INSIDE POLITIK- Kiprah Saburai Budaya Nusantara yang berniat menggali kebudayaan di Provinsi Lampung serta memastikan situs aset Cagar Budaya di Kota Bandar Lampung kini mulai meraih berbagai dukungan lintas Pulau di hampir seluruh Indonesia.
Satu dan yang pertama dari Lampung ialah Sekjend Laskar Lampung Indonesia Panji Nugraha AB atau yang akrab dengan sapaan Panji Padang Ratu.
Diharapkannya, Komunitas yang telah berpayung hukum itu menjadi pilar utama kegiatan riset dan observasi terhadap lokasi serta benda-benda bersejarah yang telah membentuk karakter masyarakat Indonesia, khususnya warga Lampung dengan menggandeng para arkeolog dan praktisi kebudayaan juga para penulis sebagai wadah berkisah hingga dokumentasi.
“Selamat kepada Ketua Saburai Budaya Nusantara Rudi Santoso yang telah mendaftarkan komunitasnya ke Kementerian Hukum sehingga telah resmi dan siap menjalin komunikasi dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Fadli Zon guna melaksanakan program kerja riset dan observasi bagi sejarah kebudayaan dari Lampung untuk Nusantara atau Indonesia, sekali lagi selamat untuk rekan-rekan saya di Saburai Budaya Nusantara,” ungkapnya.
Ucapan itu sekaligus menjadi dukungan pribadinya serta Laskar Lampung Indonesia terhadap Saburai Budaya Nusantara yang dalam waktu dekat ini, menurut Rudi— akan beraudiensi dengan Menteri Kebudayaan, Pangdang XXI Radin Inten, Gubernur Lampung hingga Wali Kota Metro.
“Ucapan selamat itu sekaligus dukungan pribadi dari saya dan DPP Laskar Lampung Indonesia. Dengan adanya Saburai Budaya Nusantara semoga warisan jati luhur keagungan Indonesia terselamatkan dan tercatat serta terdokumentasi rapi dan menjadi wadah juga bagi ekonomi kreatif,” ungkap salah satu tokoh berpengaruh yang tak henti-henti mengadvokasi problematik masyarakat dengan pemerintah dan oknum enggak bertanggungjawab tersebut.
Selain Panji yang menjadi tokoh pertama di Lampung menunjukan atensi serta apresiasinya atas pembentukan Saburai Budaya Nusantara, Fadjar Setia dari Palembang, Pusaka Bahari di Sumatera Selatan tak mau ketinggalan untuk berlomba-lomba mendukung Rudi Santoso dan kawan-kawan dalam rangka mengawal situs-situs terindikasi Cagar Budaya terstempel resmi pemerintah.
“Tabik pun, salam tuan-tuan, dengan ini saya mengucapkan selamat dan semoga sukses selalu untuk komunitas Saburai Budaya Nusantara yang telah terbentuk serta semoga menjadi komunitas unggul dan mampu bekerjasama dengan komunitas-komunitas lainnya sehingga dapat mendukung pelestarian benda-benda sejarah budaya Nusantara,” tutur Fadjar Setia pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Dari Lampung sudah, pun begitu dengan yang di Sumatera Selatan dan sekarang giliran Agung Yudianto Sanggar Kriya Kinatah Tosan Aji, Semartinandu, D.I. Yogyakarta mengulurkan support kepada Rudi Santoso karena telah mengumpulkan ratusan fragment peninggalan bersejarah dari lintas dinasti maupun kerajaan di Kota Bandar Lampung.
“Salam budaya. Saya, Agung Yudianto dari Sanggar Kriya Kinatah Tosan Aji, Semartinandu, Jogja, mengucapkan selamat dan sukses untuk teman-teman komunitas Saburai Budaya Nusantara. Semoga kedepannya selalu sukses dan jaya selalu. Salam budaya. Lestari budaya.”
Terus dan terus, aliran untuk komunitas yang belum genap satu bulan terbentuk di depan Notaris Fahmi Sasmita pada September 2026 lalu itu belum mengering dan (jangan pernah mengering, red).
Masih dari D.I. Yogyakarta, dan dukungan kali ini datang dari akademisi yakni dosen Seni Universitas Gadjah Mada berharap Saburai Budaya Nusantara menjadi komunitas yang turut memperkokoh budaya Nusantara serta bermanfaat untuk masyarakat.
“Saya, Sigit Purnomo dari Yogyakarta, menyampaikan selamat atas terbentuknya Komunitas Saburai Budaya Nusantara. Semoga dengan terbentuknya komunitas ini semakin memperkokoh budaya yang ada di Nusantara dan memberikan manfaat yang seluas-luasnya untuk masyarakat. Mantap untuk Saburai,” tegas, begitu ucapan selamatnya kepada Rudi dan rekan-rekan.
Ki Mujar Sangkerta dari Komunitas Wayang Milehnium WAE Produksi juga memberikan dukungan bagi Rudi Santoso yang telah berupaya mengajak kawan-kawannya di Lampung turut andil dalam menjaga dan menelisik Cagar Budaya.
“Untung saya masih ingat kata2 Special KI MUJAR SANGKERTA: Salam Produktivitas dan Kreativitas tanpa batas,” kata Rudi.
“Alhamdulillah AAMIN YRA. Ikut senang dan bersyukur atas terbentuknya Komunitas SABURAI BUDAYA NUSANTARA ya mas Rudy. Semoga keberadaannya bermanfaat dan Barokah bagi penggalian Seni Budaya di seantero Nusantara ini. Salam Produktivitas dan Kreativitas tanpa batas,” itu pesan KI MUJAR SANGKERTA.
Setelah dari Jogja, Saburai Budaya Nusantara yang menemukan artefak lintas dinasti juga menerima support lintas antar pulau.
Budayawan Kalimantan salah satu contoh sahih dukungan bagi Saburai Budaya Nusantara layaknya bengawan.
Ialah Theofilus penggiat pecinta pelestari budaya asal Kalimantan Barat meminta Saburai Budaya Nusantara turut melestarikan identitas bangsa yang telah ada maupun yang masih tersimpan di suatu tempat.
“Saya Theofilus, mewakili teman-teman pencinta dan pelestari budaya Kalimantan, terkhusus Kalimantan Barat, dengan ini mengucapkan selamat dan sukses kepada komunitas Saburai Budaya Nusantara,” katanya.
“Semoga dengan ini, budaya-budaya yang ada di Nusantara tetap terjaga dan lestari.”
Hampir tertinggal, Rudi Santoso mengatakan Saburai Budaya juga menerima dukungan dari Magelang, Jawa Tengah yakni Tanto dan Mami Kato yang merupakan keturunan Jepang dan saat ini berkhidmat di Komunitas Lima Gunung.***
















