warga Indonesia saat ini?

Pertanyaan dari analisa ini tentu bukan bermaksud menuduh atau menyudutkan Mulyati dan penjaga kos serta tetangga kosan korban.

Pertanyaan dan analisa ini hanya untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya empati dan simpati kepada sekitar, walau sebatas berbincang dan mengintip kejanggalan.

Bagi keluarga tentu ini pukulan telak, tanpa mengurangi rasa empati dan simpati atas apa yang terjadi, akan tetapi pertanyaan ini wajib dipertanyakan— mengapa selama tiga tahun tidak berupaya mencari tahu keberadaan YTR dan melaporkannya ke polisi?***

 

Tags: AnalisisSosialBandungCileunyiEmpatiSosialKasusPenyekapanBandungKekerasanTerhadapPerempuanKepedulianSosialKriminalitasLingkunganMasyarakatPoldaJabarTaufikHidayat
Previous Post

Sensus Ekonomi dan Kecurigaan Publik: Untuk Bantuan atau Pendataan Aset?

Next Post

KPK Minta Stop Hibah ke APH, Mengapa Pemprov Lampung Justru Diduga Hibahkan Rp35 Miliar ke Kejati?

Related Posts

K3S SD Lampung Tengah Disorot, Kejari Dalami Dugaan Pungli hingga Monopoli Blanko Ijazah
Daerah

K3S SD Lampung Tengah Disorot, Kejari Dalami Dugaan Pungli hingga Monopoli Blanko Ijazah

September 28, 2026
Pendaftaran Ditutup, Sejumlah Pekon di Pringsewu Hanya Miliki Satu Calon
Daerah

Pendaftaran Ditutup, Sejumlah Pekon di Pringsewu Hanya Miliki Satu Calon

September 27, 2026
Dokumen Keuangan Sekolah Diminta, Kepsek Metro dan Lamteng Resah, Pangdam Angkat Suara
Bandar Lampung

Dokumen Keuangan Sekolah Diminta, Kepsek Metro dan Lamteng Resah, Pangdam Angkat Suara

September 27, 2026
Bermodal 3 Akun Facebook, Pria 20 Tahun Peras Perempuan di Lampung Selatan hingga Rp289,9 Juta
Daerah

Bermodal 3 Akun Facebook, Pria 20 Tahun Peras Perempuan di Lampung Selatan hingga Rp289,9 Juta

September 26, 2026
Bukan Tolak Programnya, Warga Gisting Persoalkan Lokasi Pembangunan Gedung KDMP
Daerah

Bukan Tolak Programnya, Warga Gisting Persoalkan Lokasi Pembangunan Gedung KDMP

September 26, 2026
Cicilan Baru Berjalan 15 Bulan, Mobil Diduga Dijual Rp50 Juta, Pemilik Jadi Tersangka
Daerah

Cicilan Baru Berjalan 15 Bulan, Mobil Diduga Dijual Rp50 Juta, Pemilik Jadi Tersangka

September 25, 2026
Next Post
KPK Minta Stop Hibah ke APH, Mengapa Pemprov Lampung Justru Diduga Hibahkan Rp35 Miliar ke Kejati?

KPK Minta Stop Hibah ke APH, Mengapa Pemprov Lampung Justru Diduga Hibahkan Rp35 Miliar ke Kejati?

Ruang Fiskal, Lingkungan, dan Infrastruktur Jadi Sorotan bagi Pemerintahan Kota Metro

Soroti Pidato Prabowo, Warga Pertanyakan Kebijakan Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Koperasi Merah Putih

Soroti Pidato Prabowo, Warga Pertanyakan Kebijakan Pengadaan 105 Ribu Kendaraan Koperasi Merah Putih

Sekolah Swasta di Lampung Beri Diskon hingga Gratis SPP, Disdik Ajak Masyarakat Manfaatkan Kesempatan

Sekolah Swasta di Lampung Beri Diskon hingga Gratis SPP, Disdik Ajak Masyarakat Manfaatkan Kesempatan

Perangi Narkoba, GANNAS Dorong Prabowo Perpanjang Inpres P4GN dan Bentuk Staf Khusus

Perangi Narkoba, GANNAS Dorong Prabowo Perpanjang Inpres P4GN dan Bentuk Staf Khusus

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

HARUS PAHAM!Ini Penjelasan Pengelolaan Dana PI dan Perbedaannya dengan Dana Bagi Hasil

ANEH!Perkara Rumit Sebesar Dana PI di PT LEB Dimulai Hanya dari Aduan Masyarakat

Desember 4, 2024
Nasib Mbah Mujiran Masih Menggantung, Restorative Justice Belum Berujung Kebebasan

Nasib Mbah Mujiran Masih Menggantung, Restorative Justice Belum Berujung Kebebasan

Juni 9, 2026
Bupati Pesawaran Teken Nota Kesepahaman Anti Hoaks Bersama Forkopimda, Bentuk Satgas untuk Ciptakan Kondusivitas

Bupati Pesawaran Teken Nota Kesepahaman Anti Hoaks Bersama Forkopimda, Bentuk Satgas untuk Ciptakan Kondusivitas

Maret 22, 2025
Pendaftaran Ditutup, KPU Lampura Pastikan Dua Pasang Cakada Maju Pilkada Lampura

KPU Pastikan Kandidat yang Kalah Lawan Kotak Kosong Bisa Maju Kembali

Desember 16, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • K3S SD Lampung Tengah Disorot, Kejari Dalami Dugaan Pungli hingga Monopoli Blanko Ijazah
  • Pendaftaran Ditutup, Sejumlah Pekon di Pringsewu Hanya Miliki Satu Calon
  • Dokumen Keuangan Sekolah Diminta, Kepsek Metro dan Lamteng Resah, Pangdam Angkat Suara
  • Bermodal 3 Akun Facebook, Pria 20 Tahun Peras Perempuan di Lampung Selatan hingga Rp289,9 Juta
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In