Senin, Mei 11, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Senin, Mei 11, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Lampung Bandar Lampung

Muhammad Alfariezie Hadirkan Kritik Sosial Tajam lewat Puisi Hakim Pembegalan Buat Wali Kota

Melda by Melda
Mei 11, 2026
in Bandar Lampung, Daerah
Muhammad Alfariezie Hadirkan Kritik Sosial Tajam lewat Puisi Hakim Pembegalan Buat Wali Kota

INSIDE POLITIK- Karya puisi Hakim Pembegalan Buat Wali Kota karya Muhammad Alfariezie merupakan representasi sastra kritik sosial yang memperlihatkan kemarahan publik terhadap kekuasaan politik lokal.

Hakim Pembegalan Buat Wali Kota

Sudah tidak ada yang bagus
dari kebijakannya

BACA JUGA

Warga Adat Tuntut Kejelasan Status Tanah Pembangunan Gedung KDMP di Tanggamus

“Jaga Lamban, Jaga Lampung Selatan”, Kapolres Cup 2026 Resmi Digelar

Tumbalnya ratusan anak
yang pagi-malam mengharap
MBG

Belum lagi di jalan-jalan, ribuan
warga menggerutu bagai kepala
terserang ratusan kutu

Saat penghujan, mari kita lihat
berita tentang berapa banyak
orang tua hilang bahagia

Mari kita lihat juga berita
tentangnya tertawa dengan
jaksa di mapolda setelah
memberi semua yang rakyat
punya

Bahaya! Dia bukan hanya
perusak atau maling kota

Dengan udara yang dibiarkannya
tanpa ruang ideal, dengan jalan
dan pemukiman yang
dibiarkannya menerjang dan
dengan anak-anak yang d
dibiarkannya tanpa ijazah formal

Wali kota ini layak sekeratul
maut karena hakim pembegalan

2025

Puisi ini tidak sekadar menghadirkan ekspresi emosional, melainkan membentuk narasi perlawanan terhadap struktur dominasi yang dianggap menindas masyarakat.

Dalam konteks teori hegemoni Antonio Gramsci, puisi tersebut dapat dibaca sebagai bentuk resistensi budaya terhadap kekuasaan yang kehilangan legitimasi moralnya.

Gramsci memandang bahwa kekuasaan tidak hanya dijalankan melalui hukum dan aparat negara, tetapi juga melalui hegemoni—yakni kemampuan penguasa menciptakan persetujuan sosial sehingga rakyat menerima dominasi sebagai sesuatu yang wajar. Namun ketika hegemoni retak, lahirlah suara-suara tandingan dari masyarakat, termasuk melalui sastra.

Dalam puisi ini, Muhammad Alfariezie tampil sebagai intelektual organik yang menyuarakan keresahan kelas sosial yang merasa ditinggalkan oleh kebijakan pemerintah.
Baris pembuka:

“Sudah tidak ada yang bagus dari kebijakannya.”
menjadi penanda awal runtuhnya legitimasi kekuasaan.

Penyair menggambarkan pemerintah bukan lagi sebagai pelindung masyarakat, melainkan sebagai sumber penderitaan kolektif.

Kalimat tersebut bukan sekadar kritik administratif, tetapi gugatan terhadap kegagalan moral kekuasaan dalam memenuhi kebutuhan rakyat.

Puisi ini kemudian bergerak ke wilayah sosial yang lebih konkret melalui penggambaran penderitaan masyarakat kecil:

“Tumbalnya ratusan anak yang pagi-malam mengharap MBG”

Anak-anak dijadikan simbol kelompok rentan yang menjadi korban kebijakan negara.

Dalam perspektif Gramsci, negara seharusnya membangun konsensus sosial melalui kesejahteraan dan perlindungan publik.

Akan tetapi, dalam puisi ini negara justru hadir sebagai kekuatan yang gagal memenuhi harapan dasar rakyatnya. Kata “tumbal” memperlihatkan bahwa masyarakat diposisikan hanya sebagai objek politik.

Kritik semakin tajam ketika penyair menampilkan ruang kota yang rusak:

“Dengan udara yang dibiarkannya tanpa ruang ideal, dengan jalan dan pemukiman yang dibiarkannya menerjang…”

Kota digambarkan sebagai ruang distopia sosial. Kerusakan lingkungan, jalan, dan pemukiman menunjukkan kegagalan negara mengelola ruang hidup masyarakat.

Dalam teori hegemoni Gramsci, ruang publik yang rusak menandakan lemahnya kepemimpinan moral penguasa.

Pemerintah kehilangan kemampuan membangun kepercayaan sosial karena realitas sehari-hari rakyat dipenuhi penderitaan.

Bagian paling keras muncul dalam larik:
“Wali kota ini layak sekeratul maut karena hakim pembegalan”

Kalimat ini menghadirkan bentuk satire Juvenalian yang sangat tajam.

Penyair tidak lagi menggunakan sindiran halus, melainkan penghukuman moral secara langsung. Istilah “hakim pembegalan” dapat dimaknai sebagai simbol kekuasaan yang tidak lagi menegakkan keadilan, melainkan ikut merampas hak rakyat.

Dalam kerangka Gramsci, kondisi ini mencerminkan krisis hegemoni: ketika rakyat tidak lagi percaya kepada institusi hukum maupun elite politik.

Secara estetik, puisi ini menggunakan bahasa yang kasar, emosional, dan konfrontatif. Namun justru di situlah kekuatannya. Muhammad Alfariezie membangun puisi sebagai alat perlawanan budaya.

