Senin, September 7, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Senin, September 7, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Rocky Gerung di STPN: Kita Bukan Pemilik Tanah, Justru Tanah yang Memiliki Kita

Melda by Melda
September 7, 2026
in Daerah, Pringsewu
Rocky Gerung di STPN: Kita Bukan Pemilik Tanah, Justru Tanah yang Memiliki Kita

INSIDE POLITIK- Tanah ternyata bukan cuma soal sertifikat, kepemilikan, atau harga jual. Di balik sebidang tanah, ada sejarah, kepentingan sosial, hingga nilai ekonomi yang sering kali menjadi sumber perbedaan cara pandang.

Hal itu menjadi pembahasan akademisi dan filsuf Rocky Gerung saat mengisi kuliah umum di Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 4 September 2026.

BACA JUGA

Riset Jangan Cuma Jadi Jurnal! Budiyono Ingin Unila Jadi Problem Solver untuk Lampung

Nusron Wahid Tegas! Transformasi ATR/BPN Harus Bikin Urusan Tanah Masyarakat Lebih Gampang

Di hadapan sekitar 500 taruna dan taruni yang juga merupakan calon wisudawan dan wisudawati Politeknik Agraria STPN, Rocky Gerung mengajak generasi calon insan pertanahan untuk memahami tanah secara lebih mendalam.

Menurutnya, tanah tidak bisa hanya dilihat sebagai objek yang dapat dimiliki seseorang, perusahaan, atau bahkan negara.

Rocky Gerung Ungkap 3 Konsep Pemaknaan Tanah

Dalam pemaparannya, Rocky Gerung menjelaskan bahwa ada tiga konsep besar dalam memahami tanah.

Pertama, tanah memiliki konsep turun-temurun yang erat kaitannya dengan sejarah, leluhur, dan masyarakat adat.

Kedua, tanah memiliki fungsi sosial yang menjadi bagian dari tanggung jawab negara dalam mengatur pemanfaatannya.

Ketiga, tanah juga memiliki nilai ekonomi sehingga dipandang sebagai komoditas yang dapat memberikan keuntungan.

“Tanah dimiliki oleh tiga konsep, konsep turun-temurun, konsep kegunaan sosial oleh negara, dan konsep ketiga tanah sebagai barang komoditi yang memiliki nilai ekonomis,” ujar Rocky Gerung.

Tiga cara pandang tersebut membuat tanah memiliki makna berbeda bagi setiap pihak.

Bagi masyarakat adat, tanah bukan sekadar lahan. Tanah bisa memiliki hubungan dengan kehidupan, sejarah, dan warisan leluhur.

Sementara bagi negara, tanah berkaitan dengan fungsi sosial, regulasi, dan kepentingan masyarakat luas.

Sedangkan bagi korporasi, tanah dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi dan memiliki nilai bisnis.

Konflik Agraria Bukan Sekadar Rebutan Tanah?

Rocky Gerung juga menyoroti persoalan konflik agraria yang selama ini terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, konflik agraria tidak hanya bisa dilihat sebagai persoalan perebutan sebidang tanah.

Lebih dari itu, konflik sering muncul karena adanya perbedaan cara memaknai tanah.

“Ada konflik agraria, itu konflik pemaknaan, bukan konflik merebutkan tanah. Kita merebut terhadap makna tanah itu apa,” tuturnya.

Pandangan tersebut menjadi pesan penting bagi para taruna dan taruni STPN yang nantinya akan berkecimpung di dunia pertanahan.

Mereka dituntut tidak hanya memahami aturan dan administrasi pertanahan, tetapi juga mampu melihat persoalan tanah dari berbagai perspektif.

Mulai dari kepentingan masyarakat, negara, adat, hingga dunia usaha.

“Kita Tidak Pernah Memiliki Tanah”

Salah satu pernyataan Rocky Gerung yang cukup menarik perhatian dalam kuliah umum tersebut adalah pandangannya mengenai hubungan manusia dengan tanah.

