Selasa, September 8, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Selasa, September 8, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Budiono Soroti Riset Unila yang Turun, Targetkan Setiap Fakultas Punya Pusat Studi

Melda by Melda
September 8, 2026
in Daerah, Lampung
Budiono Soroti Riset Unila yang Turun, Targetkan Setiap Fakultas Punya Pusat Studi

INSIDE POLITIK— Penurunan jumlah riset yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat menjadi salah satu perhatian calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, Dr. Budiono.

Budiono menyoroti tren penelitian di Unila yang menurutnya mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir. Ia menyebut, pada 2024 hingga 2025 jumlah penelitian yang berdampak sebelumnya dapat mencapai sekitar 200 penelitian, sementara pada 2026 jumlahnya disebut turun hingga kisaran 90 penelitian.

BACA JUGA

Lahan Sekolah Rakyat Dibeli Rp4,3 Miliar, LLI Minta APH Periksa Dugaan Mark-up

Membaca Mesuji Lewat Puisi, Muhammad Alfariezie dan Politik Bahasa Lokal

“Kalau kita lihat dari hasil yang dicapai Unila sekarang, ini agak menurun jumlah riset yang memberikan dampak ke masyarakat,” ujar Budiono, Senin (7/9/2026).

Menurut Lektor Kepala Bidang Hukum Tata Negara tersebut, capaian riset pada 2024 dan 2025 masih berada di atas 200 penelitian yang dinilai memiliki dampak. Namun, pada 2026 jumlah tersebut disebut belum mencapai 100 penelitian.

“Kalau sekitar tahun sebelumnya itu, 2025 atau 2024, riset kita bisa mencapai 200 lebih yang berdampak. Namun, saat ini belum mencapai 100 penelitian dan masih berada di kisaran 90-an,” katanya.

Bangun Pusat Riset di Setiap Fakultas

Budiono mengatakan, peningkatan kualitas dan dampak penelitian harus menjadi bagian penting dalam arah pengembangan Unila ke depan.

Ia menawarkan pembentukan pusat-pusat riset atau pusat studi di setiap fakultas apabila nantinya mendapat amanah memimpin Unila.

Menurutnya, keberadaan pusat riset di tingkat fakultas dapat membuat agenda penelitian lebih terarah sesuai dengan keunggulan keilmuan masing-masing. Selain itu, pusat studi juga dinilai dapat mempermudah kampus membangun kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia industri, UMKM hingga masyarakat.

“Sekarang seperti di pertanian itu sudah ada pusat riset berskala nasional tentang cassava yang baru dibentuk itu. Nah, inilah yang kalau saya terpilih, saya akan setiap fakultas itu harus ada pusat-pusat risetnya atau pusat-pusat studi,” ujar Budiono.

Ia menilai model tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk membuat ekosistem riset Unila tidak bersifat eksklusif bagi kalangan akademisi.

Sebaliknya, hasil kajian akademik diharapkan dapat digunakan secara langsung oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk sektor pertanian, industri dan UMKM di Lampung.

Siapkan Anggaran dan Insentif Peneliti

Tidak hanya membentuk pusat riset, Budiono juga menyatakan komitmennya memberikan dukungan anggaran terhadap kegiatan penelitian.

Menurutnya, dukungan finansial menjadi faktor penting agar pusat riset yang dibangun tidak hanya menjadi struktur kelembagaan, tetapi mampu menghasilkan penelitian yang memberikan manfaat nyata.

“Nanti kita berikan anggaran lebih terhadap penelitian tersebut,” ujarnya.

Budiono menegaskan bahwa riset harus memiliki muara pada penyelesaian persoalan sekaligus mampu memberikan nilai tambah bagi universitas.

“Muara kita ialah riset/penelitian. Dengan penelitian itu mempunyai dampak besar. Tiap berhasil memecahkan masalah, maka bisa menjadikan input pendapatan bagi universitas kalau riset itu bisa dipakai oleh sumber daya, baik itu industri maupun masyarakat,” katanya.

Selain anggaran penelitian, ia juga menawarkan pemberian insentif atau penghargaan kepada dosen maupun kelompok peneliti yang mampu menghasilkan riset dengan dampak nyata.

“Kita berikan insentif atau reward terhadap mereka-mereka yang bisa menghasilkan hasil riset yang berdampak itu dari kampus,” kata Budiono.

Dorong Kolaborasi dengan Pemerintah dan Industri

Budiono menyadari pembangunan ekosistem penelitian tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan internal kampus.

Menurutnya, jejaring kemitraan antara Unila, pemerintah daerah, sektor industri dan masyarakat harus dibangun sejak tahap penelitian hingga implementasi hasil kajian.

Dengan pola tersebut, hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik atau publikasi ilmiah, tetapi dapat diterapkan untuk membantu menyelesaikan persoalan konkret.

“Atau kita nanti bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah atau industri. Sehingga hasil kita itu bisa langsung digunakan oleh masyarakat atau pemerintah daerah,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut, menurut Budiono, juga dapat membuka peluang bagi Unila untuk meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan daerah.

Pemerintah daerah dapat memanfaatkan hasil penelitian sebagai salah satu bahan dalam penyusunan kebijakan. Sementara sektor industri dan UMKM dapat mengadopsi inovasi maupun temuan akademik untuk meningkatkan produktivitas.

