Jumat, Oktober 2, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Jumat, Oktober 2, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Tim Thailand Turun Tangan, Gajah Way Kambas Mulai Dilatih Hidup Bebas Berkelompok

Melda by Melda
Oktober 2, 2026
in Daerah, Lampung Timur
Tim Thailand Turun Tangan, Gajah Way Kambas Mulai Dilatih Hidup Bebas Berkelompok

INSIDE POLITIK- Pengelolaan gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Taman Nasional Way Kambas mulai memasuki babak baru.

Gajah-gajah yang selama ini dalam perawatan manusia dipersiapkan untuk menjalani pola pengelolaan yang memungkinkan mereka bergerak lebih bebas, termasuk secara bertahap lepas dari penggunaan rantai dan gancu.

BACA JUGA

Innova Modifikasi Diperiksa di Bakauheni, Polisi Temukan 27 Kg Sabu

Erin Menolak Menyerah, 10 Tahun Bertahan Hidup dengan Belalai Buntung di Way Kambas

Transformasi tersebut mendapat dukungan dari tim Elephant Nature Park (ENP) dari Chiang Mai, Thailand. Tim konservasi tersebut hadir di Way Kambas untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan gajah dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada kesejahteraan satwa.

Founder and Director ENP Thailand, Saengduean “Lek” Chailert, mengatakan timnya datang dengan lima orang untuk membantu melatih gajah agar kembali memiliki kehidupan sosial dalam kelompok.

“Kami datang untuk melatih gajah agar menjadi kawanan, melepaskan gajah dari rantai dan membiarkan mereka menjadi keluarga lagi,” kata Lek saat ditemui di Taman Nasional Way Kambas, Kamis (1/10/2026).

Menurut Lek, pola pengelolaan gajah di Way Kambas saat ini masih memiliki perbedaan dengan sistem yang diterapkan di ENP Thailand.

Di ENP, gajah didorong untuk dapat bergerak lebih bebas dengan pendekatan perawatan yang meminimalkan penggunaan alat pengendalian fisik.

“Di sini mereka masih menggunakan rantai, masih menggunakan hook, dan itu perlu dilepaskan,” ujarnya.

Selain metode pengelolaan, Lek juga menyoroti kondisi fisik sejumlah anak gajah yang ditemuinya selama berada di Way Kambas.

Ia menilai kebutuhan nutrisi dan makanan anak-anak gajah perlu mendapat perhatian.

“Anak-anak gajah di sini cukup kurus. Mereka membutuhkan lebih banyak nutrisi dan makanan,” katanya.

Pendampingan yang dilakukan ENP tidak hanya menyasar satwa. Para mahout yang setiap hari berinteraksi langsung dengan gajah juga menjadi bagian penting dalam program tersebut.

Sebelum pendampingan di Way Kambas, sejumlah mahout dari Indonesia bahkan telah mendapatkan pelatihan di proyek ENP di Thailand.

“Mereka sudah menerima pelatihan di proyek kami di Thailand dan memahami konsep bagaimana merawat gajah,” ujar Lek.

Untuk memperkuat proses transfer pengetahuan, ENP juga mengirimkan seorang manajer mahout untuk tinggal dan bekerja bersama tim Way Kambas.

Pendampingan tersebut akan berlangsung hingga pengelolaan gajah secara bertahap dapat diarahkan menuju pola yang memungkinkan satwa bergerak lebih bebas.

Dorong Pengelolaan Berbasis Kesejahteraan Satwa

Direktur Perencanaan Konservasi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan RI, Dr. Ahmad Munawir, mengatakan kehadiran tim ENP menjadi kesempatan bagi pengelola PKG Way Kambas untuk belajar langsung dari pengalaman konservasi gajah di Thailand.

“Kita di sini bersama tim dari Elephant Nature Park di Chiang Mai, Thailand. Beliau di sini membantu mahout kita bagaimana mengelola gajah yang lebih welfare, memperhatikan kesejahteraannya tanpa menggunakan rantai dan hook,” kata Ahmad.

Menurut dia, pendampingan tersebut telah memasuki hari ketiga dan sejumlah anggota tim ENP masih akan berada di Way Kambas selama beberapa minggu ke depan untuk mendampingi para mahout.

“Saat ini sudah hari ketiga mereka di sini. Beberapa tim mungkin beberapa minggu ke depan masih akan standby di sini bersama mahout kita untuk melakukan pelatihan,” ujarnya.

Dari sisi kesehatan, PKG Way Kambas juga memiliki sedikitnya dua dokter hewan yang bersiaga untuk mendukung penanganan serta pemantauan kondisi gajah.

Ahmad berharap proses pendampingan tersebut dapat mempercepat kesiapan gajah-gajah di Way Kambas untuk menjalani pola pengelolaan yang memungkinkan mereka hidup dan bergerak lebih bebas.

“Mudah-mudahan dalam satu minggu ke depan gajah-gajah kita sudah siap untuk hidup bebas seperti yang kita bayangkan,” ujar Ahmad.

Infrastruktur Harus Mengikuti Perubahan

Transformasi pola perawatan gajah tersebut juga membutuhkan kesiapan fasilitas di lapangan.

Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas, Brigjen TNI Sriyanto, menyambut positif kolaborasi dengan tim ENP.

Menurut Sriyanto, kehadiran tim konservasi Thailand menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas para mahout sekaligus memperkenalkan pendekatan perawatan yang lebih berorientasi pada kesejahteraan satwa.

“Kedatangan tim Elephant Nature Park dari Thailand ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mentransfer ilmu dan pengalaman nyata dalam merawat gajah dengan standar kesejahteraan satwa modern,” ujar Sriyanto.

