Rabu, Oktober 28, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Rabu, Oktober 28, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

30 Tahun Kudatuli, Akademisi di Lampung Soroti Kegagalan Fungsi Hukum dan Pentingnya Menjaga Demokrasi

Melda by Melda
Juli 28, 2026
in Bandar Lampung, Daerah
30 Tahun Kudatuli, Akademisi di Lampung Soroti Kegagalan Fungsi Hukum dan Pentingnya Menjaga Demokrasi

INSIDE POLITIK- Peringatan 30 tahun Peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli yang digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Minggu (26/7/2026), menjadi momentum refleksi atas perjalanan demokrasi, penegakan hukum, dan kehidupan berbangsa di Indonesia.

Melalui sarasehan bertema “Kudatuli: Kegagalan Fungsi Hukum dan Lahirnya Kesadaran Bernegara”, akademisi hukum tata negara HS Tisnanta menegaskan bahwa peristiwa Kudatuli bukan sekadar konflik internal Partai Demokrasi Indonesia (PDI), melainkan bagian penting dari sejarah ketatanegaraan Indonesia yang memperlihatkan rapuhnya perlindungan konstitusi pada masa Orde Baru.

BACA JUGA

Kopi Liwa Jadi Jalan Baru Kemandirian, Bapas Kotabumi Latih Klien Jadi Barista

Warga Laporkan Tanaman Mencurigakan, Polisi Temukan Dugaan Ganja di Ladang Katibung

Menurut HS Tisnanta, peristiwa 27 Juli 1996 menjadi titik balik yang membangkitkan kesadaran masyarakat untuk memperjuangkan demokrasi, supremasi hukum, serta akuntabilitas negara hingga akhirnya melahirkan gelombang Reformasi 1998.

“Kudatuli memperlihatkan hubungan negara dan rakyat ketika negara tidak lagi hadir sebagai pelindung, tetapi justru menjadi instrumen kekuasaan. Peristiwa itu menjadi titik balik lahirnya kesadaran untuk menuntut akuntabilitas negara,” ujar HS Tisnanta.

Ia menjelaskan, dari perspektif hukum tata negara, intervensi terhadap dinamika internal PDI saat itu merupakan bentuk penyalahgunaan kewenangan yang bertentangan dengan prinsip negara hukum, demokrasi, serta kebebasan berserikat yang dijamin konstitusi.

Menurutnya, berbagai fakta mengenai korban meninggal dunia, korban luka, orang hilang, hingga kerusakan harta benda menjadi pengingat penting bahwa penghormatan terhadap hak asasi manusia harus menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan negara.

HS Tisnanta menilai kegagalan fungsi hukum pada masa tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong lahirnya Reformasi. Ia menegaskan hukum seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan alat kekuasaan untuk membungkam kritik maupun perbedaan pandangan politik.

Ia juga memaparkan bahwa semangat Reformasi kemudian diwujudkan melalui amandemen Undang-Undang Dasar 1945 pada periode 1999 hingga 2002. Perubahan tersebut melahirkan berbagai pembaruan ketatanegaraan, mulai dari pembatasan masa jabatan presiden maksimal dua periode, penguatan fungsi pengawasan DPR, perluasan jaminan hak asasi manusia, hingga pembentukan Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial sebagai bagian dari mekanisme checks and balances.

Meski demikian, HS Tisnanta mengingatkan bahwa tantangan demokrasi masih terus dihadapi hingga saat ini. Menurutnya, masyarakat harus tetap waspada terhadap setiap bentuk penyalahgunaan kekuasaan agar supremasi hukum dan demokrasi tidak mengalami kemunduran.

“Pelajaran terbesar dari Kudatuli adalah bahwa konstitusi harus dijaga oleh kesadaran warga negara. Demokrasi membutuhkan masyarakat yang berani mengawasi kekuasaan dan memastikan hukum bekerja secara adil,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan politik, penguatan masyarakat sipil, kebebasan pers, pemanfaatan jalur konstitusional dalam penyelesaian persoalan hukum, serta kaderisasi demokrasi agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Winarti mengatakan peringatan tiga dekade Kudatuli merupakan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Di Provinsi Lampung, rangkaian kegiatan dipusatkan di Kantor DPD PDI Perjuangan dengan berbagai agenda, mulai dari sarasehan, donor darah, pelayanan kesehatan gratis, olahraga bersama, santunan kepada panti asuhan, malam renungan, hingga doa bersama.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Lampung, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Lampung, anggota DPR RI, mahasiswa, serta sejumlah organisasi kepemudaan.

Winarti mengajak generasi muda agar terus menjaga semangat reformasi, memperkuat demokrasi, serta tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.

