Kamis, Oktober 1, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Kamis, Oktober 1, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Desa Penyangga Way Kambas Kembangkan Ekowisata Berbasis Konservasi Burung

Melda by Melda
Oktober 1, 2026
in Daerah, Lampung Timur
Desa Penyangga Way Kambas Kembangkan Ekowisata Berbasis Konservasi Burung

INSIDE POLITIK- Nama Taman Nasional Way Kambas (TNWK) selama ini identik dengan gajah Sumatra. Namun, kawasan konservasi di Lampung Timur tersebut perlahan memperlihatkan wajah lain yang tak kalah menarik.

Bukan hanya gajah yang menjadi daya tarik.

BACA JUGA

Bayu Teguh Pranoto Ikuti Pelatihan Mediator, Perwapus PSHT Dorong Budaya Musyawarah

Pilkakon Pringsewu 2026: Calon Tunggal Tak Bisa Dicoret, Ini Penjelasan Dinas PMP

Di sejumlah desa penyangga TNWK, wisatawan mulai datang untuk mengamati burung, menyusuri sungai, menikmati bentang alam, hingga mengenal kehidupan masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan konservasi.

Salah satunya berkembang di Desa Labuhan Ratu IX melalui Koperasi Plangijo Dewi Rasa. Masyarakat setempat mengembangkan wisata minat khusus dengan fokus pada pengamatan burung atau bird watching dan susur sungai.

Ketua Koperasi Plangijo Dewi Rasa, Arif Lukman Fauzun, mengatakan pilihan tersebut sengaja diambil agar masyarakat tidak hanya bergantung pada citra Way Kambas sebagai destinasi wisata gajah.

“Kami memang agak keluar dari zona nyaman. Kalau Way Kambas kan jualannya biasanya gajah, enggak jauh dari gajah. Nah, kami memilih untuk fokusnya di konservasi burung,” kata Arif, Rabu (30/9/2026).

Pilihan tersebut ternyata menemukan segmennya sendiri. Menurut Arif, kunjungan wisatawan yang fokus pada pengamatan burung meningkat, terutama pada Juni hingga September.

Wisatawan yang datang merupakan bagian dari komunitas pengamat burung yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan perjalanan mereka untuk mengamati avifauna.

“Ternyata malah segmentasinya on target. Akhirnya ketemulah dengan komunitas-komunitas pengamat burung yang memang setiap musim panas berkeliling di Indonesia. Kami di Juni sampai September tingkat kunjungan untuk pengunjung yang fokus di pengamatan burung itu paling tinggi,” ujarnya.

Dari Gajah hingga Burung, Wajah Konservasi Way Kambas Makin Beragam

Arif mengatakan perjalanan wisatawan pengamat burung biasanya mencakup sejumlah wilayah di Indonesia sebelum berlanjut ke negara lain di Asia Tenggara.

Dalam rute menuju Sumatra, Way Kambas menjadi salah satu kawasan yang diperhitungkan.

“Mereka bisa di Indonesia itu satu bulan full. Masuk Sulawesi, Papua, bergerak ke Nusa Tenggara atau Bali, baru masuk Jawa. Nanti dari Jawa selesai di Jakarta atau Banten, baru mereka masuk ke Sumatra. Nah, masuk ke Sumatranya biasanya ke Way Kambas dulu,” kata Arif.

Bagi Kabupaten Lampung Timur, berkembangnya wisata berbasis alam tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan.

Pemerintah daerah tidak hanya dituntut meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan sejalan dengan tujuan utama kawasan sebagai wilayah konservasi.

Bupati Lampung Timur Siti Ela Nuryamah menilai keterlibatan masyarakat desa penyangga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan Way Kambas.

“Way Kambas bukan hanya aset Lampung Timur, tetapi juga bagian penting dari kekayaan alam Indonesia. Karena itu, masyarakat di sekitar kawasan harus mendapatkan ruang untuk berkembang melalui kegiatan yang tetap sejalan dengan prinsip konservasi,” ujar Siti Ela.

Menurutnya, pengembangan ekowisata dapat menjadi jembatan antara kepentingan pelestarian alam dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Yang kita dorong adalah bagaimana masyarakat bisa memperoleh manfaat ekonomi tanpa mengorbankan kawasan. Kalau masyarakat merasakan manfaat dari konservasi, kepedulian untuk menjaga kawasan juga akan semakin kuat,” katanya.

Konservasi Tak Cukup Hanya Menjaga Satwa di Dalam Kawasan

Penguatan peran masyarakat juga menjadi perhatian Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Brigjen TNI Sriyanto.

Menurut Sriyanto, desa penyangga memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan ekosistem Way Kambas, terutama karena aktivitas masyarakat dan satwa tidak sepenuhnya berhenti pada batas kawasan taman nasional.

“Konservasi tidak bisa hanya mengandalkan pengamanan di dalam kawasan. Masyarakat di sekitar Way Kambas memiliki peran penting karena mereka berada langsung di wilayah yang berbatasan dengan habitat satwa,” ujar Sriyanto.

