Sabtu, September 5, 2026
  • Login
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
No Result
View All Result
Inside Politik
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper
Sabtu, September 5, 2026
No Result
View All Result
Inside Politik
No Result
View All Result
Home Daerah

Budiyono: Kekuatan Unila Tak Hanya di Kampus, Tapi Juga Tersebar di Ribuan Alumni

Melda by Melda
September 5, 2026
in Daerah, Lampung
Budiyono: Kekuatan Unila Tak Hanya di Kampus, Tapi Juga Tersebar di Ribuan Alumni

INSIDE POLITIK- Masa depan sebuah perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi di dalam pagar kampus. Reputasi, daya saing, dan pengaruh universitas juga dibentuk oleh seberapa kuat hubungan kampus dengan dunia di luar dirinya.

Perspektif itulah yang mengemuka dalam pertemuan informal “Alumni Bersama Budiyono”, yang mempertemukan Dr. Budiyono, SH, MH, calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, dengan sejumlah alumni lintas fakultas dan lintas generasi.

BACA JUGA

Jangan Miskinkan Masyarakat Desa, I Nyoman Adi Peri Tawarkan Pertalite Harga Khusus

Berkebun Kreatif dengan Vertikultur, Lahan Terbatas Tetap Produktif

Pertemuan yang berlangsung hangat pada Jumat, 4 September 2026, di RM Rumah Kayu, Bandar Lampung, tersebut bukan sekadar forum silaturahmi. Di dalamnya muncul pembicaraan mengenai satu aset strategis Unila yang selama ini tersebar di berbagai ruang kehidupan: jejaring alumninya.

Forum tersebut diinisiasi Nashir Badrie, alumni Fakultas Pertanian Unila angkatan 1987. Sejumlah alumni hadir, antara lain Tuntun Sinaga, Budi Harjo, Alhajar Sahyan, Ning Siti Fatimah, Abdy Wasik Ali, Erwin Putubasai, Hery Patria, Nery Juliawan, Arief Taneko, Iskak Susanto, Awal Saptono, Nasirin Aziz, Iin Mutmainnah, Ardian Hasibuan  dan lainnya.

Mereka berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari swasta, birokrasi, akademisi, dunia pendidikan, konsultan, advokasi hukum, aktivisme sosial dan lingkungan, kebudayaan hingga politik.

Keragaman tersebut justru memperlihatkan besarnya modal sosial yang dimiliki Unila.

Para alumni adalah representasi Unila yang hidup di tengah masyarakat.

Dan di sinilah gagasan Budiyono memperoleh relevansinya.

Mengubah Cara Pandang terhadap Alumni

Budiyono melihat alumni bukan sekadar bagian dari sejarah Unila atau kelompok yang sesekali kembali ke kampus untuk bernostalgia.

Alumni, dalam perspektif yang ditawarkan Budiyono, merupakan stakeholder strategis perguruan tinggi.

Hubungan tersebut karena itu perlu dibangun kembali secara lebih erat, produktif, dan terstruktur.

Semangatnya dapat dirumuskan dalam satu gagasan sederhana: “reconnecting Unila with its alumni.”

Menghubungkan kembali Unila dengan alumninya.

Namun, reconnecting dalam konteks ini bukan sekadar memperbanyak kegiatan reuni.

Yang hendak dibangun adalah ekosistem hubungan baru antara kampus dan para alumninya—sebuah hubungan yang memungkinkan pengalaman, jejaring, kompetensi, dan sumber daya alumni kembali menjadi bagian dari energi pembangunan universitas.

Alumni yang menjadi birokrat dapat menjadi jembatan kolaborasi kebijakan.

Alumni yang menjadi pengusaha dapat membuka ruang kerja sama industri, kewirausahaan, dan lapangan kerja.

Alumni akademisi dapat memperluas jaringan riset dan keilmuan.

Alumni profesional dapat berkontribusi melalui mentoring dan pengembangan kompetensi mahasiswa.

Sementara alumni yang bergerak di bidang sosial, lingkungan, budaya maupun politik dapat memperkuat keterlibatan Unila dalam berbagai persoalan publik.