Ia mengingatkan bahwa usia manusia jauh lebih pendek dibandingkan keberadaan tanah.

Karena itu, konsep manusia sebagai pemilik mutlak tanah menurutnya perlu kembali dipikirkan secara filosofis.

“Kita tidak pernah memiliki tanah, kita dimiliki oleh tanah. Usia kita paling panjang itu 97 tahun, usia tanah itu jutaan tahun,” ungkapnya.

Menurut Rocky, tanah telah ada jauh sebelum manusia dan bahkan sebelum sebuah negara terbentuk.

Pemikiran tersebut mengajak peserta kuliah umum untuk melihat tanah bukan hanya sebagai benda atau aset, tetapi sebagai bagian penting dari kehidupan manusia.

Nusron Wahid: Tanah Lebih Tua dari Rakyat dan Negara

Pandangan Rocky Gerung tersebut mendapat respons dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.

Menurut Nusron, pemikiran mengenai usia tanah yang jauh lebih panjang dibandingkan manusia dan negara menjadi pembelajaran penting, terutama bagi para pengambil kebijakan di bidang pertanahan.

“Ada klausul tadi yang sangat bagus sekali yang perlu kita ambil pelajaran. Terutama kita yang ada dalam pengambil keputusan. Tanah itu lebih tua daripada rakyat maupun daripada negara,” ujar Nusron.

Bagi Nusron, filosofi tersebut harus diterjemahkan dalam kebijakan pertanahan yang benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

Ujungnya Harus Keadilan dan Kesejahteraan

Nusron menegaskan bahwa kebijakan pertanahan pada akhirnya harus bermuara pada dua hal utama, yakni keadilan dan kesejahteraan rakyat.

Hal tersebut sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria atau UUPA.

Pada tahun 2026, UUPA telah memasuki usia 66 tahun.

Namun, Nusron mengajak seluruh pihak untuk kembali mempertanyakan apakah aturan tersebut masih mampu menjawab tantangan pertanahan di Indonesia saat ini.

“Land Justice and Welfare. Kebijakan tentang tanah ujung-ujungnya hanya bagaimana untuk menciptakan keadilan dan bagaimana menciptakan kesejahteraan rakyat,” kata Nusron.

Menurutnya, tantangan terbesar ke depan adalah memastikan kebijakan pertanahan tidak hanya berhenti pada urusan administrasi dan regulasi.

Kebijakan tanah harus mampu menjawab persoalan nyata masyarakat sekaligus menciptakan keadilan.

Taruna STPN Diajak Punya Cara Pandang Lebih Luas

Kuliah umum tersebut menjadi ruang diskusi penting bagi para calon insan pertanahan Indonesia.

Di tengah semakin kompleksnya persoalan agraria, pemahaman tentang tanah memang tidak cukup hanya dilihat dari sisi sertifikat dan batas wilayah.

Ada sejarah, hak masyarakat, fungsi sosial, kepentingan negara, hingga nilai ekonomi yang semuanya bertemu dalam satu ruang bernama tanah.

Pesan Rocky Gerung pun cukup jelas: sebelum mengelola tanah, calon insan pertanahan perlu memahami terlebih dahulu apa makna tanah bagi setiap pihak.

Sementara pesan Nusron Wahid juga tidak kalah tegas. Sebaik apa pun kebijakan pertanahan dibuat, ujungnya tetap harus memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.***

Source: WAHYU WIDODO
Tags: ATR/BPNBerita NasionalKeadilan AgrariaKementerian ATR/BPNkonflik agrariaKuliah Umum Rocky Gerungnusron wahidPertanahan IndonesiaPoliteknik Agraria STPNreforma agrariaRocky GerungSTPN SlemanTanah IndonesiaUUPA
Previous Post

Nusron Wahid Tegas! Transformasi ATR/BPN Harus Bikin Urusan Tanah Masyarakat Lebih Gampang