Ia menilai pelatihan tersebut penting agar para mahout semakin terbiasa menangani perilaku gajah dengan pendekatan yang lebih humanis.

“Pelatihan dari tim ENP ini memberikan pemahaman baru bagi para perawat gajah kita, sehingga proses melepaskan gajah dari belenggu rantai dan gancu dapat berjalan aman serta terukur,” lanjutnya.

Namun, perubahan metode pengelolaan tidak bisa hanya mengandalkan pelatihan.

Menurut Sriyanto, infrastruktur PKG juga harus disiapkan agar gajah dapat bergerak lebih bebas dengan tetap memperhatikan keselamatan satwa dan petugas.

“Peralihan menuju metode tanpa rantai dan gancu ini tentu harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur di lapangan,” katanya.

Pembangunan dan pembenahan fasilitas pun tengah didorong, mulai dari paddock terbuka yang aman, penyediaan pakan bernutrisi, hingga fasilitas medis.

“Karena itu, pembangunan dan perbaikan fasilitas di PKG Way Kambas saat ini tengah kami dorong serta percepat, mulai dari penyiapan paddock terbuka yang aman, fasilitas pakan bernutrisi, hingga area perawatan medis yang memadai,” imbuh Sriyanto.

Ia memastikan seluruh proses penataan sarana akan terus dikawal agar perubahan pola pengelolaan dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Seluruh kegiatan pembenahan sarana ini kami kawal agar tercipta ekosistem yang benar-benar menjamin keselamatan satwa maupun petugas yang mendampinginya,” pungkas Sriyanto.

Jika program tersebut berjalan sesuai rencana, Way Kambas tidak sekadar menjadi tempat perawatan gajah, tetapi juga menjadi ruang bagi satwa untuk kembali membangun kehidupan sosial dan bergerak lebih bebas dengan pendekatan konservasi yang semakin memperhatikan kesejahteraan mereka.***

Source: Oscar Sihotang
Previous Post

Erin Menolak Menyerah, 10 Tahun Bertahan Hidup dengan Belalai Buntung di Way Kambas

Next Post

Innova Modifikasi Diperiksa di Bakauheni, Polisi Temukan 27 Kg Sabu

Related Posts

Innova Modifikasi Diperiksa di Bakauheni, Polisi Temukan 27 Kg Sabu
Daerah

Innova Modifikasi Diperiksa di Bakauheni, Polisi Temukan 27 Kg Sabu

Oktober 2, 2026
Erin Menolak Menyerah, 10 Tahun Bertahan Hidup dengan Belalai Buntung di Way Kambas
Daerah

Erin Menolak Menyerah, 10 Tahun Bertahan Hidup dengan Belalai Buntung di Way Kambas

Oktober 2, 2026
Perkara PT LEB Masuk Pokok Perkara, LSM PRO RAKYAT Minta Peran Pejabat Terkait Dibuka
Bandar Lampung

Perkara PT LEB Masuk Pokok Perkara, LSM PRO RAKYAT Minta Peran Pejabat Terkait Dibuka

Oktober 2, 2026
Polisi Bongkar Pengiriman 50 Kg Sabu di Bakauheni, Tiga Orang Diamankan
Daerah

Polisi Bongkar Pengiriman 50 Kg Sabu di Bakauheni, Tiga Orang Diamankan

Oktober 2, 2026
Bayu Teguh Pranoto Ikuti Pelatihan Mediator, Perwapus PSHT Dorong Budaya Musyawarah
Bandar Lampung

Bayu Teguh Pranoto Ikuti Pelatihan Mediator, Perwapus PSHT Dorong Budaya Musyawarah

Oktober 1, 2026
Pilkakon Pringsewu 2026: Calon Tunggal Tak Bisa Dicoret, Ini Penjelasan Dinas PMP
Daerah

Pilkakon Pringsewu 2026: Calon Tunggal Tak Bisa Dicoret, Ini Penjelasan Dinas PMP

Oktober 1, 2026
Next Post
Innova Modifikasi Diperiksa di Bakauheni, Polisi Temukan 27 Kg Sabu

Innova Modifikasi Diperiksa di Bakauheni, Polisi Temukan 27 Kg Sabu

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Mundurnya Ketum jadi Syarat Pelaksanaan Munaslub Golkar

Mundurnya Airlangga Bakal Pengaruhi Rekomendasi Kandidat di Pilgub Lampung

Agustus 11, 2024
Rotasi Kapolsek di Lampung Selatan, Toni Kasmiri Minta Pelayanan Polisi Makin Profesional

Rotasi Kapolsek di Lampung Selatan, Toni Kasmiri Minta Pelayanan Polisi Makin Profesional

Mei 25, 2026
Koalisi Parpol Non Parlemen Resmi Usung Iqbal Ardiansyah di Pilwakot Bandar Lampung

Koalisi Parpol Non Parlemen Resmi Usung Iqbal Ardiansyah di Pilwakot Bandar Lampung

Agustus 26, 2024
Daftar ke KPU Sumut, Bobby Janji 3 Tahun Beri Akses Layanan Kesehatan

Kerap Serang Edy Rahmayadi, Bobby Minta Maaf

November 14, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Innova Modifikasi Diperiksa di Bakauheni, Polisi Temukan 27 Kg Sabu
  • Tim Thailand Turun Tangan, Gajah Way Kambas Mulai Dilatih Hidup Bebas Berkelompok
  • Erin Menolak Menyerah, 10 Tahun Bertahan Hidup dengan Belalai Buntung di Way Kambas
  • Perkara PT LEB Masuk Pokok Perkara, LSM PRO RAKYAT Minta Peran Pejabat Terkait Dibuka
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In