Dengan pendekatan ini, hubungan alumni dan almamater bergerak dari hubungan emosional menuju hubungan strategis.

Dari Menara Gading ke Jejaring Pengetahuan

Gagasan tersebut juga membawa konsekuensi lebih luas terhadap cara perguruan tinggi memandang dirinya.

Universitas modern tidak lagi cukup hanya menjadi tempat produksi pengetahuan. Kampus dituntut mampu menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Di sinilah jaringan alumni memiliki posisi penting.

Alumni merupakan salah satu kanal yang menghubungkan ruang akademik dengan dunia nyata.

Mereka mengetahui persoalan di lapangan, memahami perubahan dunia kerja, memiliki pengalaman profesional, dan berada di tengah berbagai sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Jika hubungan tersebut dikelola secara serius, Unila dapat memiliki ekosistem pengetahuan yang jauh lebih luas daripada ruang kelas dan laboratorium.

Kampus menjadi pusat pengetahuan; alumni menjadi jaringan yang membawa pengetahuan itu bergerak ke tengah masyarakat dan membawa persoalan masyarakat kembali ke kampus.

Paradigma semacam ini dapat menjadi salah satu pembeda dalam melihat kepemimpinan universitas ke depan.

Kepemimpinan yang Membuka Pintu

Karena itu, isu kepemimpinan menjadi bagian penting dari pembicaraan para alumni.

Tuntun Sinaga, alumni Unila yang juga purna Bhakti dosen Unila, menilai kampus membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas.

Pernyataan tersebut merefleksikan kebutuhan yang lebih luas: perguruan tinggi membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga mampu membangun kepercayaan.

Pemimpin perguruan tinggi harus mampu menjaga marwah akademik, memperkuat tata kelola, membuka ruang dialog, serta membangun hubungan yang sehat dengan seluruh stakeholder.

Dalam konteks itu, gagasan Budiyono mengenai alumni dapat dibaca sebagai bagian dari paradigma kepemimpinan yang lebih terbuka.

Kampus tidak diposisikan sebagai institusi yang bekerja sendiri, melainkan sebagai simpul dari jaringan besar masyarakat.

Dan seorang rektor tidak hanya bertugas mengelola apa yang berada di dalam kampus, tetapi juga menghubungkan kampus dengan kekuatan yang berada di luar kampus.

Alumni sebagai “Aset Strategis”

Unila memiliki ribuan alumni yang telah mengisi berbagai ruang strategis di Lampung maupun Indonesia.

Mereka adalah aset yang tidak dibangun dalam satu atau dua tahun.

Mereka lahir dari proses pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pengalaman akademik yang berlangsung selama puluhan tahun.

Karena itu, memperkuat hubungan dengan alumni sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang.

Programnya dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk: jaringan karier alumni, mentoring mahasiswa, beasiswa, magang, riset bersama, pengembangan kewirausahaan, kolaborasi industri, pengabdian masyarakat hingga jejaring alumni internasional.

Yang terpenting bukan banyaknya program, melainkan bagaimana hubungan tersebut menghasilkan nilai baru bagi universitas.

Jika alumni dapat menjadi pintu masuk Unila ke berbagai sektor strategis, maka universitas memperoleh jaringan yang jauh lebih luas.

Sebaliknya, ketika alumni memperoleh ruang untuk kembali berkontribusi, mereka mendapatkan kesempatan untuk membalas apa yang pernah diberikan almamater.

Hubungan itu menciptakan siklus yang saling menguntungkan.

Paradigma Baru Memimpin Unila

Di tengah kontestasi calon Rektor Unila periode 2027–2031, gagasan semacam ini menarik untuk dicermati.

Sebab, pemilihan rektor pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang paling mampu menduduki jabatan tersebut.

Lebih fundamental, pemilihan rektor adalah momentum untuk menentukan arah perjalanan institusi.

Apakah Unila akan terus bergerak dengan pendekatan yang berpusat pada pengelolaan internal, atau berkembang menjadi universitas yang semakin terkoneksi dengan masyarakat, dunia usaha, pemerintah, alumni, dan jaringan global?

Gagasan Budiyono menawarkan arah yang kedua.