Ia menilai pengembangan kegiatan ekonomi berbasis konservasi, termasuk ekowisata, dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkuat hubungan antara masyarakat dan kawasan TNWK.

“Semakin banyak kegiatan masyarakat yang memberikan nilai ekonomi dari keberadaan alam dan satwa secara legal dan berkelanjutan, semakin besar pula peluang tumbuhnya kesadaran untuk menjaga kawasan,” kata Sriyanto.

“Desa Ramah Burung” Jadi Pintu Masuk Konservasi

Konsep tersebut diterjemahkan Koperasi Plangijo Dewi Rasa melalui program “Desa Ramah Burung”.

Kegiatan yang dilakukan tidak berhenti pada penjualan paket wisata. Koperasi juga menjalankan sosialisasi, penyadartahuan, penanaman pohon, hingga program adopsi sarang burung.

Arif mengatakan tujuan akhirnya adalah mengubah cara pandang masyarakat terhadap kawasan TNWK.

“Mindset kami berkoperasi, di mana koperasi itu adalah dari anggota, oleh anggota, dan kembali lagi ke anggota. Tapi, kami juga pengin punya dampak di luar koperasi,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu perubahan yang ingin dicapai adalah mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap aktivitas ekonomi yang berpotensi merusak kawasan.

“Khususnya dampaknya adalah perubahan mindset yang tadinya mungkin Way Kambas itu sebagai tempat untuk mencari ekonomi negatif, kita pengin beberapa orang itu sudah enggak masuk lagi ke Way Kambas. Itu memang berat, tapi kami punya visinya ke arah situ,” kata Arif.

Koperasi yang beranggotakan 32 warga itu juga mengalokasikan dana sosial untuk berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari kegiatan keagamaan, peringatan hari jadi desa, hingga kegiatan sosial di tingkat dusun.

Selain itu, koperasi memberikan dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia, termasuk membuka kesempatan bagi anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) mengikuti pelatihan yang relevan dengan kegiatan konservasi dan wisata.

Wisatawan Datang, UMKM Desa Ikut Bergerak

Dampak ekonomi dari wisata minat khusus tersebut juga diarahkan agar tidak berhenti pada pengelola paket wisata.

Koperasi menggandeng pelaku UMKM desa dengan memasukkan produk lokal sebagai bagian dari paket yang dibeli wisatawan.

Produk yang disiapkan antara lain dodol nanas, kerajinan berbahan sabut kelapa dan kayu, kerajinan rajut berbentuk satwa, serta berbagai cendera mata seperti tumbler, kaus, dan topi.

“Prinsipnya, wisatawan yang membeli paket kami itu sudah include dengan membeli suvenir dari kami sehingga UMKM-nya hidup,” kata Arif.

Model tersebut membuat kunjungan wisata tidak hanya menghasilkan aktivitas rekreasi, tetapi juga membentuk rantai ekonomi yang diharapkan dapat dirasakan masyarakat desa.

Pengembangan juga dilakukan lintas desa penyangga melalui paket susur sungai di sejumlah wilayah, termasuk Way Kanan, Way Bungur, Labuhan Ratu VII, dan Braja Harjosari.

Siapkan Pemandu Bersertifikat

Ke depan, tantangan yang dihadapi masyarakat bukan hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga meningkatkan standar layanan.

Karena itu, Koperasi Plangijo Dewi Rasa mulai menyiapkan pemandu lokal agar memiliki sertifikasi.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi kemungkinan perubahan tata kelola TNWK, termasuk jika nantinya terdapat skema pengelolaan baru yang melibatkan masyarakat desa penyangga.

“Secara mindset, secara visi ke depan kami terbuka untuk potensi kolaborasi antara pengelola BLU dengan kami desa penyangga. Dari sisi menyiapkan potensi itu, kami harus punya nilai tawar yang dipersiapkan, salah satunya sertifikasi pemandu,” ujar Arif.

Ia mengatakan proses pendampingan untuk sertifikasi pemandu telah dilakukan bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang konservasi burung.

“Kemungkinan akhir tahun pemandu kami sudah sertifikasi, sudah ada legalitas. Kalau nanti pengelolaan baru di Way Kambas melibatkan masyarakat, sistem kerja dan pola wisata yang sudah kami bangun ini siap dibahas bareng untuk lebur menjadi satu,” katanya.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa masa depan Way Kambas tidak hanya bertumpu pada satu ikon satwa.

Gajah tetap menjadi bagian penting dari identitas kawasan. Namun, kekayaan hayati lain, bentang alam, sungai, burung, serta masyarakat yang hidup di sekitarnya mulai membentuk wajah baru TNWK.

