INSIDE POLITIK- Seratusan warga Pekon Bulurejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, khususnya warga RW 2 RT 6, mengeluhkan rendahnya tegangan listrik di wilayah mereka. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan belum tersedianya tiang listrik (togor) di lingkungan permukiman warga.
Saluran listrik menuju rumah warga selama ini tidak melalui jalur utama dengan kabel jaringan yang lebih besar. Warga terpaksa menarik kabel dari jalur utama dan kemudian menyambungkannya dari rumah ke rumah.
Keluhan tersebut disampaikan sejumlah warga saat ditemui di kediaman Suharno. Ia mengatakan, dirinya telah menggunakan sambungan listrik sejak 1988, namun hingga kini belum terdapat tiang listrik di lingkungan tempat tinggalnya.
Menurut Suharno, tiang listrik hanya tersedia di jalan utama. Akibatnya, warga harus menarik kabel dari jalur tersebut dan menyambungkannya dari satu rumah ke rumah lainnya.
“Sampai sekarang listrik warga nyambung dari rumah ke rumah. Jaringan listrik tetap memakai meteran (kWh) meter. Sekitar seratusan lebih pelanggan sampai sekarang tidak memiliki tiang (togor) listrik,” ungkapnya.
Warga lainnya, Eprin, berharap PLN segera menindaklanjuti keluhan tersebut. Terlebih, menurut dia, proposal permohonan pemasangan tiang listrik telah diajukan warga sejak sekitar empat tahun lalu, namun hingga kini belum mendapat tindak lanjut.
Ia mengatakan, rendahnya tegangan listrik menjadi persoalan yang dirasakan seratusan pelanggan PLN di wilayah tersebut. Kondisi itu bahkan berdampak pada penggunaan sejumlah peralatan elektronik dan pompa air sumur bor milik warga.
“Pokoknya jika malam hari listrik byar pet, kalaupun menyala listriknya redup,” ungkap Eprin.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Pringsewu dari Fraksi Partai Golkar, Anton Subagyo, turut menyoroti kondisi tersebut. Ia menilai keluhan warga seakan belum mendapatkan perhatian dari PLN.
Anton mengatakan, persoalan kelistrikan yang dialami warga Bulurejo bukan persoalan baru. Keluhan tersebut, menurutnya, telah berlangsung selama puluhan tahun dan hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan warga.
“Keluhan warga ini sudah puluhan tahun. Kenapa tidak ada perkembangan sampai sekarang,” ujarnya.
Keluhan warga tersebut turut dihadiri Ketua RW 1/2 Fepri Cahyono serta sejumlah warga RW 2, di antaranya Suharno, Eprin, Supriyanto, dan Suprastyo.
Warga berharap adanya tindak lanjut dari pihak PLN, khususnya terkait pemasangan tiang listrik dan perbaikan kualitas tegangan, sehingga kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik.***


