Dari Output ke Impact

Budiono menilai Unila perlu memperkuat paradigma penelitian dari sekadar mengejar output menuju riset yang memiliki impact atau dampak terukur.

Artinya, kualitas penelitian tidak hanya dilihat dari jumlah publikasi atau dokumen kajian yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana penelitian mampu menjawab persoalan masyarakat.

Riset, kata dia, idealnya dapat membantu meningkatkan produktivitas, menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi dunia usaha dan industri.

Gagasan tersebut menjadi bagian dari visi Budiono apabila dipercaya memimpin Unila periode 2027–2031. Ia ingin menjadikan penelitian sebagai salah satu instrumen utama untuk memperkuat posisi kampus sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Lampung.

Dengan pusat riset di setiap fakultas, dukungan anggaran, pemberian insentif bagi peneliti, serta penguatan jaringan dengan pemerintah dan dunia industri, Budiono berharap ekosistem penelitian Unila dapat bergerak lebih produktif dan menghasilkan dampak yang dapat dirasakan secara langsung.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan riset bukan hanya seberapa banyak penelitian yang berhasil dibuat, tetapi seberapa jauh hasil penelitian tersebut mampu menjawab kebutuhan dan persoalan nyata di tengah masyarakat.***

Source: MUHAMMAD ALFARIEZIE
Tags: Akademisi Lampungbandar lampungBudionoCalon Rektor Uniladosen Unilaindustri lampunginovasikampus UnilalampungPemerintah DaerahPemilihan Rektor UnilaPendidikan Lampungpenelitipenelitian akademikPenelitian UnilaPertanian Lampungpusat risetpusat studiRektor Unila 2027Rektor Universitas Lampungriset berdampakRiset UnilaUMKM lampungUnilaUniversitas Lampung
Previous Post

Senator Almira Turun Tangan, Masker Dibagikan untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik GAK

Next Post

Membaca Mesuji Lewat Puisi, Muhammad Alfariezie dan Politik Bahasa Lokal

Related Posts

Lahan Sekolah Rakyat Dibeli Rp4,3 Miliar, LLI Minta APH Periksa Dugaan Mark-up
Daerah

Lahan Sekolah Rakyat Dibeli Rp4,3 Miliar, LLI Minta APH Periksa Dugaan Mark-up

September 8, 2026
Membaca Mesuji Lewat Puisi, Muhammad Alfariezie dan Politik Bahasa Lokal
Daerah

Membaca Mesuji Lewat Puisi, Muhammad Alfariezie dan Politik Bahasa Lokal

September 8, 2026
Senator Almira Turun Tangan, Masker Dibagikan untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik GAK
Daerah

Senator Almira Turun Tangan, Masker Dibagikan untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik GAK

September 8, 2026
Hadapi Potensi Tsunami, Bupati Egi Pastikan Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Siap Digunakan
Daerah

Hadapi Potensi Tsunami, Bupati Egi Pastikan Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul Siap Digunakan

September 8, 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Kapolres Deddy Turun Langsung ke Palas
Daerah

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Kapolres Deddy Turun Langsung ke Palas

September 8, 2026
Dari Lahan Lapas Jadi Ladang Skill, WBP Kalianda Belajar Tanam Cabai
Daerah

Dari Lahan Lapas Jadi Ladang Skill, WBP Kalianda Belajar Tanam Cabai

September 8, 2026
Next Post
Membaca Mesuji Lewat Puisi, Muhammad Alfariezie dan Politik Bahasa Lokal

Membaca Mesuji Lewat Puisi, Muhammad Alfariezie dan Politik Bahasa Lokal

Lahan Sekolah Rakyat Dibeli Rp4,3 Miliar, LLI Minta APH Periksa Dugaan Mark-up

Lahan Sekolah Rakyat Dibeli Rp4,3 Miliar, LLI Minta APH Periksa Dugaan Mark-up

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Politik PDIP Tanpa Jokowi

Politik PDIP Tanpa Jokowi

Agustus 4, 2026
Bawaslu Metro Ingatkan ASN untuk Netral

Lampung Barat Daerah Rawan Politik Uang Tertinggi Kedua di Lampung

November 17, 2024
Pastikan Keputusan Objektif, Kantor Pertanahan Pringsewu Turun Langsung ke Lokasi Sengketa

Kantor Pertanahan Pringsewu Komitmen Selesaikan Sengketa Secara Adil

April 23, 2026
SMAN 2 Kalianda Matangkan Persiapan OSN 2025, Target Tambah Medali

SMAN 2 Kalianda Matangkan Persiapan OSN 2025, Target Tambah Medali

April 16, 2025
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized

Recent Posts

  • Lahan Sekolah Rakyat Dibeli Rp4,3 Miliar, LLI Minta APH Periksa Dugaan Mark-up
  • Membaca Mesuji Lewat Puisi, Muhammad Alfariezie dan Politik Bahasa Lokal
  • Budiono Soroti Riset Unila yang Turun, Targetkan Setiap Fakultas Punya Pusat Studi
  • Senator Almira Turun Tangan, Masker Dibagikan untuk Warga Terdampak Abu Vulkanik GAK

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In