Di tengah perhatian terhadap konservasi gajah Sumatra dan keanekaragaman hayati Sumatra, Way Kambas kini memiliki modal lain: masyarakat yang mulai melihat bahwa menjaga alam juga dapat menjadi jalan untuk membangun ekonomi tanpa menghilangkan fungsi konservasi.***

Source: OSCAR SIHOTANG
Tags: Bird WatchingDesa Labuhan Ratu IXDesa Ramah BurungEkowisata Way Kambasgajah SumatraKonflik GajahKonservasi BurungKonservasi LampungKoperasi Plangijo Dewi Rasalampung timurSusur SungaiTNWKumkm lampung timurWay Kambaswisata alam lampung
Previous Post

Pemkab Pringsewu Siapkan Program Bedah Rumah untuk 190 KK, Ada Dana APBN hingga APBD

Next Post

Pabrik Singkong PT SBP Berdiri di Lampura, Harapan Baru Petani Muncul

Related Posts

Bayu Teguh Pranoto Ikuti Pelatihan Mediator, Perwapus PSHT Dorong Budaya Musyawarah
Bandar Lampung

Bayu Teguh Pranoto Ikuti Pelatihan Mediator, Perwapus PSHT Dorong Budaya Musyawarah

Oktober 1, 2026
Pilkakon Pringsewu 2026: Calon Tunggal Tak Bisa Dicoret, Ini Penjelasan Dinas PMP
Daerah

Pilkakon Pringsewu 2026: Calon Tunggal Tak Bisa Dicoret, Ini Penjelasan Dinas PMP

Oktober 1, 2026
34 Tersangka Diamankan, Polres Lampung Selatan Ungkap 79,2 Kg Sabu Sepanjang September
Daerah

34 Tersangka Diamankan, Polres Lampung Selatan Ungkap 79,2 Kg Sabu Sepanjang September

Oktober 1, 2026
Tim Investigasi LADAM Datangi SMK 2 Muhammadiyah Kalirejo, Informasi Dana Rp1,8 Miliar Dipertanyakan
Daerah

Tim Investigasi LADAM Datangi SMK 2 Muhammadiyah Kalirejo, Informasi Dana Rp1,8 Miliar Dipertanyakan

Oktober 1, 2026
Bandar Lampung

APINDO: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Harus Jawab Tantangan Dunia Kerja Masa Kini

Oktober 1, 2026
Mulai 4 Oktober, Genzi Hadirkan Car Free Day di Jalan Jenderal Sudirman Kotabumi
Daerah

Mulai 4 Oktober, Genzi Hadirkan Car Free Day di Jalan Jenderal Sudirman Kotabumi

Oktober 1, 2026
Next Post
Pabrik Singkong PT SBP Berdiri di Lampura, Harapan Baru Petani Muncul

Pabrik Singkong PT SBP Berdiri di Lampura, Harapan Baru Petani Muncul

Lampung Selatan Tembus Tiga Besar PPD 2026 Tingkat Nasional

Lampung Selatan Tembus Tiga Besar PPD 2026 Tingkat Nasional

Mulai 4 Oktober, Genzi Hadirkan Car Free Day di Jalan Jenderal Sudirman Kotabumi

Mulai 4 Oktober, Genzi Hadirkan Car Free Day di Jalan Jenderal Sudirman Kotabumi

APINDO: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Harus Jawab Tantangan Dunia Kerja Masa Kini

Tim Investigasi LADAM Datangi SMK 2 Muhammadiyah Kalirejo, Informasi Dana Rp1,8 Miliar Dipertanyakan

Tim Investigasi LADAM Datangi SMK 2 Muhammadiyah Kalirejo, Informasi Dana Rp1,8 Miliar Dipertanyakan

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Tak Ada Susu di Makan Bergizi Gratis, Ini Alasan Gerindra

Beredar Isu Pungli Makan Bergizi Gratis di Tangerang, Ini Kata Istana

Januari 22, 2025
Pasangan RMD-Jihan Deklarasi,Jihan: Saya Pilih Mirza karena Bisa Hargai Perempuan

Jihan Ajak Warga Metro Pilih Pemimpin Sesuai Hati Nurani

Oktober 4, 2024
Ketua Perwosi Lampung Irene Fransisca Giri Lantik Pengurus 2025–2029, Wagub Jihan Dorong Perempuan Lampung Berprestasi

Ketua Perwosi Lampung Irene Fransisca Giri Lantik Pengurus 2025–2029, Wagub Jihan Dorong Perempuan Lampung Berprestasi

Oktober 1, 2025
Prabowo Buka Peluang Parpol Lain Gabung Koalisi Pemerintah

Prabowo Berencana Bangun Kampung Haji Khusus Jemaah di Makkah

Desember 28, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Bayu Teguh Pranoto Ikuti Pelatihan Mediator, Perwapus PSHT Dorong Budaya Musyawarah
  • Pilkakon Pringsewu 2026: Calon Tunggal Tak Bisa Dicoret, Ini Penjelasan Dinas PMP
  • 34 Tersangka Diamankan, Polres Lampung Selatan Ungkap 79,2 Kg Sabu Sepanjang September
  • Tim Investigasi LADAM Datangi SMK 2 Muhammadiyah Kalirejo, Informasi Dana Rp1,8 Miliar Dipertanyakan
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In