INSIDE POLITIK- Keluarga Besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pringsewu menggelar acara halal bihalal Idulfitri 1447 H dengan tema “Tetap Solid, Bersatu dalam Kebersamaan dan Profesional dalam Berkarya.” Acara berlangsung di Taman Anggrek Hayyin Mustakim, Pringkumpul, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri jajaran penasehat, pengurus, anggota PWI, dan IKWI Kabupaten Pringsewu. Ketua PWI Kabupaten Pringsewu, Joko Sulistiyo, menegaskan bahwa halal bihalal merupakan agenda rutin tahunan yang digelar melalui Bidang Kesra. Acara ini bertujuan mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa kebersamaan di antara seluruh anggota, serta menumbuhkan sikap saling memaafkan.
“Penting bagi wartawan PWI Kabupaten Pringsewu untuk tetap solid dan bersatu, menjaga marwah organisasi, serta profesional dalam berkarya. Kita harus terus meningkatkan kualitas dan kompetensi agar mampu menghadapi tantangan jurnalistik yang semakin kompleks,” ujar Joko Sulistiyo.
Selain halal bihalal, PWI Kabupaten Pringsewu telah merealisasikan sejumlah program kerja di bidang Kesra, antara lain buka puasa bersama selama Ramadan, serta berbagi daging sapi dan THR menjelang Lebaran untuk keluarga besar PWI maupun warga kurang mampu sekitar sekretariat.
Penasehat PWI Kabupaten Pringsewu, Andreas Andoyo, mengapresiasi soliditas organisasi dan mengusulkan dihidupkannya kembali kegiatan arisan untuk memperkuat kekeluargaan. Sementara Sudiyono, penasehat sekaligus anggota DPRD setempat, menilai organisasi PWI menunjukkan kemajuan signifikan dan diharapkan memberikan sumbangan pemikiran bagi kemajuan Kabupaten Pringsewu.
Acara juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada warga kurang mampu, pembagian doorprize, dan tausiyah oleh Ustadz Syaiful Anwar dari Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu.
Halal bihalal ini menjadi momentum memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan profesionalisme wartawan, sekaligus menegaskan peran PWI sebagai organisasi yang peduli pada kemajuan masyarakat dan pembangunan daerah.***

















