INSIDE POLITIK- Dr. Budiono dan Prof. Anna mana yang lebih baik dalam memfasilitasi kebutuhan teknologi mahasiswa?
Ceritanya terungkap di atas panggung Visi Misi para kandidat Rektor Unila periode 2027-2031 yang berlangsung Rabu, 28 Oktober 2026.
Mahasiswa FKIP Program Studi PPKN Marissa bertanya kepada 6 kandidat tentang tindakan Calon Rektor terhadap kepentingan mahasiswa dalam menggunakan fasilitas di lingkungan kampus.
Prof. Anna Gustina Zainal yang mendapat giliran menjawab, ternyata mengungkap– sebagai Dekan FISIP, telah menyediakan peminjaman laptop dan komputer bagi mahasiswa menyelesaikan tugas harian dan tugas akhir kampus.
“Kami juga sudah menerapkan di FISIP memberikan pinjaman laptop bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir namun tak memiliki sarana dan pra sarana tersebut mengapa tidak ini bisa kita kembangkan untuk seluruh mahasiswa di Unila, demikian juga sudah tersedianya sarana bagi mahasiswa yang tidak memiliki komputer dalam menyelesaikan tugas-tugas harian kampus. Kita di FISIP sudah menyediakan 20 komputer yang bisa diakses oleh mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas di kampus,” ungkapnya.
Prof. Anna ternyata enggak sendirian memfasilitasi alat elektronik bagi kemudahan mahasiswa.
Lektor Hukum Tata Negara Dr. Budiono yang mendapat nomor urut 2 dalam Pilrek Universitas Lampung ini pun telah menyediakan fasilitas teknologi berupa televisi dan komputer di tiap-tiap ruang kelas.
“Tiap ruangan di fakuktas Hukum saya sudah berikan komputer dan televisi supaya pembelajaran itu bisa berlangsung baik dan mahasiswa menikmati,” tuturnya.
Tak lain, Budiono mengatakan itu karena berprinsip mahasiswa adalah subjek sehingga menjadi pusat kemitraan kampus.
“Yang berkaitan dengan tindakan Rektor tentang bagaimana membela kepentingan mahasiswa, saya selalu mengatakan mahasiswa itu bukan semata sebagai objek tapi sebagai subjek, menjadi pusat, menjadi mitra kita, kita universitas itu bukan hanya mengambil UKT tapi bagaimana mengembalikan UKT itu kepada mahasiswa dalam bentuk fasilitas yang memadai,” tuturnya.
Dengan ketersediaan komputer dan televisi pembelajaran digital di tiap ruang Fakultas Hukum, Budiono berharap mahasiswa bisa segera menyelesaikan projek-projek kuliahnya dan akrab dengan lingkungan sekitarnya secara berkelompok sehingga ketika memasuki dunia industri atau riset dan advokaai terbiasa bekerja dalam teamwork.***