Ia menempatkan universitas sebagai sebuah ekosistem terbuka.

Dalam ekosistem tersebut, alumni bukan penonton. Pemerintah bukan sekadar regulator. Dunia usaha bukan hanya pengguna lulusan. Masyarakat bukan hanya penerima pengabdian.

Semuanya dapat menjadi bagian dari jaringan yang memperkuat universitas.

Inilah inti dari paradigma baru kepemimpinan yang ditawarkan Budiyono: membangun Unila dengan membuka sebanyak mungkin pintu kolaborasi.

Bukan Sekadar Kembali ke Masa Lalu

Menariknya, gagasan reconnecting dengan alumni sebenarnya memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar menghidupkan kembali hubungan dengan masa lalu.

Alumni adalah masa lalu Unila yang telah berubah menjadi kekuatan masa kini.

Mereka telah tumbuh menjadi profesional, pemimpin, pengusaha, akademisi, birokrat, dan tokoh masyarakat.

Ketika mereka kembali dihubungkan dengan almamater, yang kembali ke kampus bukan hanya para alumninya.

Yang kembali adalah pengalaman, jaringan, pengetahuan, dan peluang.

Karena itu, “reconnecting Unila with its alumni” dapat menjadi lebih dari sekadar slogan.

Ia berpotensi menjadi sebuah cara baru melihat universitas.

Sebuah cara pandang bahwa kekuatan Unila tidak berhenti di dalam kampus, tetapi tersebar di ribuan alumninya.

Dan jika kekuatan tersebut berhasil disatukan, Unila tidak hanya memiliki kampus yang kuat.

Unila akan memiliki jaringan yang kuat.

Pada akhirnya, itulah tantangan kepemimpinan Unila ke depan: bukan sekadar menjaga apa yang telah ada, tetapi mampu menemukan dan menghubungkan seluruh kekuatan yang dimiliki universitas untuk melangkah lebih jauh.

Budiyono menawarkan gagasan itu melalui satu pesan yang sederhana: saatnya Unila kembali terhubung dengan alumninya—dan menjadikan hubungan tersebut sebagai kekuatan baru untuk membangun masa depan almamater.***

Previous Post

Top betaalmethodes in beste casino zonder cruks

Next Post

Pelabuhan Bakauheni Jadi Perhatian, Kapolres Lampung Selatan Perkuat Komunikasi Stakeholder

Related Posts

Jangan Miskinkan Masyarakat Desa, I Nyoman Adi Peri Tawarkan Pertalite Harga Khusus
Daerah

Jangan Miskinkan Masyarakat Desa, I Nyoman Adi Peri Tawarkan Pertalite Harga Khusus

September 5, 2026
Berkebun Kreatif dengan Vertikultur, Lahan Terbatas Tetap Produktif
Daerah

Berkebun Kreatif dengan Vertikultur, Lahan Terbatas Tetap Produktif

September 5, 2026
Hasil Pembinaan Mulai Terlihat, WBP Lapas Kalianda Panen Pete dan Pare
Daerah

Hasil Pembinaan Mulai Terlihat, WBP Lapas Kalianda Panen Pete dan Pare

September 5, 2026
Petugas Lapas Kalianda Diberi Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran
Daerah

Petugas Lapas Kalianda Diberi Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran

September 5, 2026
Polres Lampung Selatan Sita 42,8 Kg Sabu dan Amankan 12 Tersangka, Selamatkan 174.169 Jiwa
Daerah

Polres Lampung Selatan Sita 42,8 Kg Sabu dan Amankan 12 Tersangka, Selamatkan 174.169 Jiwa

September 5, 2026
Diklat Laskar Gerindra Lampung Resmi Dibuka Ketua DPD Rahmad Mirzani Djausal
Daerah

Diklat Laskar Gerindra Lampung Resmi Dibuka Ketua DPD Rahmad Mirzani Djausal

September 5, 2026
Next Post
Pelabuhan Bakauheni Jadi Perhatian, Kapolres Lampung Selatan Perkuat Komunikasi Stakeholder