Ia tidak berusaha menciptakan keindahan romantik, melainkan mengguncang kesadaran sosial pembacanya. Bahasa puitik dipakai sebagai senjata ideologis untuk membongkar citra kekuasaan yang dianggap menipu publik.

Sebagai karya sastra modern, puisi ini memperlihatkan bahwa sastra masih memiliki fungsi politik yang kuat.

Penyair hadir bukan hanya sebagai pencipta kata-kata, tetapi sebagai penggerak kesadaran sosial. Dalam perspektif Gramsci, Muhammad Alfariezie dapat dibaca sebagai intelektual organik yang lahir dari keresahan masyarakat dan menggunakan sastra untuk melawan dominasi kekuasaan.

Dengan demikian, Hakim Pembegalan Buat Wali Kota bukan sekadar puisi kemarahan, melainkan dokumen kritik sosial terhadap krisis hegemoni pemerintahan lokal.

Puisi ini menunjukkan bagaimana sastra mampu menjadi medium perlawanan rakyat terhadap kekuasaan yang dianggap gagal menjaga keadilan, kesejahteraan, dan martabat publik.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Antonio GramsciHegemoni KekuasaanKritik Sosial LampungKritik Wali KotaMuhammad Alfarieziepuisi kritik sosialPuisi PolitikSastra Kontemporer Indonesiasatire JuvenalianSatire Politik
Previous Post

ASDP Bakauheni Rayakan HUT ke-53, Dari Turnamen Olahraga hingga Charity Run

Next Post

Alarm Pendidikan Bandar Lampung, BOSDA Rp9,5 Miliar Belum Cair hingga Mei 2026

Related Posts

Warga Adat Tuntut Kejelasan Status Tanah Pembangunan Gedung KDMP di Tanggamus
Daerah

Warga Adat Tuntut Kejelasan Status Tanah Pembangunan Gedung KDMP di Tanggamus

Mei 11, 2026
“Jaga Lamban, Jaga Lampung Selatan”, Kapolres Cup 2026 Resmi Digelar
Daerah

“Jaga Lamban, Jaga Lampung Selatan”, Kapolres Cup 2026 Resmi Digelar

Mei 11, 2026
Program SPRINT II Bawa Timor Leste Studi Desa Tangguh di Lampung Selatan
Daerah

Program SPRINT II Bawa Timor Leste Studi Desa Tangguh di Lampung Selatan

Mei 11, 2026
Kodam XXI/Raden Intan Ungkap Fakta di Balik Kasus Love Scamming di Rutan Kotabumi
Bandar Lampung

Kodam XXI/Raden Intan Ungkap Fakta di Balik Kasus Love Scamming di Rutan Kotabumi

Mei 11, 2026
Sabuk Kamtibmas Jadi Wadah Penguatan Keamanan di Lampung Selatan
Daerah

Sabuk Kamtibmas Jadi Wadah Penguatan Keamanan di Lampung Selatan

Mei 11, 2026
Apresiasi Cultural Policing, Bupati Pringsewu Terima Penghargaan dari Polda Lampung
Daerah

Apresiasi Cultural Policing, Bupati Pringsewu Terima Penghargaan dari Polda Lampung

Mei 11, 2026
Next Post
Alarm Pendidikan Bandar Lampung, BOSDA Rp9,5 Miliar Belum Cair hingga Mei 2026

Alarm Pendidikan Bandar Lampung, BOSDA Rp9,5 Miliar Belum Cair hingga Mei 2026

Dalu Agung Darmawan: Arsip Elektronik Harus Dikelola Secara Akuntabel

Dalu Agung Darmawan: Arsip Elektronik Harus Dikelola Secara Akuntabel

BPN Pringsewu Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Warga Lewat Reforma Agraria

BPN Pringsewu Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Warga Lewat Reforma Agraria

Kelas Murai Batu Full Gantangan, Piala Kapolres Lampung Selatan Diserbu Peserta

Kelas Murai Batu Full Gantangan, Piala Kapolres Lampung Selatan Diserbu Peserta

Disdikbud Lampung Gandeng Densus 88 Sosialisasi Bahaya Terorisme di SMA

Disdikbud Lampung Gandeng Densus 88 Sosialisasi Bahaya Terorisme di SMA

POPULAR NEWS

KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

BPN Pringsewu Dampingi Proses Pembuatan Sertifikat Tanah Warga Desa Banjarejo

BPN Pringsewu Dampingi Proses Pembuatan Sertifikat Tanah Warga Desa Banjarejo

September 3, 2025
Musrenbang Tanggamus: Infrastruktur Jadi Prioritas, Bupati Tegaskan Komitmen Pembangunan

Musrenbang Tanggamus: Infrastruktur Jadi Prioritas, Bupati Tegaskan Komitmen Pembangunan

Maret 19, 2025
Langgar Partai, Belasan Kader PDIP Lampura Dukung Ardian

Digugat Tia Rahmania, PDIP:Silahkan

September 28, 2024
Mahkamah Konstitusi Tegaskan Putusan MK Bersifat Final dan Mengikat!

MK Putuskan Pelantikan Kepala Daerah Hasil Pilkada Harus Digelar Serentak

Desember 19, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Warga Adat Tuntut Kejelasan Status Tanah Pembangunan Gedung KDMP di Tanggamus
  • “Jaga Lamban, Jaga Lampung Selatan”, Kapolres Cup 2026 Resmi Digelar
  • Program SPRINT II Bawa Timor Leste Studi Desa Tangguh di Lampung Selatan
  • Kodam XXI/Raden Intan Ungkap Fakta di Balik Kasus Love Scamming di Rutan Kotabumi

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In