Next Post

Riset Jangan Cuma Jadi Jurnal! Budiyono Ingin Unila Jadi Problem Solver untuk Lampung

Related Posts

Riset Jangan Cuma Jadi Jurnal! Budiyono Ingin Unila Jadi Problem Solver untuk Lampung
Bandar Lampung

Riset Jangan Cuma Jadi Jurnal! Budiyono Ingin Unila Jadi Problem Solver untuk Lampung

September 7, 2026
Nusron Wahid Tegas! Transformasi ATR/BPN Harus Bikin Urusan Tanah Masyarakat Lebih Gampang
Daerah

Nusron Wahid Tegas! Transformasi ATR/BPN Harus Bikin Urusan Tanah Masyarakat Lebih Gampang

September 7, 2026
Belum Ada Warga Terdampak Abu Vulkanik, Bupati Egi Cek Puskesmas Jati Agung
Daerah

Belum Ada Warga Terdampak Abu Vulkanik, Bupati Egi Cek Puskesmas Jati Agung

September 7, 2026
Pesan Sri Sultan HB X untuk Lulusan Politeknik Agraria STPN: Jangan Hanya Paham Peta
Daerah

Pesan Sri Sultan HB X untuk Lulusan Politeknik Agraria STPN: Jangan Hanya Paham Peta

September 7, 2026
Menteri ATR/BPN Resmi Luncurkan Politeknik Agraria STPN di Yogyakarta
Daerah

Menteri ATR/BPN Resmi Luncurkan Politeknik Agraria STPN di Yogyakarta

September 7, 2026
234 Hektare Sawit PTPN 4 Regional 7 Kebun Bekri Diduduki Warga, Kerugian Panen Disebut Capai Rp300 Juta per Rotasi
Daerah

234 Hektare Sawit PTPN 4 Regional 7 Kebun Bekri Diduduki Warga, Kerugian Panen Disebut Capai Rp300 Juta per Rotasi

September 7, 2026
Next Post
Riset Jangan Cuma Jadi Jurnal! Budiyono Ingin Unila Jadi Problem Solver untuk Lampung

Riset Jangan Cuma Jadi Jurnal! Budiyono Ingin Unila Jadi Problem Solver untuk Lampung

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Pasangan Zaiful Bokhari-Wahyudi Konsultasi ke KPU Lamtim, Bakal Jadi Lawan Ela?

Survei Indikator Politik di Pilgub Jabar, Elektabilitas Jeje-Ronald Cuma 2,24 Persen

September 14, 2024
Gandeng Poly Group, Lampung Tancap Gas Menuju Lumbung Investasi Hijau Asia

Gandeng Poly Group, Lampung Tancap Gas Menuju Lumbung Investasi Hijau Asia

Juni 26, 2025
Ridwan Kamil Sesumbar, Tak Takut Lawan Anies di Pilkada Jakarta

VIRAL!Warga Jatinegara Tolak Kunjungan Ridwan Kamil

September 8, 2024
Gerakan Suporter Indonesia: “Selamatkan Timnas dari Kebijakan PSSI!” — Tanda Peringatan untuk Federasi Sepak Bola Tanah Air

Gerakan Suporter Indonesia: “Selamatkan Timnas dari Kebijakan PSSI!” — Tanda Peringatan untuk Federasi Sepak Bola Tanah Air

Oktober 15, 2025
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Riset Jangan Cuma Jadi Jurnal! Budiyono Ingin Unila Jadi Problem Solver untuk Lampung
  • Rocky Gerung di STPN: Kita Bukan Pemilik Tanah, Justru Tanah yang Memiliki Kita
  • Nusron Wahid Tegas! Transformasi ATR/BPN Harus Bikin Urusan Tanah Masyarakat Lebih Gampang
  • Belum Ada Warga Terdampak Abu Vulkanik, Bupati Egi Cek Puskesmas Jati Agung

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In