Pelabuhan Bakauheni Jadi Perhatian, Kapolres Lampung Selatan Perkuat Komunikasi Stakeholder

Diklat Laskar Gerindra Lampung Resmi Dibuka Ketua DPD Rahmad Mirzani Djausal

Diklat Laskar Gerindra Lampung Resmi Dibuka Ketua DPD Rahmad Mirzani Djausal

Polres Lampung Selatan Sita 42,8 Kg Sabu dan Amankan 12 Tersangka, Selamatkan 174.169 Jiwa

Polres Lampung Selatan Sita 42,8 Kg Sabu dan Amankan 12 Tersangka, Selamatkan 174.169 Jiwa

Petugas Lapas Kalianda Diberi Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran

Petugas Lapas Kalianda Diberi Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran

Hasil Pembinaan Mulai Terlihat, WBP Lapas Kalianda Panen Pete dan Pare

Hasil Pembinaan Mulai Terlihat, WBP Lapas Kalianda Panen Pete dan Pare

POPULAR NEWS

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Nama Hanan Kembali Ramaikan Pilgub Lampung

Agustus 6, 2024
KIM Plus di Pilkada Jakarta Terancam Bubar oleh Putusan MK

Skenario KIM Plus di Pilgub Lampung, RMD Diatas Angin, Arinal dan Umar Terancam?

Agustus 8, 2024
Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

Gubernur Lampung Dukung Kebangkitan Petambak Eks Dipasena Lewat Kemitraan Strategis dengan PT Sakti Biru Indonesia

September 11, 2025
Malam Ini DPP Golkar Gelar Pleno Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga

AMBIGU!Sudah Rekomendasikan Arinal, Golkar Kembali Usulkan Tiga Nama Kader Pendamping RMD

Agustus 7, 2024
PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

PA GMNI Lampung Siap Gelar Konferda, Siapkan Regenerasi dan Sekretariat Baru

April 10, 2025

EDITOR'S PICK

Prabowo Buka Peluang Parpol Lain Gabung Koalisi Pemerintah

Prabowo Hidupkan lagi Program Transmigrasi, Ini Daftar Daerah Tujuannya

Desember 9, 2024
Politik PKB di Desa

Politik PKB di Desa

Agustus 10, 2026
DRAMATIS! Gagal Diusung Gerindra,Reihana Dapat Rekom dari PDIP di Pilwakot Bandar Lampung

Pasangan Reihana-Aryodhia Dapat Dukungan dari 3 Mantan Wakil Walikota Bandar Lampung

September 11, 2024
Polda Lampung Petakan TPS Pilkada di Lampung yang Masuk Kategori Rawan

Beban Kerja Tinggi, Belasan Petugas Penyelenggara di Pilkada Sukabumi Tumbang

Desember 1, 2024
https://insidepolitik.com/wp-content/uploads/2024/07/Suara-Muda-Suara-Cerdas.mp3

About

Follow us

Kategori

  • Analisa
  • Bandar Lampung
  • best online casino
  • casino
  • Daerah
  • E-Paper
  • Lampung
  • Lampung Barat
  • Lampung Selatan
  • Lampung Tengah
  • Lampung Timur
  • Lampung Utara
  • Luar Negeri
  • Mesuji
  • Metro
  • Nasional
  • Ngakak Politik
  • Parlemen
  • Pemerintahan
  • Pesawaran
  • Pringsewu
  • Tanggamus
  • Tulang Bawang
  • Uncategorized
  • Сплиты

Recent Posts

  • Jangan Miskinkan Masyarakat Desa, I Nyoman Adi Peri Tawarkan Pertalite Harga Khusus
  • Berkebun Kreatif dengan Vertikultur, Lahan Terbatas Tetap Produktif
  • Hasil Pembinaan Mulai Terlihat, WBP Lapas Kalianda Panen Pete dan Pare
  • Petugas Lapas Kalianda Diberi Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

No Result
View All Result
  • Parlemen
  • Nasional
  • Daerah
  • Pemerintahan
  • Luar Negeri
  • Lampung
    • Bandar Lampung
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Metro
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
  • Ngakak Politik
  • E-Paper

© 2024 INSIDEPOLITIK.COM

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In