Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Rabu, Oktober 28, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Tanggul Mitigasi Konflik Gajah Way Kambas Capai 82 Persen, Akses Petani Jadi Sorotan

Melda by Melda
September 13, 2026
in Daerah, Lampung Timur
Tanggul Mitigasi Konflik Gajah Way Kambas Capai 82 Persen, Akses Petani Jadi Sorotan

INSIDE POLITIK- Proyek pembangunan infrastruktur mitigasi konflik manusia dan gajah di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, yang menelan anggaran hingga Rp850 miliar kini telah mencapai 82 persen.

Di tengah pembangunan yang ditujukan untuk mengurangi konflik gajah dengan masyarakat itu, masih ada persoalan yang harus diselesaikan, yakni akses petani menuju lahan mereka yang berada di sekitar tanggul.

BACA JUGA

Gerakan Mahasiswa Serbia Jadi Sorotan, PRO RAKYAT Dorong Anak Muda Kawal Pemilu 2029

Polda Papua Barat Daya Perkuat Kolaborasi TNI dan Pemda untuk Jaga Stabilitas Keamanan

Warga Desa Sukorahayu tidak mempersoalkan pembangunan tanggul tersebut. Mereka hanya meminta pembangunan tidak membuat aktivitas pertanian terputus.

Kepala Desa Sukorahayu, Apria Sahdi, mengatakan pemerintah desa berupaya menjembatani kepentingan warga dengan pihak pelaksana pembangunan.

“Kami berharap adanya keluhan, adanya aspirasi beberapa warga kami ini dari pihak komite bisa mengakomodir itu,” kata Apria.

Menurut dia, salah satu solusi yang disepakati adalah membuat pintu akses pada tanggul sehingga alat dan mesin pertanian tetap dapat digunakan untuk menuju sawah.

“Win-win solution-nya sudah disampaikan, artinya dari pihak komite mungkin akan membuatkan pintu untuk akses alat-alat seperti handtraktor dan lain sebagainya untuk petani,” ujarnya.

Persoalan akses ini muncul karena sebagian lahan pertanian warga berada di sekitar bantaran sungai. Warga sebelumnya mengusulkan agar posisi tanggul tidak membelah area sawah mereka.

Namun, Apria mengatakan tanggul tersebut pada dasarnya bukan bangunan baru. Infrastruktur penahan banjir di lokasi itu telah ada sejak lama dan kini ditinggikan dalam proyek mitigasi.

“Kalau bicara tanggul dipindahkan, sebelum mereka beli tanah tersebut sudah ada tanggul penahan banjir, dan komite ini hanya meninggikan badan eksisting tanggul yang sudah ada,” katanya.

Ia menilai normalisasi sungai juga dapat menjadi bagian dari solusi. Material lumpur hasil normalisasi, kata dia, dapat membentuk tanggul di sisi sungai tanpa harus membongkar bangunan yang sudah ada.

“Normalisasi sungai itu kan akan mengangkat lumpur ke bantaran pinggiran sungai, dan itu akan membentuk dengan sendirinya tanggul,” ujar Apria.

Komite: Tidak Semua Persoalan Pembangunan Sudah Selesai

Ketua Komisi Gabungan dan Mitigasi Interaksi Negatif Gajah Way Kambas, Brigjen Sriyanto, mengakui masih ada bagian pekerjaan yang belum sepenuhnya selesai.

Ia mengatakan, salah satunya karena terdapat lokasi dengan kondisi tanah yang labil sehingga membutuhkan tahapan pekerjaan lanjutan.

“Memang tanggul ini ada beberapa wilayah yang memang tanahnya labil, jadi belum selesai memang. Tapi mereka tahunya selesai. Memang belum, ada tahapan lanjutan,” kata Sriyanto.

Menurut Sriyanto, persoalan akses pertanian juga telah difasilitasi. Namun, permintaan warga tetap harus disesuaikan dengan aturan dan kondisi kawasan.

“Kita berpegang kepada hukum. Mereka menginginkan akses pertanian, sudah kita fasilitasi,” ujarnya.

Sriyanto menegaskan pembangunan tidak boleh mengabaikan fungsi lingkungan, termasuk kawasan aliran sungai.

“Kalau merusak, itu pelanggaran kita. Enggak boleh seperti itu. Yang penting kita semua untuk warga itu bermanfaat,” katanya.

Selain persoalan tanggul, Sriyanto menyebut terdapat jalan yang rusak akibat dilalui kendaraan proyek. Ia memastikan kerusakan tersebut akan diperbaiki oleh pihak yang bertanggung jawab.

“Dari awal kita sudah sepakat, mereka yang merusak itu tanggung jawab untuk memperbaiki,” ujarnya.

Progres 82 Persen, Manfaat Ekonomi Mulai Terasa

Sriyanto mengatakan progres keseluruhan pembangunan saat ini mencapai 82 persen. Pengerjaan sempat terkendala pasokan material, terutama besi dan semen.

“Memang kita kemarin ada beberapa kendala terkait masalah besi yang agak sulit kita cari di pasar. Semen juga hampir dua minggu kemarin volume yang kita butuhkan berkurang,” kata dia.

Ia memastikan kendala tersebut telah dicarikan solusi agar pekerjaan kembali sesuai target.

Di sisi lain, Sriyanto mengatakan pembangunan mitigasi juga mulai memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar.

Menurut perhitungannya, sekitar 1.091 orang telah terlibat atau terdampak langsung dari aktivitas program tersebut. Aktivitas ekonomi baru juga mulai tumbuh, seperti warung, penginapan dan rumah yang disewakan.