Menurutnya, ruang demokrasi yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan hasil perjuangan panjang yang harus terus dirawat melalui dialog, penghormatan terhadap hak berpendapat, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai informasi, Peristiwa Kudatuli terjadi pada 27 Juli 1996 ketika Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, yang saat itu diduduki pendukung Megawati Soekarnoputri diserbu. Peristiwa tersebut memicu bentrokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, luka-luka, orang hilang, serta penangkapan sejumlah orang. Kudatuli kemudian dikenang sebagai salah satu peristiwa penting yang menjadi pemicu menguatnya gelombang Reformasi hingga berakhirnya pemerintahan Orde Baru pada 1998.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: demokrasiHS Tisnantahukum tata negaraKudatuli 1996lampungPDI PerjuanganPolitik IndonesiaReformasi 1998Sarasehan Kudatuliwinarti
Previous Post

Mengapa Politik Masjid Efektif

Next Post

Pemprov Lampung Gandeng BPJS Kesehatan, Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan Tanpa Hambatan

Related Posts

Kopi Liwa Jadi Jalan Baru Kemandirian, Bapas Kotabumi Latih Klien Jadi Barista
Daerah

Kopi Liwa Jadi Jalan Baru Kemandirian, Bapas Kotabumi Latih Klien Jadi Barista

Oktober 28, 2026
Warga Laporkan Tanaman Mencurigakan, Polisi Temukan Dugaan Ganja di Ladang Katibung
Daerah

Warga Laporkan Tanaman Mencurigakan, Polisi Temukan Dugaan Ganja di Ladang Katibung

Oktober 27, 2026
Pantau Pilkakon Serentak 2026, Bupati dan Wabup Pringsewu Turun Langsung ke TPS
Daerah

Pantau Pilkakon Serentak 2026, Bupati dan Wabup Pringsewu Turun Langsung ke TPS

Oktober 27, 2026
Sumbangan Masjid MTsN 1 Kalianda Naik Jadi Rp250 Ribu, Pengawasan Diminta
Daerah

Sumbangan Masjid MTsN 1 Kalianda Naik Jadi Rp250 Ribu, Pengawasan Diminta

Oktober 27, 2026
Persembahkan Emas untuk Orang Tua, Sultoni Siap Jadi Atlet Kota Bandar Lampung
Bandar Lampung

Persembahkan Emas untuk Orang Tua, Sultoni Siap Jadi Atlet Kota Bandar Lampung

Oktober 27, 2026
KMP Portlink III Resmi Layani Merak–Bakauheni, Ini Fokus ASDP
Daerah

KMP Portlink III Resmi Layani Merak–Bakauheni, Ini Fokus ASDP

Oktober 27, 2026
Next Post
Pemprov Lampung Gandeng BPJS Kesehatan, Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan Tanpa Hambatan

Pemprov Lampung Gandeng BPJS Kesehatan, Pastikan Layanan JKN Tetap Berjalan Tanpa Hambatan

Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah PIT POGI 2027, Pemprov Siap Perkuat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah PIT POGI 2027, Pemprov Siap Perkuat Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Bunda Literasi Lampung Ubah Perpustakaan Jadi Destinasi Rekreasi Edukasi Keluarga

Bunda Literasi Lampung Ubah Perpustakaan Jadi Destinasi Rekreasi Edukasi Keluarga

Pemkab Lampung Selatan Hidupkan Lagi DAMRI, Warga Tak Perlu Lagi Berangkat dari Bakauheni

Pemkab Lampung Selatan Hidupkan Lagi DAMRI, Warga Tak Perlu Lagi Berangkat dari Bakauheni

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Inside Edisi 29 November 2024

November 29, 2024
Polda Lampung Petakan TPS Pilkada di Lampung yang Masuk Kategori Rawan

Tim Hukum Nanang-Antoni Desak Bawaslu Lamsel Tegas Soal Bagi-bagi Sembako Pasangan Egi-Syaiful

Oktober 2, 2024
Yang Belum Tuntas di Pilkada Lamtim (Bagian 1)

KPU RI Didesak Cabut Status Diskualifikasi Utayoh di Pilkada Fakfak

November 18, 2024
Bawaslu Metro Ingatkan ASN untuk Netral

Bawaslu Lamteng Registrasi 3 Laporan dan 1 Temuan Pelanggaran Pidana Pilkada

Oktober 19, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Kopi Liwa Jadi Jalan Baru Kemandirian, Bapas Kotabumi Latih Klien Jadi Barista
  • Warga Laporkan Tanaman Mencurigakan, Polisi Temukan Dugaan Ganja di Ladang Katibung
  • Pantau Pilkakon Serentak 2026, Bupati dan Wabup Pringsewu Turun Langsung ke TPS
  • Sumbangan Masjid MTsN 1 Kalianda Naik Jadi Rp250 Ribu, Pengawasan Diminta
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In