“Walaupun tidak bersamaan, ada satu orang mungkin kerja lagi empat orang, tapi kita hitung memang. Banyak warung-warung baru, tempat penginapan baru, rumah yang disewakan,” ujarnya.

Program juga disertai pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan wisata, budidaya lebah dan tanaman serai.

Dengan progres yang telah mencapai 82 persen, pekerjaan rumah pembangunan bukan hanya memastikan infrastruktur selesai, tetapi juga memastikan keberadaannya tidak memutus aktivitas masyarakat yang selama ini bergantung pada lahan di sekitar kawasan.

Pihak komite dan pemerintah desa kini mengarah pada solusi berupa akses khusus bagi petani, sehingga pembangunan mitigasi konflik gajah tetap berjalan tanpa mengorbankan aktivitas pertanian warga.***

Source: OSCAR SIHOTANG
Tags: GajahWayKambasKonflikGajahLampungTimurTNWayKambasWayKambas
Previous Post

Kemarau Melanda, Warga Sukarame Gelar Sholat Istisqo Memohon Hujan

Next Post

Besi Eks Jembatan Terbengkalai 5 Tahun, Warga Banjarejo Masih Menunggu Jembatan

Related Posts

Gerakan Mahasiswa Serbia Jadi Sorotan, PRO RAKYAT Dorong Anak Muda Kawal Pemilu 2029
Bandar Lampung

Gerakan Mahasiswa Serbia Jadi Sorotan, PRO RAKYAT Dorong Anak Muda Kawal Pemilu 2029

Oktober 28, 2026
Polda Papua Barat Daya Perkuat Kolaborasi TNI dan Pemda untuk Jaga Stabilitas Keamanan
Daerah

Polda Papua Barat Daya Perkuat Kolaborasi TNI dan Pemda untuk Jaga Stabilitas Keamanan

Oktober 28, 2026
Ardhyo Prayogo Tekankan Pentingnya Pembinaan dan Pengawasan PPAT Berkelanjutan
Daerah

Ardhyo Prayogo Tekankan Pentingnya Pembinaan dan Pengawasan PPAT Berkelanjutan

Oktober 28, 2026
Hak Tanah Masyarakat Bisa Dipulihkan, UU Reforma Agraria Atur Penyelesaian Konflik
Daerah

Hak Tanah Masyarakat Bisa Dipulihkan, UU Reforma Agraria Atur Penyelesaian Konflik

Oktober 28, 2026
Upacara Sumpah Pemuda di BNNK Lampung Selatan, Pemuda Diajak Jadi Duta Anti Narkoba
Daerah

Upacara Sumpah Pemuda di BNNK Lampung Selatan, Pemuda Diajak Jadi Duta Anti Narkoba

Oktober 28, 2026
Bapas Kotabumi Libatkan Klien Anak dalam Upacara Sumpah Pemuda, Ini Tujuannya
Daerah

Bapas Kotabumi Libatkan Klien Anak dalam Upacara Sumpah Pemuda, Ini Tujuannya

Oktober 28, 2026
Next Post

Besi Eks Jembatan Terbengkalai 5 Tahun, Warga Banjarejo Masih Menunggu Jembatan

Benda Misterius Ditemukan di Area 30 Hektare Bandar Lampung, Diduga Berasal dari Era Neolitikum

Benda Misterius Ditemukan di Area 30 Hektare Bandar Lampung, Diduga Berasal dari Era Neolitikum

Soroti Peredaran Handphone dan Judi Online, Kakanwil Ditjenpas Lampung Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Soroti Peredaran Handphone dan Judi Online, Kakanwil Ditjenpas Lampung Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Modus Join Modal Proyek Irigasi, Pria di Pringsewu Diduga Gelapkan Uang Rp350 Juta

Modus Join Modal Proyek Irigasi, Pria di Pringsewu Diduga Gelapkan Uang Rp350 Juta

Puluhan Seniman dari Berbagai Negara Bakal Hadir di LAPAH X – International Performing Arts Festival 2026

Puluhan Seniman dari Berbagai Negara Bakal Hadir di LAPAH X – International Performing Arts Festival 2026

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Langgar Partai, Belasan Kader PDIP Lampura Dukung Ardian

Hasto Sebut Ketum PDIP Khawatir dengan Keberlangsungan Demokrasi Pasca Mundurnya Airlangga

Agustus 12, 2024
Dian Wahyu Kusuma Kembali Pimpin AJI Bandar Lampung, Komitmen Jaga Independensi Pers

Dian Wahyu Kusuma Kembali Pimpin AJI Bandar Lampung, Komitmen Jaga Independensi Pers

Juli 20, 2025
Semangat Membara di SPMB SMAN 1 Kebun Tebu 2025/2026: 241 Siswa Baru Resmi Lolos Seleksi

Semangat Membara di SPMB SMAN 1 Kebun Tebu 2025/2026: 241 Siswa Baru Resmi Lolos Seleksi

Juni 26, 2025
Prabowo Buka Peluang Parpol Lain Gabung Koalisi Pemerintah

Dikabarkan Jadi Menkopolhukam, Yusril: Saya Siap

Oktober 13, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Gerakan Mahasiswa Serbia Jadi Sorotan, PRO RAKYAT Dorong Anak Muda Kawal Pemilu 2029
  • Polda Papua Barat Daya Perkuat Kolaborasi TNI dan Pemda untuk Jaga Stabilitas Keamanan
  • Ardhyo Prayogo Tekankan Pentingnya Pembinaan dan Pengawasan PPAT Berkelanjutan
  • Hak Tanah Masyarakat Bisa Dipulihkan, UU Reforma Agraria Atur Penyelesaian Konflik
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In